Gayatri Putri News – 04 Oktober 2026 | JAKARTA — Partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026 akan mempertemukan Timnas Indonesia melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026, pukul 20.00 WIB. Laga ini menjadi final perdana dalam sejarah turnamen yang mempertemukan 14 negara, terdiri dari 11 anggota ASEAN dan tiga negara undangan, dengan Divisi 1 digelar di Jakarta dan Bandung.
Indonesia melaju ke final sebagai juara Grup A dengan koleksi tujuh poin dari tiga pertandingan, hasil dari dua kemenangan dan satu kali imbang. Puncaknya, skuad Garuda menghantam Bangladesh dengan skor telak 9-2 di SUGBK pada 1 Oktober 2026. Penyerang muda Mitchell Lee Baker tampil menonjol dengan mencetak lima gol, sementara Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks turut mencatatkan nama di papan skor.
Di kubu lawan, Thailand mengamankan tiket final sebagai pemuncak Grup B dengan enam poin. Skuad Gajah Putih mengalahkan Pakistan 4-0 dan Vietnam 2-0 sebelum ditundukkan Filipina 1-2 pada laga terakhir grup. Meski kalah, Thailand tetap finis di puncak klasemen dan berhak melaju ke partai puncak menghadapi tuan rumah.
Rekor Pertemuan Indonesia Vs Thailand
Duel Indonesia dan Thailand bukanlah pertemuan baru. Kedua negara telah berhadapan puluhan kali sejak pertemuan pertama pada 31 Agustus 1957 dalam Turnamen Merdeka, ketika Indonesia menang meyakinkan 4-0. Berdasarkan catatan 11v11, kedua tim telah bertemu 78 kali dengan rincian:
- Indonesia: 25 kemenangan
- Thailand: 37 kemenangan
- Hasil imbang: 16
Indonesia bahkan mengawali sejarah pertemuan dengan empat kemenangan beruntun, meski secara keseluruhan Thailand memiliki catatan kemenangan lebih banyak. Dalam enam pertemuan terakhir yang tercatat, Indonesia belum mampu meraih kemenangan atas Thailand, termasuk kekalahan 0-3 pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 (10 September 2019), imbang 2-2 (3 Juni 2021), kekalahan 0-4 di Piala AFF (29 Desember 2021), imbang 2-2 (1 Januari 2022), dan imbang 1-1 pada 29 Desember 2022. Pertemuan terakhir terjadi di fase grup Piala AFF 2022 dengan skor 1-1.
Pelatih Thailand Soroti Kekuatan Kolektif Garuda
Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, menegaskan tidak menjadikan Ole Romeny maupun Mitchell Baker sebagai ancaman utama. Juru taktik asal Inggris itu justru menyoroti kekuatan kolektif, fisik, serta semangat juang skuad Garuda.
“Saya tidak fokus pada satu pemain Indonesia tertentu. Saya pikir Indonesia adalah tim yang bagus, dengan skuad yang mencakup banyak pemain naturalisasi yang tinggi dan kuat secara fisik. Mereka memiliki kekuatan fisik, kelincahan, dan semangat juang. Kekuatan Indonesia adalah kerja sama tim dan semangat juang yang tinggi, dikombinasikan dengan fondasi fisik yang baik,” komentar Hudson.
Thailand datang ke final dengan kondisi pemain yang relatif terjaga setelah Hudson melakukan rotasi besar pada pertandingan terakhir Grup B melawan Filipina. Thailand juga memiliki sejarah panjang di sepak bola Asia Tenggara dengan tujuh gelar ASEAN Championship, termasuk gelar pada 2024. Namun, rekor tersebut tidak otomatis menentukan hasil final FIFA ASEAN Cup 2026 karena kompetisi ini merupakan turnamen baru yang berbeda dari ASEAN Championship.
Filipina Yakin Final Berjalan Penuh Dinamika
Pelatih Timnas Filipina, Carles Cuadrat, turut menyoroti pertemuan Indonesia dan Thailand di partai final. Menurutnya, duel kedua tim berpotensi berjalan menarik dan penuh dinamika.
“Ya, saya pikir itu bisa menjadi pertandingan yang sangat bagus dengan banyak dinamika,” ujar Carles.
Indonesia memiliki keuntungan sebagai tuan rumah dan baru saja mencatat kemenangan besar atas Bangladesh, sedangkan Thailand membawa pengalaman panjang dalam persaingan sepak bola regional. Final ini sekaligus menjadi pertandingan penutup Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026, sementara pertandingan perebutan tempat ketiga antara Vietnam dan Malaysia juga berlangsung pada hari yang sama.
Kesimpulan
Final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia dan Thailand menjanjikan duel sengit yang sarat sejarah. Indonesia berambisi mengakhiri rentetan hasil tanpa kemenangan atas Thailand dalam beberapa pertemuan terakhir, sekaligus memanfaatkan status tuan rumah dan momentum kemenangan besar atas Bangladesh. Di sisi lain, Thailand datang dengan pengalaman panjang dan kewaspadaan terhadap kekuatan kolektif Garuda, bukan semata pada individu seperti Mitchell Baker atau Ole Romeny. Terlepas dari rekor pertemuan yang masih tertinggal, laga di SUGBK ini akan menjadi penentu siapa yang layak mengangkat trofi perdana FIFA ASEAN Cup.
Sumber Berita: Jambi-Independent.co.id, VIVA, Bola.com, Katadata
Penulis: Redaksi Olahraga
Editor: Redaksi
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






