Gayatri Putri News – 12 Oktober 2026 | Nama Arne Slot kembali mencuat dalam peta sepak bola Eropa. Pelatih asal Belanda itu kini menjalani babak baru dalam kariernya setelah resmi meninggalkan Liverpool pada 30 Mei 2026, namun bayang-bayang namanya masih sering dikaitkan dengan sejumlah klub besar, termasuk Tottenham Hotspur yang tengah dilanda krisis performa.
Peran Baru di UEFA Technical Observer Group
Setelah hengkang dari Anfield, Arne Slot tidak lama menganggur. Ia resmi bergabung dengan UEFA Technical Observer Group, sebuah kelompok elite yang beranggotakan mantan pemain, pelatih, dan manajer berpengalaman. Tugas utama kelompok ini adalah mengamati pertandingan di berbagai kompetisi Eropa, menganalisis jalannya laga, mengidentifikasi perkembangan taktik, tren permainan, serta aspek teknis yang menjadi perhatian dalam sepak bola modern.
Dalam kelompok tersebut, Slot akan bekerja bersama sejumlah nama beken seperti Thomas Frank, Gareth Southgate, Roberto Martinez, dan Zlatko Zahovic. Menariknya, dua mantan manajer Liverpool lainnya, Rafa Benitez dan Roy Hodgson, juga menjadi bagian dari grup yang sama. Bergabungnya Slot ke UEFA menandai pengakuan atas kapasitasnya sebagai salah satu pelatih yang punya wawasan taktik mumpuni di Eropa.
Jejak Manis dan Pahit Bersama Liverpool
Karier Slot bersama Liverpool menyimpan cerita dua sisi. Pada musim debutnya, ia sukses membawa The Reds meraih gelar Premier League, sebuah pencapaian yang langsung mengangkat namanya ke jajaran elite pelatih Eropa. Namun, musim berikutnya berjalan jauh dari harapan. Liverpool hanya finis di posisi kelima klasemen dengan koleksi 60 poin, gagal mempertahankan gelar, dan mendapat kritik tajam dari suporter.
Pendekatan taktik Slot dinilai kurang sesuai dengan karakter permainan Liverpool yang identik dengan intensitas tinggi dan pressing agresif. Tekanan semakin berat ketika tim menelan rentetan hasil buruk. Pada Oktober 2025, Slot sempat menyebut timnya merespon sempurna empat kekalahan beruntun dengan membantai Eintracht Frankfurt 5-1 di Liga Champions. Lima gol dicetak oleh Hugo Ekitike, Virgil van Dijk, Ibrahima Konate, Cody Gakpo, dan Dominik Szoboszlai setelah sempat tertinggal lebih dulu.
“Kesamaannya adalah kami sudah menciptakan peluang sebelum kami kebobolan yang pertama, dan peluang pertama yang kami kebobolan biasanya menjadi gol,” ujar Slot saat itu. Ia juga memuji duo Ekitike dan Isak yang dinilai menjadi ancaman besar bagi lawan.
Krisis Cedera dan Jadwal Padat
Masalah tak berhenti di situ. Menjelang laga melawan Aston Villa pada November 2025, Slot mengonfirmasi bahwa Alexander Isak dipastikan absen, sementara kiper Alisson Becker masih belum pulih. “Saya 99,9 persen yakin mereka tidak akan masuk skuad pada Sabtu nanti,” kata Slot dalam konferensi pers.
Ada sedikit kabar baik kala itu ketika Ryan Gravenberch mulai berlatih bersama tim. Liverpool saat itu tertahan di peringkat ketujuh, tertinggal tujuh poin dari Arsenal, dengan jadwal berat melawan Real Madrid dan Manchester City menanti. Krisis diperparah kekalahan 0-3 dari Crystal Palace di Carabao Cup, meski klub telah mengeluarkan dana hingga 446 juta poundsterling untuk belanja pemain.
Dikaitkan dengan Tottenham yang Tengah Terpuruk
Situasi berbeda kini dialami Tottenham Hotspur. Spurs dikabarkan belum berencana memecat Roberto De Zerbi meski mengawali musim Premier League 2026/2027 dengan hasil mengecewakan. Tottenham berada di peringkat ke-18 dengan tiga poin dari enam pertandingan dan belum meraih kemenangan. Laga terakhir berakhir imbang 1-1 melawan Manchester United di Old Trafford, diselamatkan gol Dominic Solanke pada masa tambahan waktu setelah Rodrigo Bentancur mendapat kartu merah.
Manajemen Tottenham disebut masih menaruh kepercayaan kepada De Zerbi karena menilai sang pelatih butuh waktu memaksimalkan skuad yang diwarisinya. Spurs menghabiskan lebih dari 330 juta poundsterling pada bursa transfer musim panas, namun justru kembali terjebak dalam persaingan menghindari degradasi setelah finis di posisi ke-17 pada dua musim sebelumnya.
Di tengah situasi itu, nama Arne Slot kembali mencuat sebagai kandidat potensial pengganti jika manajemen Tottenham mengubah pendirian. Rekam jejak Slot yang mampu meraih gelar Premier League bersama Liverpool menjadi nilai jual tersendiri, meski bayang-bayang kegagalan di musim kedua tetap melekat.
Kesimpulan
Perjalanan Arne Slot menunjukkan dinamika kerasnya dunia kepelatihan sepak bola Eropa. Dari puncak kejayaan bersama Liverpool, keterpurukan yang berujung kepergian, hingga peran barunya di UEFA Technical Observer Group, Slot tetap menjadi nama yang diperhitungkan. Kini, spekulasi soal masa depannya kembali menghangat seiring krisis yang melanda Tottenham Hotspur. Apakah Slot akan kembali ke bangku cadangan Premier League, atau tetap fokus pada perannya sebagai pengamat taktik UEFA, waktu yang akan menjawabnya.
Sumber Berita: BeritaNasional.com, Bola.com, ANTARA
Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






