Gayatri Putri News – 04 Oktober 2026 | Jakarta — Tim nasional Indonesia memastikan diri melaju ke partai final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Bangladesh dengan skor dramatis 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Kemenangan tersebut diraih lewat perjuangan hingga menit-menit akhir, sekaligus mengantarkan skuad Garuda finis sebagai juara Grup A.
Drama berlangsung hingga injury time. Kevin Diks mencetak gol kedelapan Indonesia pada menit ke-90+6, sebelum Mitchell Baker melengkapi kemenangan sekaligus mencetak gol kelimanya pada menit ke-90+7. Hasil itu memastikan Indonesia finis di puncak Grup A dengan koleksi tujuh poin, sama seperti Malaysia, namun unggul produktivitas gol dengan 11 gol berbanding sembilan milik Malaysia.
Sebelum pertandingan dimulai, seluruh pemain, ofisial, dan penonton di SUGBK mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang para korban Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang, tepat empat tahun sebelumnya. Momentum duka itu berubah menjadi malam bersejarah bagi sepak bola nasional.
Perjalanan Dramatis Menuju Partai Puncak
Laga pamungkas Grup A berlangsung sangat menegangkan. Indonesia yang membutuhkan pesta gol demi menggeser Malaysia di puncak klasemen terus tampil menekan. Sebelumnya, pada laga kontra Malaysia (28/9/2026) yang berakhir 0-0, gol Justin Hubner dianulir karena offside tipis dan Thom Haye mendapat kartu merah menyusul intervensi VAR. Saat bersua Bangladesh, gol Ole Romeny pun bernasib sama akibat offside.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut keberhasilan ini bukan sekadar soal menang dan kalah. “Empat tahun lalu, kita kehilangan 135 saudara kita di Kanjuruhan. Sebelum pertandingan kita mengheningkan cipta untuk mengenang mereka, lalu para pemain berjuang sampai menit ke-97 untuk membawa Indonesia ke final,” ujarnya.
Sorotan Media Italia dan Transformasi Sepak Bola Indonesia
Perjalanan Timnas Indonesia ke final mendapat perhatian media olahraga Italia, Corriere dello Sport. Media tersebut menyoroti bagaimana perjalanan Indonesia ditentukan oleh serangkaian momen krusial, termasuk keputusan wasit dan VAR. Tidak hanya drama pertandingan, media Italia itu juga menyoroti perkembangan sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, yang dipandang dalam konteks pembenahan tata kelola sepak bola nasional di bawah kepemimpinan PSSI.
Transformasi tersebut menjadi titik balik setelah Tragedi Kanjuruhan yang meninggalkan duka mendalam sekaligus mendorong pembenahan tata kelola sepak bola Indonesia. Keberhasilan Garuda mencapai final dinilai sebagai bukti nyata dari upaya pembenahan yang terus didorong.
Tiga Pekerjaan Rumah Sebelum Duel Lawan Thailand
Pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, menilai ada tiga pekerjaan rumah yang perlu dibenahi Timnas Indonesia sebelum partai final melawan Thailand. Duel puncak dijadwalkan berlangsung di SUGBK, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB.
- Konsentrasi pertahanan. Indonesia mencetak sembilan gol melawan Bangladesh, tetapi kebobolan dua. Melawan Thailand, kesalahan kecil bisa dihukum. Komunikasi antara tiga bek dan perlindungan di depan lini belakang harus lebih disiplin.
- Keseimbangan menyerang dan bertahan. Indonesia memiliki banyak kualitas di depan, tetapi jangan sampai terlalu agresif dan meninggalkan ruang ketika kehilangan bola.
- Disiplin organisasi permainan. Organisasi ketika kehilangan bola harus tetap rapi agar tidak memberi ruang bagi lawan.
“Menurut saya ada tiga PR utama yang harus segera diperbaiki John Herdman sebelum menghadapi Thailand di pertandingan final,” ujar Luciano.
Optimisme Menjelang Final
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung optimistis Timnas Indonesia mampu meraih kemenangan atas Thailand di laga final. Ia memprediksi Indonesia menang 2-1 dan berharap kemenangan tersebut menjadi kado istimewa bagi masyarakat Indonesia.
“Mengenai angkanya berapa? Kalau saya disuruh nebak, saya nebak 2-1. Dan Bismillah menang,” kata Pramono. Ia mengaku mengikuti pertandingan saat Indonesia mengalahkan Bangladesh 9-2 dan menyebut laga tersebut sangat mendebarkan.
Dengan modal kemenangan dramatis atas Bangladesh, dukungan penuh suporter, serta pembenahan yang terus dilakukan, Timnas Indonesia kini bersiap menghadapi Thailand di partai puncak. Pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi momen penentuan bagi skuad Garuda untuk mengukir sejarah sekaligus membawa kado istimewa bagi bangsa.
Sumber Berita: Bola.com, JawaPos.com, Liputan6.com, Akurat.co
Penulis: Redaksi Olahraga
Editor: Redaksi
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






