Gayatri Putri News – 02 Oktober 2026 | Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian dalam perombakan Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Sarmuji menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita yang sebelumnya dua periode menjabat sebagai Menperin. Pelantikan ini menjadi awal baru bagi sektor industri nasional yang diharapkan mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi.
Usai prosesi pelantikan, Sarmuji langsung menyampaikan pandangannya mengenai amanah berat yang kini berada di pundaknya. Ia menekankan pentingnya sektor industri sebagai daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.
“Karena itu, itu mesti kita cari problem-problemnya, lalu kita benahi satu-satu. Terutama industri yang berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja dan bisa menjadi pengungkit perekonomian, tentu harus kita utamakan,” ujar Sarmuji kepada awak media.
Fakta Unik: Ketum dan Sekjen Golkar Duduk di Kursi Menteri
Pelantikan kali ini menyimpan catatan menarik. Sarmuji yang merupakan Sekretaris Jenderal Partai Golkar dilantik bersamaan dengan Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Partai Golkar. Bahlil dipercaya menjadi Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Fenomena dua petinggi partai berlambang pohon beringin itu menduduki posisi strategis di kabinet menjadi sorotan publik. Keduanya kini memegang peranan kunci dalam menentukan arah kebijakan energi dan industri nasional.
Jejak Pendidikan dan Karier Sarmuji
Sebelum masuk ke dunia politik praktis, Sarmuji menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Surabaya. Ia lulus dari SDN Medokan Ayu 270 pada 1986, SMPN 17 Surabaya pada 1989, dan SMAN 16 Surabaya pada 1992. Pendidikan tingginya ditempuh di Program Studi Manajemen, Universitas Jember, dan lulus pada tahun 2000.
Selama kuliah, ia aktif sebagai Ketua Koperasi Mahasiswa Unej (1996-1998) dan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jember (1998-2000). Ia kemudian melanjutkan studi pascasarjana bidang ilmu administrasi di Universitas Indonesia dan lulus pada 2005.
- Wasekjen DPP AMPI (2003-2009)
- Ketua KNPI (2008-2011)
- Dewan Penasehat Forum Silaturahmi Santri (2008-2014)
- Sekjen PP AMPG (2010-2015)
- Wasekjen KHTI (2011-2014)
- Wakil Sekretaris Jenderal Pemenangan Pemilu Jawa Kalimantan DPP Partai Golkar (2014-2019)
- Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur (2020-2024)
- Sekjen DPP Partai Golkar (2024 hingga kini)
Di legislatif, Sarmuji menjabat anggota DPR RI selama tiga periode sejak 2014. Terakhir ia duduk sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI yang membidangi perdagangan, kawasan perdagangan, pengawasan persaingan usaha, dan BUMN.
Doa dan Harapan Keluarga di Surabaya
Rasa syukur menyelimuti keluarga besar Sarmuji di Medokan Ayu, Surabaya. Adik kandungnya, M Hadi Setiawan yang juga anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Presiden.
“Kami bersyukur pada Allah SWT dan berterima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh Prabowo Presiden pada kakak saya,” kata Hadi.
Keluarga dan warga Medokan Ayu menggelar doa bersama pada Kamis malam. Mereka berharap Sarmuji senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, serta petunjuk untuk menjadi pemimpin yang amanah. Hadi mengenang sang kakak sebagai pribadi berkarakter halus dan penyabar, serta menegaskan komitmen politik Sarmuji yang selalu mengusung filosofi “politik kekuasaan yang menolong”.
Tantangan Sektor Industri ke Depan
Sebagai Menperin, Sarmuji dihadapkan pada sejumlah pekerjaan rumah besar. Sektor manufaktur nasional dituntut mampu beradaptasi dengan dinamika global, termasuk ketidakpastian ekonomi dunia dan tekanan terhadap rantai pasok. Fokus pada industri padat karya menjadi prioritas mengingat kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja.
Pelantikan Sarmuji bersamaan dengan sejumlah pejabat lain, seperti Menko PMK Sugiono, Menlu Arrmanatha Christiawan Nasir, serta lima wakil menteri yang mengisi posisi strategis di Kabinet Merah Putih.
Dengan latar belakang organisasi dan pengalaman legislatif yang panjang, Sarmuji diharapkan mampu menjembatani kepentingan dunia usaha, tenaga kerja, dan pemerintah. Publik kini menanti langkah konkret menteri perindustrian yang baru dalam membenahi problem-problem mendasar sektor industri, mulai dari daya saing hingga penciptaan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat Indonesia.
Sumber Berita: Republika.co.id, Suara Surabaya, INDOPOS.co.id, Balipost.com, Nusa Daily
Penulis: Redaksi Berita
Editor: Redaksi
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






