Kim Sang-sik Soroti Drama 9-2 Indonesia vs Bangladesh dan Tekad Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026

Avatar Rizky

by

Published

Last update

5 menit

Read Time

Kim Sang-sik Soroti Drama 9-2 Indonesia vs Bangladesh dan Tekad Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 04 Oktober 2026 | Pelatih Timnas Vietnam, Kim Sang-sik, menjadi salah satu sosok yang menyita perhatian publik sepak bola Asia Tenggara dalam gelaran FIFA ASEAN Cup 2026. Bukan hanya karena performa timnya, tetapi juga komentarnya yang tajam usai menyaksikan laga penuh drama antara Timnas Indonesia dan Bangladesh. Dalam pertandingan terakhir Grup A yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam WIB, Indonesia menghancurkan Bangladesh dengan skor mencolok 9-2.

Kemenangan tersebut tidak sekadar memastikan langkah Tim Merah Putih ke final, tetapi juga menjadi salah satu laga paling produktif dalam sejarah turnamen. Kim Sang-sik mengaku sempat menyaksikan jalannya pertandingan meski tidak secara penuh. Pelatih asal Korea Selatan itu menilai skor 9-2 sebagai kejadian langka yang jarang ditemui dalam sepak bola modern.

“Saya sudah menontonnya meskipun sekilas saja. Tentu saja ada sedikit ketegangan atau ribut-ribut dalam pertandingan tersebut. Menurut pandangan saya, pertandingan seperti ini jarang terjadi di dunia sepak bola masa kini,” ujar Kim Sang-sik.

Ia juga menyoroti tensi panas yang mewarnai duel tersebut, termasuk sejumlah insiden perkelahian antar pemain. Menurutnya, momen-momen semacam itu justru menegaskan bahwa sepak bola tetap menyimpan sisi hiburan yang sulit diprediksi.

“Seperti yang Anda lihat, mereka mencetak sembilan gol, itu tidak bisa diprediksi. Tapi ya, itulah mengapa sepak bola itu menyenangkan,” tegasnya.

Kemenangan dramatis Indonesia atas Bangladesh membuat Bangladesh harus mengubur mimpi, sementara Malaysia yang sebelumnya menang 6-0 atas Singapura harus rela tersingkir karena kalah produktivitas gol. Situasi ini menjadi pahit bagi Harimau Malaya, yang sebenarnya tampil impresif di laga terakhirnya.

Fokus Kim Sang-sik dan Ujian Vietnam di Laga Perebutan Tempat Ketiga

Di sisi lain, Timnas Vietnam masih menyisakan satu pertandingan di FIFA ASEAN Cup 2026. Mereka akan menghadapi Malaysia pada perebutan tempat ketiga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026) sore WIB. Meski hanya memperebutkan posisi ketiga, Kim Sang-sik menegaskan timnya tetap membidik hasil terbaik.

Sebelumnya, Vietnam berhasil mengalahkan Pakistan dengan skor 4-2 dan memastikan tiket ke perebutan tempat ketiga. Dalam laga tersebut, cuaca panas di Jakarta disebut memengaruhi konsentrasi para pemain di babak pertama, yang berujung pada gol pembuka Pakistan. Namun, perubahan strategi dan personel di babak kedua berhasil membalikkan keadaan.

Kim Sang-sik mengapresiasi semangat juang para pemain di paruh kedua. Ia juga menjelaskan bahwa pergantian pemain di akhir laga dilakukan karena cedera yang dialami bek Bui Hoang Viet Anh, sehingga staf pelatih harus menyesuaikan rencana demi menjaga keselamatan pemain.

Kritik dan Eksperimen yang Belum Berbuah Manis

Meski membawa Vietnam ke perebutan tempat ketiga, langkah Kim Sang-sik tidak lepas dari sorotan. Sejumlah eksperimen di lini pertahanan dinilai belum membuahkan hasil memuaskan. Selain Bui Hoang Viet Anh, posisi dua bek tengah lainnya terus dirotasi selama tiga pertandingan fase grup.

