Gayatri Putri News – 22 September 2026 | Jornada ketujuh LaLiga 2026/27 menyajikan drama yang tak kalah seru dengan pertandingan itu sendiri. Derbi Madrid di Metropolitano menjadi pusat perhatian setelah Atletico Madrid menundukkan Real Madrid dengan skor 2-1, sebuah hasil yang langsung mengubah peta persaingan di papan atas sekaligus memicu perdebatan panjang soal kualitas pengambilan keputusan wasit.
Derbi Madrid dan Bayang-Bayang Kontroversi
Real Madrid harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Dean Huijsen menerima kartu merah di awal babak kedua. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Atletico melalui gol Alejandro Grimaldo dan Jonathan David, sementara Antonio Rudiger hanya mampu memperkecil kedudukan di menit-menit akhir. Kekalahan ini membuat jarak Real Madrid dengan pemuncak klasemen Barcelona melebar menjadi enam poin.
Wasit Miguel Ángel Ortiz Arias menjadi sasaran kritik tajam. José Mourinho, yang kini menangani Real Madrid, tidak menyembunyikan kekecewaannya dalam konferensi pers dan secara sinis menyoroti kinerja Komite Penunjukan Wasit. Situasi ini memanaskan diskursus publik tentang peran teknologi VAR, yang kembali dipertanyakan pada laga sekelas derbi.
Simulasi Klasemen Tanpa VAR
Pertanyaan menarik muncul: bagaimana bentuk klasemen LaLiga musim ini jika teknologi video assistant referee tidak pernah diterapkan? Sebuah analisis memperlihatkan bahwa Barcelona tetap nyaman di puncak dengan raihan poin sempurna, karena performa mereka dominan baik dengan maupun tanpa bantuan teknologi.
Perubahan signifikan justru terjadi di papan tengah dan bawah. Tanpa VAR, Villarreal diproyeksikan menembus zona Eropa, sementara Osasuna harus terjerumus ke zona degradasi bersama Málaga dan Valencia. Pada kenyataannya, Elche-lah yang menghuni zona merah, bukan Osasuna. Perbandingan ini menegaskan bahwa keputusan wasit berbasis teknologi memiliki dampak langsung terhadap nasib klub-klub di klasemen.
Simeone Sebut Barcelona Terbaik
Diego Simeone, arsitek kemenangan Atletico, justru melontarkan pujian tinggi kepada rival bebuyutannya. Menurutnya, Barcelona saat ini tampil di level yang berbeda dari tim lain di LaLiga.
- Barcelona dinilai mampu menekan lawan di kandang lawan sendiri.
- Raphinha menjelma menjadi mesin gol dengan koleksi 12 gol meski bukan penyerang nomor sembilan murni.
- Lamine Yamal diklaim telah mencetak tujuh gol dan terus berkembang.
- Tim asuhan Hansi Flick tidak takut mengambil risiko, termasuk risiko kebobolan.
Pernyataan Simeone ini menjadi semacam pengakuan bahwa persaingan gelar musim ini akan sangat berat bagi Atletico dan Real Madrid.
Valencia Bergerak Cepat
Di sisi lain, Valencia yang tengah terpuruk di zona degradasi dikabarkan segera menunjuk Javier Aguirre sebagai pelatih anyar. Negosiasi antara pihak klub dan perwakilan pelatih asal Meksiko itu disebut telah memasuki tahap akhir, dengan kontrak berlaku hingga 30 Juni.
Aguirre akan menjadi pelatih ke-67 dalam sejarah Valencia dan yang pertama berasal dari Meksiko. Ia dijadwalkan terbang ke Spanyol pada Rabu dan resmi diperkenalkan pada Kamis. Aguirre akan membawa dua asisten kepercayaannya, Toni Amor sebagai asisten utama dan Pol Lorente sebagai pelatih kebugaran.
Selama masa transisi, pelatih interim Óscar Sánchez tetap memimpin latihan tim utama. Salah satu warisan positif Sánchez adalah munculnya nama-nama muda seperti Aaron Mayol dan Aimar Blázquez yang diproyeksikan mendapat kesempatan bersama Aguirre. Manajemen Valencia dan Aguirre juga telah membahas kebutuhan pasar transfer, terutama di lini belakang dan posisi bek tengah.
Peta Persaingan Jornada Berikutnya
Pada jornada selanjutnya, Barcelona akan menjamu Getafe di Spotify Camp Nou, sementara Real Madrid menyambut Villarreal di Santiago Bernabéu. Atletico Madrid yang kini menempel di posisi kedua bertandang ke markas Alavés, dan Real Betis yang berada di urutan ketiga menjamu Osasuna di La Cartuja.
Dinamika LaLiga musim ini menunjukkan bahwa persaingan tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga di ruang sidang wasit dan bursa pelatih. Barcelona tampil sebagai tim yang paling stabil, Atletico menunjukkan mentalitas juara, Real Madrid bergulat dengan inkonsistensi dan kontroversi, sementara Valencia berusaha menyelamatkan musim mereka dengan mendatangkan pelatih berpengalaman. Semua mata kini tertuju pada jornada kedelapan, yang bisa kembali mengubah wajah klasemen dan menambah panas suhu kompetisi elite Spanyol ini.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






