Harga Cabai Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kilogram di Pasar Tradisional

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Harga Cabai Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kilogram di Pasar Tradisional

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 04 Oktober 2026 | Harga cabai rawit merah di pasar tradisional secara nasional menembus angka Rp100.700 per kilogram pada Minggu, 4 Oktober 2026. Lonjakan ini tercatat sebagai kenaikan yang signifikan dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi perhatian utama para pedagang maupun konsumen di berbagai daerah.

Berdasarkan data yang dihimpun dari pantauan harga pasar, kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai rawit merah. Sejumlah jenis cabai lain juga mengalami lonjakan harga yang cukup tajam dalam periode yang sama.

Jenis Cabai Harga per Kilogram Kenaikan
Cabai Rawit Merah Rp100.700 Signifikan
Cabai Merah Besar Rp63.150 10,02 persen
Cabai Merah Keriting Rp74.700 7,87 persen
Cabai Rawit Hijau Rp70.450 3,68 persen

Cabai merah besar mencatat kenaikan paling tinggi secara persentase, yaitu 10,02 persen menjadi Rp63.150 per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting naik 7,87 persen menjadi Rp74.700 per kilogram, dan cabai rawit hijau naik 3,68 persen menjadi Rp70.450 per kilogram.

Kenaikan harga cabai yang meroket ini berdampak langsung pada biaya belanja rumah tangga. Para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner kini harus menyesuaikan anggaran mereka, terutama karena cabai merupakan bahan pokok yang sulit digantikan dalam masakan Indonesia.

Di sisi lain, harga beras nasional terpantau relatif stabil. Beras kualitas medium I hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 0,3 persen menjadi Rp16.650 per kilogram, sedangkan beras kualitas lainnya tidak menunjukkan perubahan harga yang signifikan.

Stabilitas harga beras ini sedikit meredam kekhawatiran akan tekanan inflasi pangan secara keseluruhan. Namun, lonjakan harga cabai tetap menjadi sorotan karena berpotensi memicu kenaikan harga pangan olahan dan makanan jadi di pasar.

Para pedagang berharap pemerintah segera melakukan intervensi pasar, misalnya melalui operasi pasar murah atau penyaluran cabai dengan harga terjangkau, agar lonjakan ini tidak berlangsung lama dan tidak semakin memberatkan masyarakat.