AC Milan di Bawah Amorim: Pulisic Bersinar, Gyokeres Diburu pada 2027

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

AC Milan di Bawah Amorim: Pulisic Bersinar, Gyokeres Diburu pada 2027

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 22 September 2026 | AC Milan kembali menemukan momentumnya di Serie A. Kemenangan 3-0 atas Lecce di San Siro pada Minggu malam menjadi jawaban sekaligus penegasan bahwa proyek Ruben Amorim mulai menunjukkan bentuknya. Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin biasa, melainkan respons setelah kekalahan mengecewakan dari Benfica di Liga Europa, sekaligus hadiah bagi perayaan 100 tahun stadion ikonik tersebut.

Dominasi Total Rossoneri

Sejak menit awal, Milan tampil menekan. Penguasaan bola mencapai 69 persen, dengan 1,93 Expected Goals berbanding hanya 0,17 milik Lecce. Tim tamu nyaris tidak menciptakan peluang berbahaya, sementara Milan mencatatkan lima peluang besar dan 10 tembakan total, empat di antaranya mengarah ke gawang.

Christian Pulisic membuka keunggulan pada menit ke-14 setelah menerima umpan panjang apik dari Strahinja Pavlovic. Gol itu terasa istimewa bagi pemain asal Amerika Serikat tersebut, karena menjadi gol pertamanya bagi AC Milan sejak Desember 2025, atau 266 hari penantian di Serie A. Sepanjang periode itu, ia melepaskan 39 tembakan tanpa hasil sebelum akhirnya mencetak gol pada percobaan ke-40.

Adrien Rabiot dan Diego Moreira menambah dua gol di babak kedua, memastikan kemenangan tanpa drama. Bagi Amorim, ini adalah kemenangan pertamanya melawan Lecce dan pelatih Eusebio Di Francesco, sekaligus kemenangan ke-32 Milan atas Lecce sepanjang sejarah pertemuan resmi.

Amorim Belajar dari Kesalahan di Manchester United

Yang menarik, kemenangan ini lahir dari perubahan taktik berani. Amorim mengubah formasi dari tiga bek menjadi empat bek, meninggalkan struktur kaku yang pernah menjadi penyebab kegagalannya selama 14 bulan di Manchester United, di mana ia hanya memenangi 24 dari 63 pertandingan sebelum akhirnya dipecat.

“Saya tidak bisa mengulangi kesalahan saya di Manchester. Jika kami tidak memiliki karakteristik untuk bermain dengan cara tertentu, kami harus beradaptasi,” ujar Amorim kepada Gazzetta dello Sport.

Ia juga menegaskan pentingnya fleksibilitas dalam memaksimalkan pemain seperti Luka Modric. Menurutnya, dengan Modric, Milan harus mampu menguasai bola dalam waktu lama, bukan sekadar bermain dalam laga transisi. Meski demikian, Amorim mengisyaratkan formasi tiga bek belum sepenuhnya ditinggalkan dan akan kembali diterapkan jika situasi menuntut.

Lini Belakang Mulai Solid

Catatan bersih tanpa kebobolan menjadi angin segar. Sebelumnya, Milan kebobolan lima gol dalam tiga pertandingan terakhir. Koni De Winter tampil sebagai pilar di jantung pertahanan setelah dipilih di atas Matteo Gabbia, ditemani Mario Gila dan Pavlovic yang solid. Pavlovic bahkan menyumbang assist untuk gol pembuka.

Dominasi lini tengah oleh Rabiot dan Modric membuat pertahanan Milan jauh lebih terlindungi, sementara Pervis Estupinan tampil positif di sisi kiri dan membantu meredam ancaman.

Peta Persaingan Serie A Memanas

Dengan hasil imbang antara Roma dan Inter di Stadio Olimpico, klasemen Serie A semakin rapat. Milan kini hanya tertinggal dua poin dari pemuncak klasemen, dan atmosfer positif kembali menyelimuti skuad menjelang jeda internasional.

Pulisic pun mengaku lega. “Ini bukan tahun yang mudah. Saya senang dengan gol hari ini, tapi saat ini yang terpenting adalah terus menang,” katanya kepada DAZN.

Milan dan Juventus Incar Viktor Gyokeres pada 2027

Di sisi lain, AC Milan dikabarkan tengah memantau situasi striker Arsenal, Viktor Gyokeres, untuk potensi kepindahan pada 2027. Laporan Calciomercato menyebut Juventus juga tertarik pada penyerang asal Swedia tersebut, yang kini kesulitan menembus starting XI Mikel Arteta.

Gyokeres baru bermain 29 menit di Premier League dan 207 menit dalam lima penampilan di semua kompetisi musim ini. Kehadiran Kai Havertz sebagai penyerang tengah pilihan utama membuat posisi Gyokeres semakin terpinggirkan. Padahal, ia tiba di Arsenal setelah bersinar bersama Sporting CP dan mencatatkan 21 gol serta tiga assist dalam 55 laga pada musim debutnya.

Kontrak Gyokeres di Arsenal masih berlaku hingga 2030, sehingga klub peminat harus menegosiasikan transfer permanen. Juventus disebut memiliki alasan kuat untuk mencoba, mengingat kebutuhan akan penyerang elite dengan kehadiran fisik dan kemampuan hold-up play yang mumpuni.

Jika situasi Gyokeres tidak membaik, Milan dan Juventus berpotensi menjadi tujuan berikutnya dalam beberapa tahun mendatang. Namun untuk saat ini, fokus Milan tetap pada konsistensi di Serie A dan Eropa.

Kemenangan atas Lecce menjadi bukti bahwa Amorim mampu beradaptasi dan belajar dari masa lalu. Dengan pemain seperti Pulisic yang kembali menemukan ketajaman, lini belakang yang mulai rapat, serta rencana jangka panjang di bursa transfer, AC Milan perlahan menata langkah menuju kompetisi yang lebih kompetitif. Perjalanan masih panjang, tetapi arah Rossoneri di bawah Amorim mulai terlihat menjanjikan.