Gayatri Putri News – 22 September 2026 | Riyadh Air Metropolitano menjadi saksi drama penuh ketegangan dalam lanjutan pekan ketujuh LaLiga 2026/2027. Atletico Madrid sukses menundukkan rival sekota, Real Madrid, dengan skor 2-1 pada Minggu (20/9/2026), sebuah hasil yang tidak hanya mengubah peta persaingan di papan atas klasemen, tetapi juga membuka jalan bagi ancaman sanksi disiplin terhadap kubu tamu.
Jalannya Pertandingan
Babak pertama berlangsung alot tanpa gol. Kedua tim saling meredam, dan Real Madrid hanya mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran hingga turun minum. Ketegangan sudah terasa lewat kartu kuning untuk Marc Pubill pada menit ke-35 dan Cristian Romero pada menit ke-39, dengan beberapa kali intervensi VAR mewarnai jalannya laga.
Situasi berbalik drastis di awal babak kedua. Bek Real Madrid, Dean Huijsen, diganjar kartu merah langsung pada menit ke-52 setelah melanggar Giuliano Simeone di dalam kotak penalti. Bermain dengan sepuluh orang, Real Madrid langsung berada di bawah tekanan.
Hadiah penalti dieksekusi dengan tenang oleh Alejandro Grimaldo pada menit ke-53, membawa Atletico unggul 1-0. Enam menit berselang, keunggulan tuan rumah berlipat. Jonathan David memanfaatkan umpan silang mendatar Giuliano Simeone dan menaklukkan Thibaut Courtois, mengubah skor menjadi 2-0.
Real Madrid sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-89 melalui sundulan Antonio Rüdiger yang memanfaatkan bola mati Bernardo Silva. Namun, gol tersebut tidak cukup menyelamatkan tim tamu dari kekalahan.
Statistik Pertandingan
Secara statistik, Atletico tampil dominan sepanjang laga:
- Penguasaan bola: Atletico 65% – Real Madrid 35%
- Jumlah tembakan: Atletico 12 – Real Madrid 6
- Akurasi umpan: Atletico 91% – Real Madrid 85%
- Kartu merah: Dean Huijsen (Real Madrid, menit 52)
Dampak ke Klasemen
Kemenangan ini mengangkat Atletico Madrid ke posisi kedua dengan koleksi 16 poin dari tujuh laga, sekaligus memangkas jarak dengan Barcelona yang masih kokoh di puncak dengan 21 poin sempurna. Real Madrid harus rela turun ke posisi keempat dengan 15 poin, tertinggal satu angka dari Atletico meski memiliki jumlah kemenangan yang sama. Ini menjadi kekalahan kedua bagi Real Madrid dalam tujuh pertandingan awal musim ini, sementara Atletico mencatat kemenangan ketiga secara beruntun.
Ancaman Hukuman bagi Real Madrid dan Mourinho
Kekalahan di lapangan ternyata bukan satu-satunya masalah bagi Real Madrid. Laporan wasit Miguel Angel Ortiz Arias mencatat bahwa babak kedua dimulai terlambat lima menit dari waktu yang ditentukan karena tim tamu terlambat memasuki lapangan. Hal ini membuka peluang sanksi berdasarkan Pasal 89 regulasi disiplin Federasi Sepak Bola Spanyol.
Pasal tersebut menyebutkan bahwa tim yang terlambat memasuki lapangan, baik pada awal pertandingan maupun babak kedua, dapat dikenai denda hingga 3.000 euro. Untuk pelanggaran pertama, pihak yang bertanggung jawab langsung berpotensi dihukum larangan bertugas hingga dua bulan. Pelanggaran berulang dapat berujung pada pengusiran pelatih utama dari lapangan serta larangan bertugas satu hingga tiga pertandingan.
Pada tahap awal, Komite Disiplin biasanya hanya memberikan peringatan, sebagaimana terjadi pada musim-musim sebelumnya. Denda kepada klub bahkan hukuman kepada Jose Mourinho baru akan dijatuhkan jika terjadi pelanggaran berulang, sekitar tiga kali.
Sejarah Derby Madrid
Derby ibu kota Spanyol ini selalu menyimpan gengsi tersendiri. Dalam 179 pertemuan, Real Madrid masih memegang rekor kemenangan terbanyak dengan 92 kemenangan, sementara Atletico Madrid baru mengoleksi 43 kemenangan, dengan yang terakhir terjadi pada pekan ketujuh musim ini. Sejak era Diego Simeone, Atletico menjelma menjadi penantang tangguh, bahkan dua kali bertemu Real Madrid di final Liga Champions Eropa dalam kurun tiga tahun.
Kemenangan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Real Madrid mempertahankan posisi di papan atas LaLiga. Dengan Barcelona yang masih tanpa cela, jarak enam poin menjadi tantangan besar bagi pasukan Mourinho untuk mengejar ketertinggalan. Di sisi lain, Atletico membuktikan bahwa mereka tetap menjadi ancaman serius dalam perebutan gelar musim ini. Persaingan tiga besar LaLiga dipastikan semakin ketat menjelang pekan-pekan berikutnya, dan tekanan kini berpindah ke kubu Real Madrid, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






