AS Tekuk Chile 4-2: Remaja 17 Tahun Pecahkan Rekor Pulisic di Laga Penuh Drama

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

AS Tekuk Chile 4-2: Remaja 17 Tahun Pecahkan Rekor Pulisic di Laga Penuh Drama

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 01 Oktober 2026 | Timnas Amerika Serikat kembali menorehkan catatan gemilang dalam rangkaian laga uji coba internasional. Menghadapi Chile di Energizer Park, St. Louis, The Yanks meraih kemenangan dramatis dengan skor 4-2, sekaligus menjadi panggung bagi lahirnya rekor baru di tubuh skuad asuhan Mauricio Pochettino tersebut.

Laga yang berlangsung pada Selasa malam waktu setempat ini berjalan tidak mudah bagi tuan rumah. AS sempat tertinggal 1-2 sebelum akhirnya mampu membalikkan keadaan melalui tiga gol tambahan pada paruh kedua pertandingan. Kemenangan ini menjadi kemenangan kedua secara beruntun bagi Amerika Serikat setelah sebelumnya menaklukkan Peru dengan skor 4-1.

Mathis Albert Pecahkan Rekor Christian Pulisic

Sorotan utama dalam pertandingan ini jatuh kepada Mathis Albert, pemain muda berusia 17 tahun yang kini memperkuat Borussia Dortmund. Albert mencetak gol keempat AS pada menit ke-90+3, sebuah gol yang membawanya masuk ke dalam sejarah sebagai pencetak gol termuda bagi Timnas Amerika Serikat di era modern, terhitung sejak 1988.

Albert mencatatkan rekor tersebut pada usia 17 tahun 131 hari. Ia melewati catatan Christian Pulisic yang sebelumnya menjadi pemegang rekor setelah mencetak gol untuk AS pada usia 17 tahun 253 hari, juga ketika masih memperkuat Borussia Dortmund. Pencapaian ini menegaskan bahwa regenerasi skuad Amerika Serikat berjalan dengan sangat baik.

Julian Hall Ikut Ukir Sejarah

Bukan hanya Albert yang mencuri perhatian. Julian Hall, pemain berusia 18 tahun, juga mencatatkan pencapaian tersendiri dalam laga melawan Chile. Gol yang ia cetak pada menit ke-51 melalui sundulan membuatnya menjadi pemain termuda AS yang mampu mencetak gol dalam dua pertandingan pertamanya bersama tim senior.

Sebelumnya, Hall juga mencetak gol ketika AS mengalahkan Peru 4-1 pada Sabtu, 26 September 2026. Usai pertandingan, Hall mengaku senang bisa tampil bersama para pemain senior dan mendapatkan dukungan penuh dari rekan-rekannya.

“Ini luar biasa bisa berbagi lapangan dengan beberapa pemain hebat. Mereka menempatkan saya di posisi yang tepat, dan saya hanya melakukan semampu saya untuk menyelesaikannya,” kata Hall.

Jalannya Pertandingan dan Para Pencetak Gol

Selain Albert dan Hall, gol-gol Amerika Serikat dalam laga ini dicetak oleh Sebastian Berhalter dan Chris Richards. Kombinasi pemain senior dan muda menjadi kunci keberhasilan AS membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal.

  • Sebastian Berhalter – pencetak gol AS
  • Julian Hall – mencetak gol pada menit ke-51 melalui sundulan
  • Chris Richards – pencetak gol AS
  • Mathis Albert – mencetak gol pada menit ke-90+3

Dengan hasil ini, Amerika Serikat membawa kepercayaan diri tinggi menjelang laga persahabatan berikutnya melawan Meksiko di State Farm Stadium, Glendale, Arizona. Laga bertajuk rivalitas CONCACAF tersebut dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober 2026 pukul 02.00 GMT.

Pensiunnya Tim Ream dan Transisi Kepemimpinan

Di sisi lain, laga melawan Chile juga menjadi momen penting bagi Tim Ream, kapten Amerika Serikat di Piala Dunia 2026, yang mengumumkan pensiun dari timnas. Ream pensiun setelah mencatat 86 caps selama 16 tahun membela The Yanks.

Sepanjang kariernya, Ream pernah bermain bersama sejumlah pemain bintang. Christian Pulisic menjadi pemain yang paling sering tampil bersamanya dengan total 43 laga, diikuti Weston McKennie dengan 40 laga, serta Antonee Robinson dengan 29 laga. Tyler Adams, Sergino Dest, dan Brenden Aaronson masing-masing tercatat 27 kali tampil bersama Ream.

Pasca pensiunnya Ream, Tyler Adams disebut sebagai salah satu kandidat kuat yang dipersiapkan untuk mengambil alih peran kapten timnas Amerika Serikat.

Chile dan Konteks Persahabatan Internasional

Bagi Chile, kekalahan ini menjadi catatan tersendiri dalam rangkaian uji coba internasional mereka. Meski sempat unggul, Chile harus mengakui keunggulan tuan rumah yang tampil lebih agresif pada paruh kedua.

Pertandingan persahabatan ini menjadi bagian dari persiapan kedua negara dalam menyongsong agenda internasional berikutnya, sekaligus menjadi ajang bagi pelatih untuk menguji kedalaman skuad dan memberi pengalaman kepada pemain-pemain muda.

Implikasi bagi Skuad Amerika Serikat

Kemenangan atas Chile menunjukkan bahwa proyek regenerasi yang dijalankan Pochettino mulai menunjukkan hasil nyata. Kehadiran pemain-pemain muda seperti Albert dan Hall, yang dipadukan dengan pengalaman pemain senior seperti Berhalter dan Richards, memberikan kedalaman skuad yang menjanjikan bagi Amerika Serikat.

Dengan momentum dua kemenangan beruntun, Amerika Serikat akan menghadapi Meksiko dalam laga yang selalu menyajikan atmosfer intens dan daya saing tinggi. Gio Reyna, Tyler Adams, dan Sergino Dest diharapkan menjadi pemimpin yang membimbing inti pemain muda yang energik dalam derby CONCACAF tersebut.

Bagi publik sepak bola Amerika Serikat, munculnya nama-nama baru seperti Mathis Albert dan Julian Hall menjadi sinyal positif bahwa masa depan timnas berada di tangan yang tepat. Rekor yang dipecahkan Albert atas Pulisic bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa kompetisi internal di skuad The Yanks semakin ketat dan berkualitas.

Sementara itu, Chile harus segera bangkit dan mengevaluasi pertandingan ini sebagai bahan pembelajaran menjelang laga-laga berikutnya. Kekalahan dramatis di St. Louis menjadi pengingat bahwa konsistensi selama 90 menit penuh adalah harga mati dalam sepak bola internasional. Laga persahabatan ini pun menegaskan bahwa duel antara Amerika Serikat dan Chile selalu menyajikan cerita yang menarik untuk diikuti.