Meksiko Vs Peru: Kritik Pedas Media Meksiko Usai Hasil Imbang 1-1, Rafa Marquez Bela Diri dengan Data Usia Pemain

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 01 Oktober 2026 | Laga persahabatan antara Meksiko vs Peru yang berlangsung di New Jersey berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil tersebut memicu kritik keras dari media Meksiko yang menilai penampilan timnas mereka sangat mengecewakan. Namun, pelatih Rafael Marquez justru membela keputusannya menurunkan pemain muda dengan data rata-rata usia yang jauh berbeda dari lawan.

Kritik Pedas dari Media Meksiko

Media Meksiko tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap hasil imbang melawan Peru. Dalam ulasannya, jurnalis senior Gerardo Velazquez de Leon menyebut tim Peru sebagai “tim dengan kemiskinan sepak bola yang sangat tinggi”. Ia menegaskan bahwa Meksiko seharusnya mampu mengalahkan Peru bahkan dengan tim lapis kedua, ketiga, atau keempat sekalipun.

“Ini hasil buruk bagi Meksiko karena melawan Peru, dengan kondisi sepak bola Peru saat ini, seharusnya bisa dikalahkan dengan tim B, C, atau D,” ujar Velazquez de Leon dalam program Azteca Deportes. Ia menambahkan bahwa meskipun Meksiko menggunakan pemain alternatif, tetap saja hasil imbang melawan Peru tidak dapat diterima.

Kritik tersebut muncul karena Meksiko baru saja memainkan pertandingan kedua dalam agenda FIFA matchday September-Oktober 2026. Sebelumnya, Meksiko juga bermain imbang 1-1 melawan Kolombia di Baltimore. Dua hasil imbang tanpa kemenangan di awal era kepelatihan Rafa Marquez menjadi sorotan tajam publik sepak bola Meksiko.

Pembelaan Rafa Marquez: Data Usia dan Proses Pembinaan

Menghadapi gelombang kritik, Rafa Marquez angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa keputusannya menurunkan sebelas pemain dengan rata-rata usia 24 tahun adalah bagian dari proses evaluasi jangka panjang menuju Piala Dunia 2030. Marquez membandingkan langsung dengan rata-rata usia pemain Peru yang mencapai 29 tahun.

“Saya percaya pada pemain muda. Karena itulah saya berani menurunkan starting eleven ini. Rata-rata usia kami 24 tahun, sedangkan Peru 29 tahun. Saya tidak tahu siapa lagi yang berani melakukan itu,” tegas Marquez dalam konferensi pers usai pertandingan.

Pelatih asal Meksiko itu menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah memberikan pengalaman bertanding di level tinggi kepada para pemain muda. Beberapa nama seperti Oscar Garcia, Hugo Camberos, dan Santiago Sandoval mendapatkan kesempatan debut bersama timnas senior. Marquez juga menyebut Mateo Chavez, yang kini bermain di Belanda, sebagai contoh nyata bagaimana pemain muda bisa berkembang pesat jika diberi kesempatan.

Penampilan Peru dan Sorotan untuk Yoshimar Yotun

Di sisi lain, penampilan timnas Peru mendapat apresiasi dari pengamat dalam negeri. Meskipun media Meksiko meremehkan, Peru menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan saat dibantai Amerika Serikat sebelumnya. Pelatih Mano Menezes menerapkan strategi dengan menempatkan Yoshimar Yotun di posisi sayap kiri yang lebih defensif.

Pengamat sepak bola Peru, Mr. Peet, memuji penampilan Yotun yang dinilai mampu menjalankan tugas berat tersebut dengan baik. “Yotun adalah pemain kelas atas dengan wibawa. Meskipun posisinya tidak biasa, dia tetap tampil memuaskan,” ujar Mr. Peet dalam program Madrugol.

Peru sendiri masih menyisakan satu pertandingan lagi dalam agenda FIFA matchday ini. Mereka akan menghadapi Kanada di Stadion Saputo, Montreal, pada Sabtu 3 Oktober 2026 pukul 13.00 waktu Peru. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Peru untuk membuktikan bahwa hasil imbang melawan Meksiko bukan sekadar kebetulan.

Rekap Hasil dan Jadwal Selanjutnya

Pertandingan Skor Lokasi
Meksiko vs Kolombia 1-1 Baltimore
Meksiko vs Peru 1-1 New Jersey
Peru vs Kanada Belum dimainkan Montreal

Dengan dua hasil imbang, Rafa Marquez menegaskan bahwa tidak ada pemain yang diveto dalam skuad Meksiko. Ia membuka pintu bagi siapa pun yang menunjukkan performa terbaik, terlepas dari usia. Sementara itu, Peru akan berusaha meraih kemenangan pertama di bawah asuhan Mano Menezes saat menghadapi Kanada.

Laga Meksiko vs Peru memang menyisakan cerita panjang. Kritik dari media Meksiko menunjukkan ekspektasi tinggi terhadap tim nasional mereka, sementara Peru justru mendapatkan pijakan positif untuk membangun kepercayaan diri menjelang pertandingan berikutnya. Perbandingan usia pemain menjadi poin penting yang diangkat Marquez untuk membela proses pembinaan jangka panjang yang sedang ia jalankan.

Pada akhirnya, hasil imbang ini menjadi cerminan dua arah berbeda: Meksiko yang tengah mencari identitas baru dengan pemain muda, dan Peru yang berusaha bangkit dari keterpurukan. Keduanya masih memiliki pekerjaan rumah besar sebelum turnamen bergengsi berikutnya. Publik sepak bola Amerika Latin tentu menantikan bagaimana perkembangan kedua tim dalam beberapa bulan ke depan, terutama saat mereka kembali berlaga di panggung internasional.