Penampilan bek Le Ngoc Bao menjadi salah satu yang paling disorot. Ia beberapa kali ditempatkan sebagai bek tengah kiri, termasuk saat menghadapi Thailand dan Pakistan. Pada kedua laga tersebut, pertahanan Vietnam tampak rapuh dan kebobolan hingga empat gol. Gol pembuka Thailand terjadi karena kesalahan berantai, dengan Ngoc Bao dinilai terlalu tinggi naik sehingga tidak sempat turun, membiarkan Supachai Chaided melewati sisi sayap dan mengirim umpan yang berujung gol Sarach Yooyen.

Kesalahan serupa terulang saat melawan Pakistan. Ngoc Bao gagal menyapu bola di depan kotak penalti, memberi Mohib Ullah ruang untuk menembak dan mencetak gol ke gawang Le Giang Patrik. Selain itu, pemain keturunan Prancis, Adou Minh, juga dinilai belum tampil optimal saat dicoba di posisi bek tengah kanan menggantikan Xuan Manh pada laga melawan Thailand. Hal ini membuat Kim Sang-sik kembali menurunkan Xuan Manh di posisi tersebut saat menghadapi Pakistan.

Kebangkitan dan Pesan “Terbangun” di Ruang Ganti

Di balik kritik terhadap lini belakang, ada kisah positif dari kubu Vietnam. Gelandang Hai Long mengungkapkan bagaimana Kim Sang-sik membangkitkan semangat tim di ruang ganti saat melawan Pakistan. Menurutnya, pelatih berusia 49 tahun itu memberikan instruksi taktis sekaligus motivasi agar para pemain bangkit di babak kedua.

“Di babak pertama, seluruh tim mengalami kesulitan karena cuaca. Saat istirahat, pelatih Kim Sang-sik mengingatkan soal taktik dan memotivasi kami untuk bangun dan tampil berbeda di babak kedua,” kata Hai Long.

Pesan tersebut terbukti efektif. Vietnam tampil lebih agresif setelah jeda, mencetak empat gol dan berbalik unggul. Hai Long sendiri menjadi pencetak gol pertama Vietnam di babak kedua, yang membuka jalan kebangkitan. Pemain seperti Dinh Bac juga memberi dampak signifikan di paruh kedua.

Williams Minh Hoang, yang mencetak gol pertamanya untuk Vietnam, mengaku senang dan menilai timnya menunjukkan mentalitas kuat dengan bangkit dari kekalahan atas Thailand.

Menatap Malaysia dengan Waspada

Menjelang laga melawan Malaysia, Kim Sang-sik menyadari bahwa lawannya telah banyak berubah dibandingkan edisi ASEAN Hyundai Cup sebelumnya. Meski demikian, ia menekankan bahwa fokus utama adalah persiapan timnya sendiri. Ia ingin Vietnam tampil seolah-olah sedang melakoni partai final.

Kim Sang-sik juga mengingatkan bahwa waktu istirahat hanya dua hari dan cuaca ekstrem di Jakarta meningkatkan risiko cedera. Staf medis akan terus memantau kondisi pemain yang mengalami cedera sebelum pertandingan melawan Malaysia.

Sementara itu, pelatih Pakistan, Nolberto Solano, mengakui bahwa timnya kehilangan momentum setelah memulai laga dengan baik. Ia menilai pengalaman bertanding melawan tim kuat seperti Vietnam sangat berharga bagi perkembangan sepak bola Pakistan, meski harus mengakui keunggulan lawan.

Kesimpulan

Kiprah Kim Sang-sik di FIFA ASEAN Cup 2026 menyuguhkan dinamika yang menarik. Di satu sisi, ia menjadi saksi dan komentator atas laga langka Indonesia vs Bangladesh yang berakhir 9-2. Di sisi lain, ia masih harus membenahi lini pertahanan Vietnam yang kerap goyah akibat eksperimen yang belum berhasil. Dengan laga perebutan tempat ketiga melawan Malaysia di depan mata, Kim Sang-sik dituntut untuk membuktikan bahwa Vietnam mampu menutup turnamen dengan hasil terbaik, sekaligus menjawab kritik atas keputusannya merotasi pemain.

Sumber Berita: Liputan6.com, JawaPos.com, Tuoi Tre, VietnamPlus, dan Bongda24h.

Penulis: Tim Redaksi Bola. Editor: Redaksi Olahraga.