Gayatri Putri News – 12 Oktober 2026 | Gelombang serangan drone yang menargetkan infrastruktur teknologi Rusia kembali terjadi. Kali ini, data center milik raksasa teknologi Yandex di wilayah Vladimir, sebelah timur Moskow, menjadi sasaran dan memaksa fasilitas tersebut sepenuhnya berhenti beroperasi. Insiden ini menandai serangan ketiga terhadap pusat data perusahaan dalam kurun waktu kurang dari sepekan, memicu gangguan masif pada puluhan layanan digital yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari jutaan pengguna.
Data Center Vladimir Lumpuh Total
Fasilitas di distrik Energetik, Vladimir, yang berkapasitas sekitar 40 hingga 50 megawatt dan dirancang menampung hingga 2.880 rak server, mengalami kerusakan pada infrastrukturnya akibat serangan tersebut. Yandex melalui kanal Telegram Yandex Cloud menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun konfigurasi sumber daya yang tersisa digambarkan berada dalam kondisi tidak stabil dan platform beroperasi dalam mode darurat.
Perusahaan mengimbau para pelanggan Yandex Cloud untuk segera mengaktifkan rencana pemulihan bencana serta memperingatkan bahwa komunikasi dengan tim dukungan teknis juga berpotensi terganggu selama proses penilaian kerusakan berlangsung. Hingga kini, Yandex mengaku masih sangat sulit memperkirakan kapan peralatan yang rusak dapat kembali berfungsi normal.
Lebih dari 80 Layanan Terdampak
Dampak dari matinya pusat pemrosesan inti ini menjalar ke berbagai produk konsumen maupun enterprise. Berikut sejumlah layanan yang dilaporkan mengalami gangguan:
- Asisten suara Alice dan platform Smart Home
- Yandex Music serta alat panggilan video Telemost
- Layanan Yandex Cloud seperti Compute Cloud, Object Storage, Managed Kubernetes, serta basis data PostgreSQL dan ClickHouse
- Antarmuka kecerdasan buatan termasuk YandexGPT API, SpeechKit, dan Vision OCR
- Aplikasi taksi Yandex Go, Yandex Pay, Yandex Disk, Yandex Food, dan Kinopoisk
Gangguan tidak hanya dirasakan di Rusia. Pengguna di Kazakhstan, Kirgistan, Armenia, Serbia, Belarus, dan Uzbekistan turut melaporkan kegagalan layanan. Di Uzbekistan, ribuan orang tidak dapat memesan taksi, melihat harga terkini, atau melacak pergerakan bus pada puncak keluhan sekitar pukul 09.00 pagi waktu setempat.
Rangkaian Serangan dalam Empat Hari
Serangan terhadap fasilitas Vladimir merupakan yang ketiga dalam rentang waktu singkat. Serangan pertama terjadi pada malam 7 hingga 8 Oktober ketika drone menghantam data center Yandex di Sasovo, wilayah Ryazan, dan memicu kebakaran yang menghentikan operasional secara total. Fasilitas Sasovo diketahui menampung dua dari tiga superkomputer perusahaan yang digunakan untuk melatih model jaringan saraf, sehingga berpotensi mengganggu pengembangan kecerdasan buatan Yandex.
Serangan kedua berlangsung pada 9 Oktober dengan sasaran data center di wilayah Kaluga, sebelah barat daya Moskow. Akibatnya, sejumlah modul di fasilitas tersebut tidak dapat digunakan dan berbagai layanan kembali mengalami gangguan.
Respons Pihak Berwenang dan Perusahaan
Gubernur Vladimir, Aleksandr Avdeev, menyatakan bahwa serangan tersebut merusak gardu listrik lokal dan memutus aliran listrik di sebagian kota. Pada Minggu pagi, tim utilitas dilaporkan telah memulihkan pasokan pemanas, air, dan sekitar 80 persen listrik di wilayah terdampak.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim sistem pertahanan udaranya menembak jatuh 479 drone sayap tetap Ukraina dalam semalam di 16 wilayah, termasuk Vladimir, Belgorod, Bryansk, Kursk, dan Rostov, serta di Krimea dan Laut Hitam. Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi serangan tersebut dan menyebutnya sebagai respons simetris terhadap serangan Rusia pada infrastruktur Ukraina.
Di sisi lain, Kepala Yandex Uzbekistan, Izazat Shukurov, menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya rencana, perjalanan, dan pesanan para pengguna serta mitra. Ia menegaskan timnya bekerja selama 24 jam untuk memulihkan layanan dan menyelesaikan persoalan yang tersisa, terutama terkait pembayaran, pencairan dana, dan permintaan dukungan.
Langkah Mitigasi dan Dampak Jangka Panjang
Yandex telah mengatur pemindahan data dan layanan klien yang terdampak secara dipercepat ke penyedia cloud lain, termasuk VK Cloud, Selectel, dan K2Cloud. Langkah ini diambil untuk menjaga keberlangsungan operasional bisnis para pelanggan yang bergantung pada infrastruktur perusahaan.
Dalam pernyataannya, Yandex menyebut pusat data sebagai jantung dari perusahaan dan menegaskan bahwa kelayakan operasionalnya sangat kritis bagi layanan yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Serangan bertubi-tubi ini pun memunculkan pertanyaan besar mengenai kerentanan infrastruktur digital strategis di tengah konflik berkepanjangan, serta mendorong percepatan diversifikasi dan penguatan sistem pemulihan bencana di seluruh wilayah operasi perusahaan.
Sejumlah pengguna, termasuk seorang pengemudi taksi berusia 69 tahun bernama Yevgeny di dekat Moskow, mengaku belum pernah mengalami gangguan sebesar ini dalam lima tahun terakhir. Kejadian ini menunjukkan betapa terpusatnya layanan digital di Rusia dan sekitarnya pada sejumlah kecil fasilitas kunci, sehingga satu serangan saja mampu melumpuhkan ekosistem yang sangat luas.
Sumber Berita: Kyiv Post, Spot.uz, Oksijen, SANA, dan kanal Telegram resmi Yandex Cloud.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






