Klopp Debut, Karim Adeyemi Bersinar Meski Jerman Gagal Menang di Amsterdam

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Klopp Debut, Karim Adeyemi Bersinar Meski Jerman Gagal Menang di Amsterdam

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 25 September 2026 | AMSTERDAM — Debut Jürgen Klopp sebagai pelatih kepala Timnas Jerman berakhir tanpa kemenangan. Dalam laga pembuka Liga Nations di Amsterdam, Kamis malam, Die Mannschaft ditahan imbang tuan rumah Belanda dengan skor 1-1. Meski gagal membawa pulang tiga poin, penampilan Karim Adeyemi menjadi salah satu sorotan utama dalam pertandingan yang berlangsung dramatis hingga menit-menit akhir.

Karim Adeyemi Jadi Motor Serangan Jerman

Bermain sejak menit pertama, Karim Adeyemi tampil sebagai ancaman konstan bagi pertahanan Oranje. Kecepatan dan kelincahannya berulang kali membuat lini belakang Belanda kewalahan. Winger yang kini memperkuat FC Barcelona itu menjadi opsi utama Klopp di sektor sayap, sejalan dengan laporan yang menyebut ia sebagai salah satu pemain kepercayaan pelatih anyar tersebut.

Puncaknya terjadi pada menit ke-32. Adeyemi melepaskan umpan matang yang diselesaikan Felix Nmecha menjadi gol pembuka Jerman. Umpan tersebut lahir dari sebuah kemelut di kotak penalti Belanda, dan Nmecha menjadi pemain paling sigap menyambar bola untuk menggetarkan gawang Bart Verbruggen.

Namun, enam menit berselang, Adeyemi terlibat dalam momen yang membuat para komentator terhenyak. Mendapat umpan emas dari Nathaniel Brown tepat di depan gawang yang nyaris kosong, ia justru mengirim bola melambung di atas mistar. Peluang emas itu seketika menjadi bahan perbincangan, dengan seorang komentator bahkan tak mampu menahan diri menyebutnya sebagai kegagalan besar.

Gol Kontroversial dan Perlawanan Oranje

Jalannya pertandingan sendiri berlangsung panas sejak awal. Belanda sempat mencetak gol lebih dulu melalui sundulan Virgil van Dijk pada menit ke-13, tetapi wasit menganulirnya karena Brian Brobbey dinilai menghalangi kiper Jerman, Marc-André ter Stegen.

Sebaliknya, gol Jerman juga menyisakan kontroversi. Dalam proses terciptanya gol Nmecha, Brobbey terlibat duel dengan Jonathan Tah dan mengalami cedera. Para pemain Belanda protes keras, namun wasit tetap mengesahkan gol tersebut.

Memasuki babak kedua, Belanda mengambil alih kendali permainan. Oranje membombardir pertahanan Jerman yang dipimpin Joshua Kimmich dan Nico Schlotterbeck. Gelombang demi gelombang serangan terus datang, sementara lini depan Jerman lebih banyak fokus bertahan.

Kerja keras pasukan Klopp akhirnya runtuh di masa injury time. Cody Gakpo menyambut umpan silang van Bommel dengan voli sempurna, memaksa Ter Stegen memungut bola dari gawangnya. Gol tersebut terasa sangat layak bagi tuan rumah yang tampil dominan sepanjang babak kedua.

Duel Dua Debutan di Bangku Cadangan

Laga ini istimewa karena mempertemukan dua pelatih yang baru menjalani debut kompetitif bersama tim nasional masing-masing. Klopp, yang sebelumnya menangani Mainz, Borussia Dortmund, dan Liverpool, kini memimpin Jerman setelah sempat menjabat sebagai kepala sepak bola di Red Bull. Di sisi lain, legenda Spanyol Xavi Hernandez memulai kiprahnya bersama Belanda setelah dua tahun absen dari dunia kepelatihan pasca pemecatannya dari Barcelona pada Mei 2024.

Klopp sendiri mengambil keputusan berani dengan menurunkan sejumlah pemain debutan, termasuk Treu, Adeyemi, dan Schade di starting eleven. Eksperimen ini sempat berjalan baik sebelum Belanda bangkit di paruh kedua.

Jadwal Selanjutnya

Hasil imbang ini menjadi modal sekaligus catatan evaluasi bagi kedua tim. Berikut agenda pertandingan berikutnya di Liga Nations:

  • Jerman akan menjamu Yunani di Freiburg pada Minggu malam pukul 20.45 waktu setempat.
  • Belanda akan bertandang ke Beograd untuk menghadapi Serbia pada hari yang sama, kick-off pukul 18.00.

Bagi Karim Adeyemi, laga ini menjadi bukti bahwa kepercayaan Klopp kepadanya tidaklah berlebihan. Meski harus menelan pil pahit karena peluang emasnya gagal menjadi gol, kontribusinya sebagai kreator gol pembuka menunjukkan bahwa ia layak menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang Die Mannschaft.

Dengan 11 caps yang telah dikoleksi, termasuk penampilan di kualifikasi Piala Dunia, Adeyemi berpotensi menjadi pilar serangan Jerman di era Klopp. Konsistensi dan ketajaman penyelesaian akhir akan menjadi PR utama bagi pemain berdarah Rumania tersebut jika ingin mengamankan tempat di starting eleven untuk turnamen-turnamen besar mendatang.