Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | Novak Djokovic kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu petenis terbaik sepanjang masa. Setelah menorehkan performa impresif di China Open 2026, petenis asal Serbia itu kini mengalihkan fokusnya ke Shanghai Masters dengan dua misi besar: mengamankan tempat di ATP Finals Turin dan mengejar rekor gelar Roger Federer.
Dominasi di Beijing
Djokovic tampil luar biasa di China Open 2026. Ia mempertahankan rekor 100 persennya di Beijing dengan menumbangkan sejumlah nama besar seperti Alex de Minaur, Daniil Medvedev, dan Alexander Zverev. Kemenangan tersebut menjadi gelar ketujuh Djokovic di turnamen itu sekaligus gelar ke-102 sepanjang kariernya.
Hasil ini membawa Djokovic naik ke peringkat sembilan dalam race menuju ATP Finals Turin. Meski belum berada di zona aman, ia menegaskan komitmennya untuk terus berjuang hingga akhir musim.
“Saya benar-benar ingin lolos. Saya belum bermain di sana sejak 2023, jadi akan menyenangkan bisa kembali,” ujar Djokovic dalam sesi konferensi pers jelang Shanghai Masters.
Ia mengaku sempat ragu dengan kondisi fisiknya sebelum bertanding di Beijing. Performa buruk di Amerika Serikat membuatnya tidak yakin bisa tampil maksimal. Namun, pekan di Beijing berubah menjadi salah satu pekan terbaiknya sepanjang musim.
Tantangan Hurkacz di Shanghai
Di Shanghai Masters, Djokovic akan menghadapi Hubert Hurkacz pada babak pembuka. Meski secara statistik unggul dengan delapan kemenangan beruntun atas petenis Polandia itu, Djokovic tetap waspada.
“Saya harus bermain baik, servis harus bagus, permainan dari garis belakang dan ritme harus tepat,” jelasnya.
Djokovic juga merupakan pemegang rekor gelar terbanyak di Shanghai Masters dengan empat trofi, masing-masing diraih pada 2012, 2013, 2015, dan 2018. Jika berhasil menang lagi tahun ini, ia akan menyamai rekor 103 gelar milik Roger Federer di daftar sepanjang masa.
Jalur Djokovic tidak akan mudah. Di babak ketiga ia berpotensi menghadapi Lorenzo Musetti atau Yi Zhou, lalu Francis Tiafoe atau Alejandro Davidovich Fokina di babak keempat. Perempat final bisa mempertemukannya dengan Ben Shelton atau Jakub Mensik, sementara semifinal berpotensi melawan Alexander Zverev. Final idealnya mempertemukannya dengan Carlos Alcaraz.
Dukungan untuk Jannik Sinner
Di tengah persiapan menuju Shanghai, Djokovic menyempatkan diri menanggapi kabar cedera yang menimpa Jannik Sinner. Petenis nomor satu dunia itu memutuskan mengakhiri musim 2026 lebih awal karena peradangan pada lututnya.
Sinner tidak bermain sejak menjuarai Wimbledon pada Juli lalu. Ia absen di US Open dan sejumlah turnamen besar lainnya, termasuk Shanghai Masters. Keputusan tersebut diambil setelah berkonsultasi dengan tim medis.
Djokovic mengaku belum menghubungi Sinner secara langsung, tetapi berencana mengirim pesan untuk menanyakan kondisinya.
“Saya belum menghubungi Jannik sejak ia cedera. Saya baru melihat beritanya dua hari lalu. Saya akan menghubunginya,” kata Djokovic.
Petenis berusia 39 tahun itu memahami betul beratnya proses pemulihan dari cedera besar. Pada 2017, ia harus menjalani operasi siku dan absen selama enam hingga tujuh bulan.
“Jika Anda absen lama, Anda harus menghadapi lebih banyak hal, terutama secara mental. Anda bertanya-tanya apakah benar-benar sudah sembuh dan bebas bergerak,” ungkapnya.
Djokovic menilai keputusan Sinner untuk berpikir jangka panjang merupakan langkah cerdas. Menurutnya, menjaga kesehatan demi memperpanjang karier jauh lebih penting daripada memaksakan diri tampil di sisa musim.
“Tenis kehilangan dirinya, tetapi ia harus berpikir jangka panjang. Itu pintar. Saya mendukung pola pikir seperti itu,” tambahnya.
Fokus dan Motivasi
Djokovic mengaku menikmati bermain di China. Dukungan luar biasa dari penggemar menjadi energi tambahan baginya untuk tampil maksimal.
“Saya menikmati bermain di China. Dukungan dan cinta dari penonton benar-benar luar biasa,” ujarnya.
Dengan modal kepercayaan diri dari gelar di Beijing, Djokovic bertekad melanjutkan tren positif di Shanghai. Ia ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk meraih hasil terbaik dan memperbesar peluang tampil di ATP Finals Turin.
Persaingan menuju Turin semakin ketat. Namun, dengan pengalaman dan mentalitas juara yang dimilikinya, Djokovic tetap menjadi salah satu kandidat kuat yang patut diperhitungkan hingga akhir musim.
Sumber Berita: Tennis365, Express, Sportal.rs, 7News
Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






