Gayatri Putri News – 12 Oktober 2026 | Pertandingan antara Sassuolo dan AC Milan di Mapei Stadium pada Minggu malam (11/10/2026) berakhir dengan skor 1-1, tetapi hasil imbang tersebut menyisakan cerita panjang yang jauh lebih menarik daripada sekadar perolehan satu poin. Milan sempat unggul lebih dulu melalui gol Adrien Rabiot pada menit ke-63, namun hanya berselang lima menit kemudian Cas Odenthal menyamakan kedudukan lewat situasi bola mati. Hasil ini membuat Milan tertahan di posisi kelima klasemen Serie A dengan 12 poin dari tiga kemenangan dan tiga hasil imbang.
Muric Jadi Tembok Kokoh Sassuolo
Penjaga gawang Sassuolo, Muric, tampil sebagai bintang utama pertandingan. Dalam beberapa menit yang menentukan, ia menepis peluang bertubi-tubi dari kubu Milan. Dua kali ia menggagalkan usaha Goncalo Ramos, baik melalui tembakan maupun sundulan. Setelah itu, Muric juga menepis sepakan Moreira dan Pavlovic. Bahkan hingga akhir laga, ia tetap menjaga gawangnya dengan penyelamatan dramatis saat keluar dari sarangnya untuk menghalau peluang Ciucueze. Berkat penampilan gemilangnya, Sassuolo yang kini mengoleksi 10 poin di papan tengah berhasil mempertahankan reputasinya sebagai “eksorsis” yang kerap menyulitkan tim-tim besar.
Tiga Insiden di Kotak Penalti Sassuolo
Kekecewaan Milan tidak hanya datang dari hasil akhir. Sejumlah insiden di dalam kotak penalti Sassuolo menjadi sorotan publik sepak bola Italia pada Senin pagi. Berikut tiga momen yang diperdebatkan:
- Tarik-menarik Caleta-Car terhadap Ramos: Bek Sassuolo, Caleta-Car, terlihat memegang Goncalo Ramos saat striker Portugal itu berusaha berlari ke belakang pertahanan. Bola berada jauh di sisi lain lapangan, sehingga isu offside menjadi tidak relevan karena Ramos belum menyentuh bola. Banyak pengamat menilai tarikan tersebut sebagai pelanggaran yang layak dihukum penalti, terutama karena dilakukan tanpa kebutuhan yang jelas.
- Tendangan ke pergelangan kaki De Winter: Insiden kedua adalah tendangan yang mengenai pergelangan kaki De Winter, tetapi wasit tidak memberikan penalti. Momen ini memicu kemarahan warganet yang menilai kualitas pengambilan keputusan wasit menurun setelah jeda internasional.
- Injak-injak terhadap Gila: Insiden ketiga melibatkan injakan terhadap Gila yang juga luput dari hukuman. Ketiga momen ini membuat Milan merasa dirugikan dan memperkuat narasi bahwa mereka tidak mendapatkan perlindungan yang semestinya dari pengadilan pertandingan.
Kritik Amorim dan Kekecewaan Cardinale
Pelatih Milan, Ruben Amorim, mengakui timnya gagal mengelola keunggulan dengan baik. Menurutnya, Milan seharusnya tetap menguasai bola alih-alih mundur dan berusaha bertahan setelah gol Rabiot tercipta. Ia juga menyoroti gol balasan Sassuolo dari tendangan sudut yang dinilainya seharusnya bisa dihindari. Masuknya Luka Modric pada babak kedua sebenarnya memberi dampak positif, tetapi tidak cukup untuk mengubah jalannya pertandingan.
Di sisi lain, pemilik klub Gerry Cardinale dikabarkan sangat kecewa terhadap performa tim maupun sejumlah keputusan wasit Fourneau. Cardinale telah kembali ke Amerika Serikat dan berencana hadir langsung di Milan untuk menyaksikan laga melawan Atalanta pada 18 Oktober mendatang. Ia disebut menginginkan perbaikan substansial, terutama dalam hal kualitas permainan dan konsistensi. Kekecewaan ini muncul karena Milan masih dianggap jauh dari kapasitas untuk bersaing memperebutkan gelar juara.
Sorotan Tajam Media Italia
Kritik pedas datang dari jurnalis Alessandro Bocci melalui Corriere della Sera. Ia menilai Milan menunjukkan kematangan yang rendah dalam mengelola pertandingan sulit. Menurutnya, revolusi taktik Amorim tidak membuahkan hasil nyata karena kurangnya kontinuitas permainan, ketenangan, dan organisasi dalam mengantisipasi bola mati. Bocci bahkan menyebut Goncalo Ramos, yang tajam bersama timnas Portugal, mulai menjelma menjadi masalah bagi Milan. Sementara itu, Juventus yang juga ditahan Cagliari turut menyita perhatian, dengan Spalletti tertinggal lima poin dari puncak klasemen.
Dengan hasil ini, Sassuolo membuktikan diri sebagai lawan yang sulit ditaklukkan bagi Milan. Mereka akan kembali berlaga pada Jumat malam dengan bertandang ke markas Frosinone, sementara Milan harus segera berbenah menyambut laga melawan Atalanta. Jika tidak, tekanan dari pemilik klub dan publik akan semakin besar.
Penulis: Rahmat
Editor: Rizky Zulianda
Sumber Berita: SempreMilan, Rai News (TGR Emilia Romagna), Bola.com, Calciomercato.com, Corriere della Sera
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






