Marc Pubill: Dari Kontroversi Penalti UEFA hingga Gol Perdana untuk Timnas Spanyol

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 01 Oktober 2026 | Nama Marc Pubill mendadak menjadi perbincangan hangat di jagat sepak bola Eropa dalam sepekan terakhir. Bek muda milik Atlético Madrid itu terseret dalam polemik aturan penalti yang sempat menghebohkan Liga Champions, sebelum akhirnya mencuri perhatian lewat momen manis bersama Timnas Spanyol.

Kontroversi yang Mengubah Aturan Penalti UEFA

Semuanya bermula pada 4 April 2026, ketika Barcelona menjamu Atlético Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions. Dalam laga yang berakhir 0-2 untuk kemenangan Los Colchoneros itu, Marc Pubill melakukan aksi yang kemudian memicu perdebatan panjang.

Kiper Atlético, Juan Musso, meletakkan bola di tanah untuk memulai serangan dari gawang dan menyentuhnya dengan kaki. Bola kemudian mengarah ke Pubill, yang menghentikannya dengan tangan karena mengira tugasnya-lah untuk memulai kembali permainan. Wasit asal Rumania, Istvan Kovacs, bersama tim VAR yang dipimpin Christian Dingert asal Jerman, tidak menganggap aksi tersebut sebagai pelanggaran.

Keputusan itu menuai protes keras dari kubu Barcelona. Pelatih Hansi Flick terang-terangan mempertanyakan fungsi VAR, sementara Diego Simeone membela pemainnya dengan alasan penerapan akal sehat. Barcelona pun mengajukan protes resmi ke UEFA, namun dinyatakan tidak dapat diterima.

Empat bulan berselang, UEFA akhirnya menetapkan pedoman baru. Roberto Rosetti, kepala wasit UEFA, mengakui bahwa aksi semacam itu kerap menimbulkan perbedaan tafsir di antara para pengadil. Sejak Agustus 2026, aturan dipertegas: jika pemain lapangan menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti karena mengira bola itu untuk memulai permainan, dan bola berasal dari rekan setim, wasit wajib menunjuk titik putih.

Misa Rodríguez Jadi Korban Pertama Aturan Baru

Aturan anyar itu langsung menelan korban. Pada 30 September 2026, dalam laga Liga Champions Wanita antara Paris FC dan Arsenal, kiper Arsenal asal Spanyol, Misa Rodríguez, melakukan hal serupa. Ia meletakkan bola di rumput dan mengumpannya dengan kaki kepada bek Leah Williamson, yang lantas menghentikannya dengan tangan.

Wasit Iuliana Demetrescu, yang juga berasal dari Rumania seperti Kovacs, langsung menunjuk titik putih. Penalti itu dieksekusi pada menit ke-86 dan mengubah skor menjadi 2-2, sekaligus merampas kemenangan Arsenal. Misa pun tercatat sebagai korban pertama dari norma yang kini dikenal sebagai ‘penalti a la Marc Pubill’.

Momen Manis Bersama La Roja

Di tengah bayang-bayang kontroversi, Pubill justru menikmati momen terbaiknya. Pada laga kedua Grup 3 Liga Nations di Stadion Ramón Sánchez-Pizjuán, Sevilla, ia mencetak gol perdana untuk Timnas Spanyol saat menghadapi Kroasia.

Bermain di depan 40.294 penonton, Spanyol menang telak 4-1. Lamine Yamal membuka keunggulan pada menit kedua, memanfaatkan umpan matang dari Álex Baena. Kroasia sempat menyamakan kedudukan melalui sundulan Dion Drena Beljo pada menit ke-28, memanfaatkan umpan silang Ivan Perišić.

Namun hanya dua menit berselang, Yamal dengan cepat mengeksekusi tendangan sudut, dan umpan silangnya disambut sundulan tak terbendung dari Marc Pubill. Gol itu tidak hanya mengembalikan keunggulan Spanyol, tetapi juga menandai debut sang bek sebagai pencetak gol di level senior bersama negaranya.

  • Menit 2: Lamine Yamal membuka skor (1-0)
  • Menit 28: Dion Drena Beljo menyamakan kedudukan (1-1)
  • Menit 31: Marc Pubill mencetak gol perdana untuk Spanyol (2-1)
  • Menit 63: Lamine Yamal mencetak gol keduanya (3-1)
  • Menit 88: Nico Williams menutup pesta gol (4-1)

Yamal tampil sebagai bintang dengan dua gol dan satu assist, sementara Pedri yang masuk pada menit ke-57 langsung memberi dampak besar lewat umpan vertikalnya. Hasil ini membawa Spanyol memuncaki Grup 3 dengan enam poin dari dua laga, unggul tiga angka atas Inggris dan Kroasia.

Kemenangan tersebut juga memperpanjang rekor Spanyol menjadi sembilan kemenangan beruntun dan 41 pertandingan resmi tanpa kekalahan. Kemenangan atas Republik Ceko di Oviedo pada Sabtu mendatang akan semakin mendekatkan mereka ke perempat final.

Kesimpulan

Perjalanan Marc Pubill dalam sepekan terakhir bak dua sisi mata uang. Di satu sisi, namanya melekat pada aturan kontroversial yang mengubah cara wasit memandang sentuhan tangan di kotak penalti. Di sisi lain, ia membuktikan kualitasnya sebagai bek modern dengan mencetak gol penting bagi tim nasional. Bagi Spanyol, sosok Pubill menjadi simbol kedalaman skuad yang mampu berkontribusi di kedua ujung lapangan, sebuah modal berharga menuju turnamen-turnamen besar berikutnya.

Sumber Berita: MARCA, Mundo Deportivo, Europa Press, dan laporan langsung dari Stadion Ramón Sánchez-Pizjuán.

Penulis: Redaksi Olahraga
Editor: Redaksi Sepak Bola Internasional