Subuh Hari Ini: Kabut Asap Kotim Terkurung, Kajian Habib Umar hingga Kapolres Ngaji Bareng Warga

Avatar Rizky

by

Published

Last update

5 menit

Read Time

Subuh Hari Ini: Kabut Asap Kotim Terkurung, Kajian Habib Umar hingga Kapolres Ngaji Bareng Warga

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 01 Oktober 2026 | JAKARTA — Subuh hari ini, Kamis (1/10), menyajikan rentetan peristiwa yang menyentuh berbagai sisi kehidupan masyarakat, mulai dari kabut asap yang enggan beranjak di Kalimantan Tengah, kajian usai salat Subuh bersama ulama asal Yaman, aksi kepolisian menyapa warga, insiden kebakaran sepeda motor, hingga polemik reses anggota dewan di Maluku Utara.

Kabut Asap Kotim Terkurung Akibat Siklus Walker

Di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kabut asap yang bersumber dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti wilayah pada pagi hingga subuh. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotim melalui Stasiun Meteorologi Haji Asan menyebut dinamika atmosfer yang dipengaruhi Siklus Walker menjadi salah satu penyebab asap sulit terurai.

Kepala BMKG Kotim, Mulyono Leo Nardo, menjelaskan bahwa saat ini daya dorong atmosfer cenderung mengarah ke bawah. Kondisi itu membuat uap air tidak terangkat optimal ke lapisan atas, sehingga awan hujan sulit terbentuk dan asap seolah terkurung di permukaan.

“Ketika terjadi updraft atau udara naik, biasanya dalam kondisi cuaca yang labil, kondensasi akan naik ke atas sehingga terbentuk awan. Namun, kondisi sekarang lebih cenderung terjadi daya dorong atmosfer ke bawah. Akibatnya, asap seperti terkurung di permukaan,” ujar Mulyono di Sampit.

Ia menambahkan, Siklus Walker merupakan pola sirkulasi atmosfer di wilayah tropis yang dipengaruhi perubahan suhu permukaan laut di kawasan Pasifik. Pada kondisi tertentu, Indonesia lebih banyak mengalami gerakan udara turun atau downdraft. Rendahnya labilitas atmosfer turut menghambat pertumbuhan awan dan peluang hujan, sehingga asap karhutla bertahan lebih lama.

Kecepatan angin yang relatif rendah memperparah situasi. Tanpa angin kencang, asap tidak terbawa keluar dari wilayah terdampak dan akhirnya berkumpul di satu titik. Dampaknya, jarak pandang masyarakat menurun dan sulit diprediksi karena sumber asap tidak selalu berasal dari lokasi setempat.

Berdasarkan pengamatan historis BMKG Kotim, tingkat kepekatan kabut asap cenderung meningkat pada pagi hingga subuh. Kondisi biasanya mulai membaik sekitar pukul 08.00 WIB hingga menjelang tengah hari.

Kajian Subuh Habib Umar di Masjid Istiqlal

Di Jakarta, suasana subuh juga diwarnai agenda keagamaan. Ulama asal Tarim, Yaman, Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, dijadwalkan kembali mengunjungi Indonesia untuk rangkaian Rihlah Dakwah pada 10–13 Oktober 2026. Agenda tersebut diumumkan melalui situs resmi Habib Umar bin Hafidz.

Pada Ahad (11/10), Habib Umar dijadwalkan mengisi kajian setelah salat Subuh di Masjid Istiqlal, dilanjutkan Majelis Haul Syekh Abu Bakar bin Salim di Jakarta serta Majelis Zikir dan Tazkirah di Institut Al-Fakhriyah pada sore hari. Pada Senin (12/10), kegiatan kembali diawali kajian setelah salat Subuh di Masjid Istiqlal, lalu malam harinya menghadiri Majelis Waz dan Tazkirah Akbar di kawasan Monumen Nasional (Monas) setelah salat Isya. Sementara pada Selasa (13/10), Habib Umar kembali dijadwalkan mengisi kajian setelah salat Subuh di Masjid Istiqlal.

Situs resminya mencantumkan waktu kegiatan dalam zona waktu Makkah dan WIB serta mengingatkan bahwa waktu yang tercantum bersifat perkiraan. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari perjalanan dakwah Habib Umar pada 28 Rabiul Akhir hingga 2 Jumadil Ula 1448 Hijriah. Habib Umar dikenal sebagai pendiri Dar Al-Musthafa, lembaga pendidikan Islam di Tarim, Hadramaut, Yaman.

