Gayatri Putri News – 04 Oktober 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mengalami koreksi tajam sebesar 3,28 persen atau setara 205 poin ke level 6.036,88 selama periode perdagangan 28 September hingga 2 Oktober 2026. Meski indeks tertekan, sejumlah saham justru mencatatkan lonjakan harga hingga ratusan persen dan masuk dalam jajaran top gainers, dengan BSWD memimpin perolehan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dirilis Sabtu, 3 Oktober 2026, pelemahan IHSG turut menekan kapitalisasi pasar saham sebesar 2,55 persen, dari Rp10.905 triliun menjadi Rp10.627 triliun. Sepanjang periode tersebut, IHSG bahkan sempat menyentuh level terendah baru dalam tiga bulan terakhir di posisi 5.973.
Koreksi indeks sejalan dengan melorotnya harga 559 saham, sementara 180 saham tercatat stagnan dan hanya 224 saham yang mampu menguat. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga terpangkas 7,54 persen menjadi 1,68 juta kali dari sebelumnya 1,82 juta kali transaksi.
BSWD Memimpin 10 Saham Top Gainers
Di tengah tekanan pasar yang luas, sejumlah saham berhasil membukukan kenaikan signifikan dan menempati posisi teratas daftar top gainers. Berikut ringkasan pergerakan sejumlah saham yang menonjol pada periode tersebut:
| Saham | Keterangan |
|---|---|
| BSWD | Memimpin jajaran 10 saham top gainers dengan lonjakan harga tertinggi |
| Saham lainnya | Sejumlah saham mencatat kenaikan hingga ratusan persen |
Lonjakan harga pada saham-saham top gainers menunjukkan masih adanya minat beli investor pada emiten tertentu, meskipun secara keseluruhan pasar sedang dalam tekanan. Fenomena ini lazim terjadi ketika sebagian investor memanfaatkan momentum koreksi untuk mengakumulasi saham yang dinilai memiliki potensi.
Faktor Pendorong Koreksi IHSG
Penurunan IHSG yang mencapai 3,28 persen tidak terlepas dari aksi jual yang mendominasi pasar. Jumlah saham yang melemah jauh melampaui saham yang menguat, yaitu 559 saham turun berbanding 224 saham naik, sementara 180 saham bergerak stagnan.
- Kapitalisasi pasar susut 2,55 persen menjadi Rp10.627 triliun.
- IHSG menyentuh level terendah tiga bulan di posisi 5.973.
- Frekuensi transaksi harian turun 7,54 persen menjadi 1,68 juta kali.
Meski demikian, keberadaan saham-saham top gainers seperti BSWD menjadi catatan tersendiri bagi pelaku pasar yang tetap mencari peluang di tengah kondisi indeks yang tertekan. Investor diimbau tetap mencermati fundamental emiten dan perkembangan sentimen pasar sebelum mengambil keputusan investasi.
Artikel ini disusun berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dirilis pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Sumber berita: Suara Landak.
Penulis: Redaksi Suara Landak
Editor: Redaksi Suara Landak
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






