Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | Kekalahan 2-1 dari Internacional di Stadion Beira-Rio pada Rabu (7/10) menjadi pukulan telak bagi Corinthians. Hasil buruk ini tidak hanya memperpanjang derita tim, tetapi juga berujung pada pemecatan pelatih Fernando Diniz. Laga yang berlangsung sengit tersebut menjadi akhir dari perjalanan singkat Diniz di klub asal São Paulo itu.
Jalannya Pertandingan
Sejak awal pertandingan, Internacional langsung mengambil inisiatif serangan. Publik tuan rumah dikejutkan dengan gol cepat Vitinho saat laga baru berjalan 42 detik. Gol tersebut menjadi yang tercepat di edisi Brasileirão 2026. Assist diberikan oleh Alan Patrick, yang kemudian menjadi momok bagi pertahanan Corinthians.
Corinthians mencoba bangkit, namun kesulitan menembus rapatnya pertahanan Internacional. Beberapa peluang didapat melalui Memphis Depay dan Rodrigo Garro, tetapi belum membuahkan hasil. Hingga akhir babak pertama, skor 1-0 untuk keunggulan Internacional bertahan.
Di babak kedua, Internacional kembali menambah keunggulan pada menit ke-77 melalui gol Alan Patrick, memanfaatkan assist Bruno Henrique. Corinthians sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-80 melalui André, yang memanfaatkan umpan dari Vitinho. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 2-1 untuk kemenangan Internacional.
Kronologi Pemecatan Diniz
Kekalahan ini membuat Corinthians semakin terpuruk di papan klasemen. Tim kini berada di posisi ke-16 dengan 32 poin, hanya terpaut satu poin dari zona degradasi. Internacional yang berada di posisi pertama zona merah memiliki 31 poin, membuat persaingan semakin ketat.
Setelah pertandingan, di ruang ganti Stadion Beira-Rio, eksekutif sepak bola Marcelo Paz mengumumkan pemecatan Diniz kepada para pemain. Diniz kemudian menyampaikan pidato perpisahan dan berpamitan dengan para pemain satu per satu. Kapten tim, Gustavo Henrique, juga memberikan kata-kata penyemangat kepada rekan-rekannya.
Diniz kembali ke São Paulo bersama delegasi Corinthians. Setibanya di ibu kota, ia menyempatkan diri ke CT Joaquim Grava untuk mengambil barang-barang pribadinya. Beberapa pemain seperti Gabriel Paulista, Rodrigo Garro, dan Memphis Depay dikabarkan sangat terpukul dengan keputusan ini. Memphis bahkan menganggap Diniz sebagai salah satu pelatih terbaik yang pernah bekerja sama dengannya.
Rekor Buruk dan Bayang-Bayang Degradasi
Ini adalah kedua kalinya Internacional memecat pelatih Corinthians di musim 2026. Sebelumnya, Dorival Júnior juga dipecat setelah kalah 1-0 dari Internacional pada putaran pertama, 5 April lalu. Saat itu, Corinthians tidak menang dalam sembilan pertandingan.
Saat ini, Corinthians mencatat tujuh kekalahan beruntun di Brasileirão, sebuah rekor terburuk musim ini. Krisis semakin dalam setelah tersingkir dari Copa do Brasil oleh Internacional dan dari Copa Libertadores oleh Estudiantes. Menurut Universitas Federal Minas Gerais (UFMG), peluang Corinthians terdegradasi mencapai 35,9%.
Ramón Díaz Kembali?
Manajemen Corinthians dikabarkan telah menjalin kontak dengan Ramón Díaz sebagai kandidat utama pengganti Diniz. Pelatih asal Argentina itu pernah menyelamatkan Corinthians dari degradasi pada 2024 dan membawa tim meraih sembilan kemenangan beruntun, serta lolos ke Copa Libertadores 2025. Pada 2025, ia juga mempersembahkan gelar Campeonato Paulista setelah mengalahkan Palmeiras.
Jika kembali, Díaz diharapkan dapat mengulangi misi penyelamatan serupa. Namun, tantangan kali ini tidak mudah mengingat posisi Corinthians yang masih rawan dan jadwal berat menanti, termasuk derbi melawan Palmeiras pada Minggu (11/10) di Nubank Parque.
Kesimpulan
Kekalahan dari Internacional tidak hanya memperpanjang tren negatif Corinthians, tetapi juga mengakhiri era Fernando Diniz. Dengan situasi yang semakin terjepit, manajemen harus bergerak cepat mencari pengganti yang mampu membangkitkan semangat juang skuad. Ramón Díaz menjadi opsi logis, tetapi apakah ia mampu mengulang keajaiban 2024? Waktu yang akan menjawab, sementara para penggemar berharap tim kesayangan mereka segera keluar dari jurang degradasi.
Sumber Berita: UOL, R7, Globo Esporte PB, Brasil 247
Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






