Gayatri Putri News – 06 Oktober 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga meskipun tekanan perekonomian global semakin meningkat. Penilaian tersebut disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK yang berlangsung pada 30 September 2026 di Jakarta, yang menyoroti ketidakpastian geopolitik serta pengetatan kebijakan moneter global sebagai tantangan utama.
Pertumbuhan ekonomi global pada 2026 diperkirakan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, meski masih lebih baik dari proyeksi awal. Peningkatan investasi dan perdagangan yang terkait dengan pengembangan kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong utama momentum tersebut.
Tekanan Inflasi Global dan Kebijakan Suku Bunga
Keberlanjutan momentum pertumbuhan masih menghadapi sejumlah tantangan. Eskalasi konflik geopolitik kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia, sementara fenomena El Nino yang sangat kuat berpotensi menaikkan harga pangan dan komoditas pertanian. Kondisi ini memicu kenaikan inflasi global yang pada gilirannya mendorong kebijakan suku bunga higher for longer.
Kenaikan suku bunga kebijakan terjadi di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang, dengan pasar masih mengekspektasikan kenaikan lanjutan pada akhir 2026 hingga 2027. Imbal hasil obligasi pemerintah pun menyentuh level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir, dengan imbal hasil di AS dan Eropa kembali ke level sebelum 2008, sedangkan Jepang ke level sebelum 1997.
Faktor lain yang turut mempengaruhi adalah tingginya kebutuhan pembiayaan pemerintah serta peningkatan penerbitan obligasi jangka panjang oleh perusahaan hyperscaler untuk investasi terkait AI.
Ketahanan Ekonomi Domestik
Di tengah dinamika global tersebut, indikator perekonomian domestik menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Inflasi dalam negeri masih terjaga sesuai target Pemerintah, yang mendorong permintaan domestik dan tingkat konsumsi masyarakat tetap kuat serta menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Sejalan dengan itu, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 0,5 persen. Kenaikan proyeksi ini mencerminkan kepercayaan global terhadap daya tahan perekonomian nasional di tengah tingginya ketidakpastian global.
Perkembangan positif tersebut didukung oleh sektor keuangan yang terus kontributif terhadap pertumbuhan serta stabilitas sektor keuangan yang tetap terjaga dengan fundamental industri jasa keuangan yang solid.
Dinamika Pasar Saham Domestik
Pasar saham domestik bergerak dinamis pada September 2026 seiring meningkatnya volatilitas pasar keuangan global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.071,14 per akhir September, terkoreksi 6,96 persen secara month-to-month (mtm) dan 29,79 persen secara year-to-date (ytd).
Investor asing menunjukkan kecenderungan jual di pasar saham pada bulan laporan dengan net sell tercatat sebesar Rp10,24 triliun, berbalik dari posisi net buy Rp1,19 triliun pada Agustus 2026. Meski demikian, resiliensi dan likuiditas pasar modal domestik terpantau tetap manageable.
Berikut sejumlah indikator pasar saham domestik pada periode laporan:
| Indikator | September 2026 | Agustus 2026 |
|---|---|---|
| IHSG (akhir periode) | 6.071,14 | — |
| Perubahan mtm | -6,96 persen | — |
| Perubahan ytd | -29,79 persen | — |
| Net asing | Net sell Rp10,24 triliun | Net buy Rp1,19 triliun |
| Rata-rata bid-ask spread | 1,20 persen | 1,17 persen |
| Rata-rata Nilai Transaksi Harian | Rp14,94 triliun | Rp15,86 triliun |
Dari sisi likuiditas, rata-rata bid-ask spread di pasar saham domestik tercatat di level 1,20 persen, relatif stabil dibandingkan angka bulan sebelumnya. Sementara itu, Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) di pasar saham pada periode laporan termoderasi menjadi Rp14,94 triliun dari Rp15,86 triliun pada Agustus 2026.
Secara keseluruhan, OJK menilai bahwa stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga di tengah meningkatnya tekanan perekonomian global, didukung oleh fundamental industri yang solid serta ketahanan ekonomi domestik yang terus terjaga.
Sumber Berita: Barito Post (https://www.baritopost.co.id/stabilitas-sektor-jasa-keuangan-terjaga-di-tengah-meningkatnya-tekanan-perekonomian-global/)
Penulis: Redaksi Barito Post
Editor: Redaksi Barito Post
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






