Víctor Muñoz Tak Frustrasi Jadi Bayangan Lamine Yamal: Kompetisi di Timnas Spanyol Justru Sebuah Privilege

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 01 Oktober 2026 | Suasana ruang konferensi pers Ciudad del Fútbol di Las Rozas, Madrid, terasa hangat ketika Víctor Muñoz duduk menghadapi awak media. Winger muda Liverpool itu baru saja menyelesaikan sesi latihan tertutup, penultima sebelum Spanyol melakoni laga ketiga Liga Nations melawan Republik Ceko di Oviedo. Di hadapan para jurnalis, pemain berusia 23 tahun tersebut berbicara terbuka tentang perannya di Timnas Spanyol, hubungannya dengan Lamine Yamal, hingga pengalaman pahit-manis di Piala Dunia 2026.

Kompetisi dengan Lamine Yamal, Sebuah Kehormatan

Nama Víctor Muñoz kerap disebut sebagai pelapis Lamine Yamal di sektor sayap kanan. Namun, pemain kelahiran Barcelona tahun 2003 itu menegaskan bahwa posisi tersebut sama sekali tidak menimbulkan frustrasi. Baginya, bisa berlatih dan bersaing langsung dengan pemain terbaik dunia adalah kesempatan emas untuk berkembang.

“Intento aprender mucho de él. Es un buen amigo mío, que está conmigo en el día a día. Compartimos muchos momentos juntos y poder tener esa competencia y verlo entrenar cada día es todo un privilegio para mí,” ujarnya dengan nada antusias.

Muñoz menambahkan bahwa dirinya tidak hanya belajar dari Lamine, tetapi juga dari seluruh pemain di skuad Spanyol. Menurutnya, setiap sesi latihan menghadirkan pelajaran berharga, mulai dari ritme permainan, pergerakan tanpa bola, hingga chemistry yang terbangun di antara para pemain.

Debut Manis dan Ambisi Menembus Starting XI

Pada laga melawan Kroasia di Sevilla, Muñoz akhirnya mencatatkan menit bermain sebagai pengganti Lamine Yamal di babak kedua. Itu merupakan penampilan ketiganya bersama La Roja. Ia mengaku merasa nyaman dan yakin bahwa gaya bermain Spanyol sangat cocok dengan karakteristiknya.

  • Peran yang diminta pelatih: Luis de la Fuente meminta Muñoz tampil sesuai karakternya—cepat, vertikal, dan berani melakukan duel satu lawan satu.
  • Adaptasi taktik: Ia menilai sepak bola Spanyol lebih menekankan aspek taktis, sementara Premier League lebih mengandalkan fisik dan intensitas.
  • Target pribadi: Meski tidak mengetahui rencana pelatih untuk laga melawan Ceko, Muñoz menegaskan siap bermain sebagai starter maupun pengganti.

“Poder jugar cualquier partido con esta selección, de inicio o como reserva, es increíble. No sé qué intenciones tiene el míster, pero todo el mundo está entrenando bien, con ganas de jugar,” tuturnya.

Piala Dunia 2026: Antara Euforia Juara dan Rasa Sakit

Di balik gelar juara dunia yang diraih Spanyol di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, Muñoz menyimpan kisah getir. Cedera otot yang dideritanya di penghujung musim membuatnya gagal tampil satu menit pun di turnamen tersebut. Ia mengaku mengalami emosi yang bercampur aduk.

“Fueron muchas emociones encontradas, porque el hecho de ir a un Mundial es un sueño y ganarlo con esta familia ya es algo increíble. Tienes ese premio pero luego notas que tu cuerpo no da más, que vas recayendo y no llegas,” kenangnya.

Meski demikian, pengalaman itu membuatnya lebih matang. Ia belajar mengenal batas kemampuan tubuhnya dan menyadari bahwa sebagai pemain muda, ia tidak bisa memaksakan diri melebihi kapasitas. “Me ayudó a madurar y me quedo con la alegría de haber ganado un Mundial,” tegasnya.

Perbandingan dengan Generasi 2010 dan Atmosfer Skuad

Ketika disinggung soal perbandingan antara Spanyol juara dunia 2010 dan skuad saat ini, Muñoz memilih bersikap hati-hati. Ia menyebut generasi 2010 sebagai tim penuh legenda yang telah menorehkan sejarah, dan membayangkan laga antara kedua era akan menjadi tontonan luar biasa.

“La España de 2010 es un equipazo, con leyendas, jugadores que han hecho historia. No sabría qué responder. Sería un partido increíble y seguro que sería bonito de ver,” ucapnya.

Soal atmosfer di ruang ganti, Muñoz menegaskan bahwa hubungan antar pemain sangat harmonis. Menurutnya, kualitas skuad Spanyol begitu merata sehingga siapa pun yang diturunkan tidak akan menurunkan level permainan. Hal itu, katanya, menjadi pembeda utama dari tim-tim lain.

Adaptasi di Liverpool dan Pandangan tentang Premier League

Kepindahannya dari Osasuna ke Liverpool pada musim panas lalu membawa perubahan besar dalam kariernya. Muñoz mengakui bahwa kecepatan dan intensitas latihan di Inggris jauh berbeda dibandingkan LaLiga. Namun, ia menikmati setiap prosesnya dan merasa terus berkembang.

Ia juga menyoroti bagaimana pemain Spanyol selalu dihargai di manapun mereka bermain. Menurutnya, bermain di luar negeri membuka perspektif baru, tetapi apresiasi terhadap pemain Spanyol tetap tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

Menatap Laga Kontra Republik Ceko

Spanyol saat ini berada dalam momentum positif setelah mengalahkan Inggris 3-2 di London dan menghancurkan Kroasia 4-1 di Sevilla. Menghadapi Republik Ceko di Oviedo, Muñoz berpeluang besar mendapatkan menit bermain lebih banyak, terutama jika pelatih memutuskan untuk merotasi skuad.

Dengan sikap rendah hati dan etos kerja tinggi, Víctor Muñoz membuktikan bahwa menjadi pelapis Lamine Yamal bukanlah beban, melainkan batu loncatan menuju puncak karier. Ia adalah representasi kedalaman skuad Spanyol yang membuat tim ini begitu sulit dikalahkan.

Kompetisi sehat di dalam tim, ditambah pengalaman pahit yang telah dilalui, menjadikan Muñoz sosok yang siap berkontribusi kapan pun pelatih memanggilnya. Bagi pemain muda ini, membela La Roja—baik sebagai starter maupun cadangan—tetap merupakan sebuah kehormatan besar.

Sumber Berita: MARCA, RFEF, Prensa Malagueña, EFE

Penulis: Miguel Ángel Lara (MARCA)
Editor: Redaksi Olahraga