Gayatri Putri News – 06 Oktober 2026 | Legenda Manchester United, Paul Scholes, secara terbuka mengaku merasa bertanggung jawab atas kepindahan Paul Pogba dari Old Trafford ke Juventus pada tahun 2012. Pengakuan tersebut disampaikannya dalam siniar bertajuk The Good, The Bad & The Football, yang kemudian dikutip oleh sejumlah media olahraga nasional, termasuk Suara Landak.
Dalam pernyataannya, Scholes menyoroti bagaimana keputusannya untuk membatalkan pensiun menjadi salah satu faktor yang mempersempit ruang gerak Pogba di lini tengah Setan Merah. Saat itu, Scholes yang telah pensiun pada usia 36 tahun memilih kembali memperkuat tim utama secara rutin, tepat ketika Pogba sedang berjuang menembus skuad utama setelah tampil impresif bersama akademi klub.
Dampak Keputusan Scholes terhadap Masa Depan Pogba
Berikut kronologi singkat yang menggambarkan situasi tersebut:
- 2011: Paul Scholes memutuskan pensiun dari dunia sepak bola profesional pada usia 36 tahun.
- 2012: Scholes membatalkan pensiun dan kembali memperkuat Manchester United secara rutin.
- 2012: Paul Pogba, yang kesulitan mendapatkan menit bermain, memilih pindah ke Juventus.
- 2016: Pogba kembali ke Manchester United dengan status pemain termahal dunia saat itu.
Refleksi Seorang Legenda
Pengakuan Scholes ini menunjukkan sisi lain dari dinamika kompetisi di level tertinggi. Meski dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik dalam sejarah Premier League, ia tetap mengakui bahwa keputusannya memiliki konsekuensi langsung terhadap peluang pemain muda seperti Pogba. Pernyataan ini juga menegaskan bahwa persaingan di lini tengah Manchester United saat itu sangat ketat, sehingga bakat muda sekaliber Pogba pun harus rela mencari pengalaman di liga lain.
Hingga kini, kisah kepergian Pogba dari Old Trafford pada 2012 masih menjadi salah satu momen yang sering dibahas dalam diskusi tentang manajemen pemain muda di klub-klub besar Eropa. Pengakuan Scholes menambah dimensi baru dalam narasi tersebut, sekaligus memperlihatkan bahwa seorang legenda pun dapat mengakui perannya dalam sebuah keputusan besar.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






