Tunisia vs Botswana Berakhir Imbang 2-2, Kemarahan Chaouali Meledak: “Krisis Pernapasan Besar” Mengancam Piala Afrika 2027

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Tunisia vs Botswana Berakhir Imbang 2-2, Kemarahan Chaouali Meledak: "Krisis Pernapasan Besar" Mengancam Piala Afrika 2027

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 30 September 2026 | Tim nasional Tunisia kembali menelan hasil pahit dalam lanjutan kualifikasi Piala Afrika 2027. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Hammadi Agrebi, Rades, pasukan Moine Chaabani hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Botswana pada matchday kedua Grup 8, Senin malam waktu setempat. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi tim berjuluk Elang Carthage yang belum meraih satu kemenangan pun dari dua laga pertama.

Pertandingan berjalan jauh dari ekspektasi. Botswana, tim yang berada di peringkat 150 dunia, justru tampil lebih berani dan berhasil membuka keunggulan pada menit ke-38 melalui Thatayaone Kgamanyane yang memanfaatkan kesalahan lini pertahanan Tunisia. Tuan rumah baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-44 lewat sundulan Hazem Mastouri yang menyambut umpan silang dengan sempurna, menutup babak pertama dengan skor 1-1.

Memasuki babak kedua, Tunisia tampil lebih agresif. Hasilnya, Hazem Mastouri kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-49, membawa Tunisia unggul 2-1 dan seolah membuka jalan menuju tiga poin pertama. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Botswana terus menekan dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-60 melalui Lebogang Ditsele, memaksa laga kembali ke titik netral.

Kekecewaan Mendalam di Kalangan Pendukung

Meski Tunisia berupaya keras merebut kembali keunggulan, serangan mereka kerap menemui jalan buntu. Peluang-peluang yang tercipta minim, dan pertandingan pun berakhir dengan skor imbang 2-2. Hasil ini disambut kekecewaan besar dari para pendukung yang hadir langsung di stadion, mengingat Tunisia bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh suporter.

Dengan tambahan satu poin, Tunisia kini mengoleksi dua poin dari dua laga, sama seperti Botswana. Sebelumnya, pada matchday pertama, Tunisia juga hanya bermain imbang 1-1 melawan Uganda, sementara Botswana ditahan Libya dengan skor 2-2. Kondisi ini membuat persaingan di Grup 8 semakin terbuka dan menempatkan Tunisia dalam posisi yang tidak nyaman.

Chaouali Meledak: “Harus Ada Solusi Mendasar”

Kekecewaan tidak hanya datang dari tribun penonton. Komentator olahraga Tunisia, Issam Chaouali, melontarkan kritik pedas terhadap performa timnas negaranya. Dalam komentarnya melalui jaringan beIN Sports, ia menyebut para pemain saat ini tidak bisa dibandingkan dengan generasi sebelumnya seperti Mehdi Nafti, Nabil Taider, Adel Chedli, dan Chaouki Ben Saada.

“Hentikanlah permainan sia-sia dengan sejarah sepak bola Tunisia,” ujarnya dengan nada penuh penyesalan. Chaouali menegaskan bahwa kondisi tim saat ini membutuhkan solusi mendasar, bukan sekadar penawar sementara. Ia bahkan menganalogikan situasi ini sebagai “dosis oksigen ringan, yang akan diikuti oleh krisis pernapasan besar.”

Ia juga menyoroti motivasi sebagian pemain yang dinilainya hanya mengejar tambahan gelar internasional demi memperkuat riwayat hidup dan peluang profesional mereka. “Setiap orang Tunisia yang melihat semangat dan penampilan lemah ini merasa bahwa ia juga bisa bergabung dengan timnas Tunisia,” tegasnya, menyoroti fakta bahwa Botswana yang menjadi lawan berada di peringkat 150 dunia.

Peta Persaingan Kualifikasi Piala Afrika 2027

Kualifikasi TotalEnergies CAF Africa Cup of Nations PAMOJA 2027 sendiri diikuti oleh 48 negara yang terbagi ke dalam 12 grup. Matchday pertama dan kedua berlangsung sepanjang 24 September hingga 6 Oktober 2026. Sementara Tunisia masih mencari kemenangan pertama, tim lain justru tampil impresif.

  • DR Kongo mempertahankan rekor sempurna dengan mengalahkan Zimbabwe 2-1 di Harare. Yoane Wissa menjadi aktor kunci dengan satu gol dan satu assist, membawa DR Kongo memimpin Grup E dengan enam poin.
  • Burkina Faso meraih tiga poin setelah menang tipis 1-0 atas Republik Afrika Tengah di Grup F.
  • Tunisia sementara memuncaki Grup 8 dengan dua poin, menunggu hasil laga Libya melawan Uganda.

Di sisi lain, hasil imbang ini memperpanjang rekor tidak stabil Tunisia di bawah kepemimpinan direktur teknik baru, Moine Chaabani. Dua laga kandang tanpa kemenangan menjadi alarm serius bagi tim yang dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola Afrika tersebut.

Jalan Terjal Menuju Piala Afrika 2027

Dengan hanya dua poin dari dua pertandingan, Tunisia berada di persimpangan jalan. Kualifikasi masih panjang, namun tekanan semakin besar. Kualitas individu pemain tidak lagi cukup jika tidak diimbangi semangat juang dan organisasi permainan yang solid. Kritik Chaouali menjadi cerminan keresahan publik Tunisia yang menginginkan perubahan nyata, bukan sekadar janji perbaikan.

Jika tidak segera melakukan evaluasi menyeluruh, ancaman gagal lolos ke Piala Afrika 2027 bukan lagi sekadar kekhawatiran, melainkan kemungkinan nyata. Tunisia dituntut bangkit pada laga-laga berikutnya, atau mereka harus menerima kenyataan pahit bahwa era kejayaan sepak bola mereka tengah berada di ujung tanduk.