Gayatri Putri News – 22 September 2026 | Manchester United kembali gagal meraih kemenangan penuh dalam lanjutan Premier League 2026/2027. Bermain di Craven Cottage, Minggu (20/9/2026) malam WIB, Setan Merah harus puas berbagi poin dengan Fulham setelah laga berakhir 1-1. Hasil ini memperpanjang catatan kurang memuaskan pasukan Michael Carrick, yang baru mengoleksi satu kemenangan dari lima pertandingan liga dan kini tertahan di peringkat ke-12 klasemen.
Jalannya Pertandingan
Fulham lebih dulu memecah kebuntuan pada menit ke-63 melalui gol bunuh diri bek Manchester United, Lisandro Martinez. Tuan rumah tampak akan mengunci kemenangan pertama mereka musim ini, sebelum Matheus Cunha menyelamatkan satu poin bagi United lewat golnya pada menit ke-89. Gol tersebut menjadi penentu hasil imbang yang terasa menyesakkan bagi kedua kubu, terutama bagi Fulham yang hampir meraih tiga poin penuh di hadapan pendukung sendiri.
Kritik Pedas untuk Marcus Rashford
Penampilan Marcus Rashford menjadi sorotan tajam setelah laga usai. Mantan striker timnas Inggris, Michael Owen, menyebut Rashford sebagai titik terlemah dalam trisula lini serang Manchester United. Menurut Owen, bahasa tubuh pemain berusia 28 tahun itu menunjukkan kekecewaan yang mendalam dan seolah menanggung beban berat di pundaknya.
“Di sisi kiri, Marcus Rashford mungkin menjadi yang paling minim kontribusi di antara para penyerang. Hari ini dia kembali tampak pasif dari bahasa tubuhnya, hanya wajah muram. Dia sama sekali tidak terlihat menikmati sepak bolanya,” ujar Owen dalam analisisnya di Premier League Productions.
Owen juga mempertanyakan konsistensi Rashford yang sempat menjalani masa peminjaman di Aston Villa dan Barcelona. Meski tampil cukup baik di Spanyol, Barcelona memilih tidak mempertahankannya dan lebih memilih mendatangkan Anthony Gordon. Kini, dengan meningkatnya persaingan di lini depan United, posisi Rashford dinilai paling rentan, terutama jika Benjamin Sesko kembali bugar dan Matheus Cunha digeser ke sisi kiri.
Rekor Buruk Lisandro Martinez
Selain kritik terhadap Rashford, laga ini juga mencatatkan rekor kurang mengenakkan bagi Lisandro Martinez. Gol bunuh diri ke gawang Fulham menjadikan bek asal Argentina itu sebagai pemain Manchester United dengan koleksi gol bunuh diri terbanyak di Premier League sejak era liga modern, yaitu tiga gol. Ia menyamai catatan Jonny Evans, Henning Berg, Wes Brown, dan John O’Shea.
Martinez sebenarnya tampil impresif sejak bergabung dari Ajax pada musim panas 2022. Ia juga sempat mencetak gol pertamanya di kompetisi Eropa dan membantu United mencatatkan clean sheet pada kemenangan 4-0 atas Sabah di Liga Champions. Namun, performa apiknya di Eropa tidak berbanding lurus dengan konsistensi di liga domestik musim ini.
Respons Harry Maguire
Bek senior Manchester United, Harry Maguire, mengakui timnya seharusnya mampu memanfaatkan peluang yang didapat, terutama pada babak pertama. Menurut Maguire, laga tandang di Premier League selalu sulit sehingga setiap momen harus dimaksimalkan.
“Kami harus memanfaatkan peluang dan momen yang kami dapatkan. Ketika Anda bermain tandang di Premier League, itu sulit. Pada babak pertama kami harus memanfaatkan momen kami, sedangkan pada awal babak kedua kami tidak tampil cukup baik,” kata Maguire.
Maguire juga menilai respons tim setelah tertinggal jauh lebih positif dibandingkan pertandingan sebelumnya. Semangat untuk mengejar gol penyama kedudukan hingga menit akhir menjadi satu-satunya catatan positif dari laga ini.
Dampak bagi Manchester United dan Fulham
Hasil imbang ini mempertegas kesulitan Manchester United untuk kembali ke jalur kemenangan. Setan Merah tercatat baru meraih satu kemenangan, dua kekalahan, dan dua hasil imbang di lima laga Premier League. Mereka juga tersingkir dari EFL Cup setelah dikalahkan Brighton & Hove Albion di putaran ketiga. Sementara itu, Fulham masih mencari kemenangan pertama mereka musim ini, meski penampilan melawan United menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
Bagi Manchester United, masalah utama terletak pada ketajaman lini depan dan konsistensi pertahanan. Kritik terhadap Rashford dan rekor buruk Martinez menjadi cerminan bahwa tim asuhan Michael Carrick masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Dengan jadwal padat di Liga Champions dan Premier League, United dituntut segera menemukan solusi sebelum posisi mereka di papan atas semakin terancam.
Sementara itu, bagi Fulham, hasil ini menjadi modal berharga untuk menghadapi laga-laga berikutnya. Meski gagal meraih kemenangan, The Cottagers menunjukkan kemampuan untuk bersaing dengan tim besar dan hampir mengamankan tiga poin penuh di kandang sendiri. Pertandingan ini menjadi pengingat bahwa di Premier League, setiap peluang harus dimanfaatkan dengan maksimal, sebagaimana yang ditekankan oleh Maguire setelah laga usai.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