Subuhan Bareng Kapolres Karanganyar

Di Subang, embun subuh masih menyelimuti Gang Tengah Kelurahan Karanganyar saat warga berbondong menuju Masjid Jami Darussalam. Kehadiran polisi berseragam lengkap di antara dinginnya pagi justru membuat suasana terasa hangat.

“Kami sengaja datang subuh-subuh, karena ingin merasakan apa yang warga rasakan,” ujar Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto.

Kapolres tampak duduk di shaf bersama warga tanpa sekat. Ia datang bukan untuk inspeksi, melainkan untuk beribadah dan mendengarkan. “Tidak ada jarak di atas sajadah, semua sama di hadapan Allah, ini cara kami merawat silaturahmi,” katanya.

Program Subuh Nguriling Dinten Kemis atau Suling Amis menjadi jembatan silaturahmi yang dirawat Polres Subang. Usai salat Subuh berjamaah, obrolan mengalir di teras masjid dengan penuh keakraban. Warga tak segan menyampaikan cerita tentang lingkungan, sementara polisi menyerapnya sebagai bekal menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sepeda Motor Warga Sabu Raijua Terbakar Saat Pemilik Tidur

Di Desa Daieko, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua, sebuah sepeda motor Honda Scoopy nomor polisi DH 2355 KH terbakar saat pemiliknya masih tidur. Kebakaran terjadi pada Selasa (29/9) subuh sekitar pukul 03.10 Wita.

Sepeda motor tersebut milik Agustina Toha (38), warga RT 002/RW 001. Kasus ini dilaporkan Betrik Toha (26) ke Polsek Hawu Mehara, Polres Sabu Raijua. Saat petugas mendatangi lokasi, sepeda motor telah terbakar dan api dipadamkan warga sekitar.

Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp15,5 juta untuk satu unit sepeda motor, ditambah satu STNK dan uang tunai Rp3 juta yang disimpan dalam jok ikut terbakar. Herlince Toha (58) yang berada sekitar 25 meter dari lokasi melihat kobaran api dari arah belakang rumah dan langsung memastikan sumbernya.

Desakan Pencopotan Amin Subuh Menunggu Putusan BK

Di Ternate, desakan agar Wakil Ketua I DPRD Kota Ternate, Amin Subuh, dicopot dari keanggotaan DPRD terus bergulir menyusul polemik pelaksanaan reses anggota DPRD dari Daerah Pemilihan Ternate Selatan-Moti. Koalisi Masyarakat Kota Ternate mendesak Ketua DPD Partai Golkar Maluku Utara dan Ketua DPD Golkar Kota Ternate mengambil langkah tegas.

Polemik mencuat setelah agenda reses enam anggota DPRD dari Dapil Ternate Selatan-Moti dipersoalkan karena tidak dilaksanakan di Pulau Moti. Kegiatan disebut berlangsung di rumah pribadi Amin Subuh di Kelurahan Toboko, Kecamatan Ternate Selatan. Persoalan itu memicu aksi Dewan Perjuangan Rakyat Moti (DPRM) di Kantor DPRD Kota Ternate, Rabu (30/9), yang sempat memanas hingga aksi saling dorong.

Koordinator Koalisi Masyarakat Moti, Mudasir Ishak, menilai polemik tersebut menyangkut hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi kepada wakilnya. Ia mendorong Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Ternate segera memanggil dan memeriksa Amin Subuh bersama lima anggota DPRD lainnya.

Amin Subuh menyatakan menghormati seluruh aspirasi dan kritik masyarakat serta siap memberikan klarifikasi secara terbuka kepada BK DPRD sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku. Ia juga berharap masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum proses pemeriksaan selesai.

Kesimpulan

Subuh hari ini menunjukkan potret Indonesia yang beragam: dari ancaman kabut asap yang dipengaruhi dinamika atmosfer global, cahaya spiritual kajian subuh di masjid negara, kehangatan silaturahmi polisi dan warga, duka kecil kehilangan harta, hingga dinamika politik lokal yang menuntut akuntabilitas. Semua berlangsung dalam satu helaan napas pagi yang sama, mengingatkan bahwa negeri ini bergerak dalam banyak cerita sekaligus.

Sumber Berita: BMKG Kotim, MINA, RRI.co.id, digtara.com, Penamalut.com.

Penulis: Redaksi Subuh Hari Ini
Editor: Ali Farkhan Tsani