Zaki Ubaidillah: Bonus Emas Asian Games 2026 Jadi Investasi dan GOR, Target Tembus 10 Besar Dunia

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Zaki Ubaidillah: Bonus Emas Asian Games 2026 Jadi Investasi dan GOR, Target Tembus 10 Besar Dunia

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Moh. Zaki Ubaidillah, tengah menjadi sorotan setelah tampil sebagai penentu kemenangan dramatis tim beregu putra pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pemain yang akrab disapa Ubed itu sukses membekuk wakil Tiongkok, Weng Hongyang, dua gim langsung 23-21 dan 21-13 pada partai kelima di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang. Kemenangan tersebut memastikan Indonesia meraih medali emas setelah sempat tertinggal 0-2 dari Tiongkok.

Dalam laga bergengsi itu, Indonesia harus melalui jalan terjal. Jonatan Christie kalah dari Shi Yu Qi dengan skor 13-21 dan 18-21, disusul pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang tunduk dari Liang Weikeng/Wang Chang lewat pertarungan tiga gim 20-22, 21-19, dan 14-21. Momentum kebangkitan dimulai ketika Alwi Farhan mengalahkan Li Shifeng 23-21, 15-21, 21-16, lalu ganda Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menyamakan kedudukan menjadi 2-2 usai menundukkan He Jiting/Liu Yi 23-21 dan 21-10. Ubed kemudian menyempurnakan comeback bersejarah tersebut.

Meski baru pertama kali tampil di Asian Games, Ubed menolak jumawa. Ia justru menegaskan komitmennya untuk terus membenahi kekurangan diri. “Pastinya saya cukup senang dengan pencapaian di Asian Games ini. Apalagi ini pertama kali saya tampil di Asian Games. Ke depannya masih banyak yang harus saya perbaiki dan saya tambah lagi,” ujar Ubed di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

Bonus Emas untuk Investasi dan Membangun GOR

Atas medali emas tersebut, PP PBSI memberikan apresiasi senilai Rp 2 miliar kepada tim beregu putra. Uang itu kemudian dibagikan kepada para pemain, termasuk Ubed. Apresiasi diberikan pada acara tasyakuran PBSI di Pelatnas Cipayung, Rabu (7/10/2026).

Bagi Ubed, uang apresiasi itu tidak sekadar hasil dari kerja keras di lapangan. Pebulu tangkis asal Sampang, Madura, ini memilih mengalokasikannya menjadi aset jangka panjang. “Kalau buat saya sih tidak jadi tekanan. Mungkin kalau dapat apresiasi atau prize money seperti itu, saya kadang kasih ke orang tua. Saya juga bikin GOR di rumah, buat investasi juga,” katanya.

Selain apresiasi dari PBSI, para pemain dan pelatih juga menerima hadiah jam tangan merek Regan Harney. Momen pemberian hadiah tersebut tersaji dalam acara tasyakuran yang digelar di lapangan Pelatnas PBSI, Cipayung. Sebelumnya, selebrasi para pemain yang kompak menunjuk pergelangan tangan sempat viral di media sosial dan dikaitkan dengan jam Rolex, meski akhirnya hadiah yang diberikan bukan merek tersebut.

Target Ambisius Menembus 10 Besar Dunia

Usai menorehkan sejarah, Ubed tidak ingin berlama-lama larut dalam euforia. Ia menargetkan bisa menembus 10 besar dunia dan lolos ke Olimpiade 2028. Saat ini, pemain berperingkat 29 dunia itu masih memiliki lima turnamen yang akan diikuti hingga akhir tahun.

“Bismillah bisa tembus 10 besar. Tapi target dari diri saya sendiri, apalagi tahun depan sudah mulai race to Olympic, ya bisa main di Los Angeles 2028,” kata Ubed.

Lima turnamen tersebut adalah Denmark Open, French Open, Korea Open, Kumamoto Masters Japan, dan Hong Kong Open. Ubed berharap bisa mengakhiri rangkaian turnamen itu dengan gelar juara, meski menyadari lawan yang dihadapi berkualitas tinggi. “Apalagi yang pertama Denmark Open, Super 750. Di babak pertama saya akan ketemu Victor Lai, ya enggak gampang tapi semoga bisa dikasih yang terbaik. Kalau juara pastinya ingin gelar di Super 500 seperti di Korea atau Kumamoto,” tegasnya.

Fokus Reset, Bukan Euforia

Pelatih Kepala Tunggal Putra, Indra Widjaja, meminta para atletnya agar tidak berlarut dalam euforia Asian Games. Menurutnya, kekalahan di Thomas Cup dan kebanggaan di Asian Games harus segera dilupakan karena pekan depan sudah ada turnamen lagi.

“Sebenarnya yang seperti ini boleh dibilang biasa. Kekalahan saat di Thomas Cup, kemudian kebanggaan kemarin Asian Games, ya jangan berlarut-larut karena pekan depan sudah ada turnamen lagi,” kata Indra. Ia juga memastikan persiapan tim terus berjalan meski ada agenda penghargaan. Khusus Alwi Farhan, jika poin untuk World Tour Final sudah cukup, tidak tertutup kemungkinan ia akan ditarik dari beberapa turnamen, sementara Ubed dipastikan terus berlaga.

Dengan semangat membangun aset, target besar menembus 10 besar dunia, dan fokus yang terus dijaga, Zaki Ubaidillah membuktikan bahwa medali emas Asian Games 2026 bukanlah akhir, melainkan batu loncatan menuju panggung yang lebih tinggi.

Sumber Berita: Jawa Pos, Duta TV, Megapolis.id, Akurat.co

Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda