Gayatri Putri News – 06 Oktober 2026 | Pendiri Bukalapak, Fajrin Rasyid, membagikan strategi membangun talenta digital serta pengalamannya merintis usaha kepada mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam sebuah diskusi ilmiah yang digelar pada Rabu, 30 September 2026. Acara tersebut disiarkan secara langsung dan diikuti mahasiswa dari Kampus Ganesha, Jatinangor, hingga Cirebon.
Dalam paparannya, Fajrin menekankan bahwa fondasi utama pengembangan talenta digital adalah kemampuan teknis yang kuat disertai kemauan untuk terus belajar. Ia menuturkan bahwa perjalanan Bukalapak bermula dari kolaborasi tiga mahasiswa Teknik Informatika ITB angkatan 2004, yakni dirinya bersama Achmad Zaky dan Nugroho Herucahyono. Usaha berbasis aplikasi daring itu awalnya dijalankan dari garasi dan tempat kos pada tahun 2009.
“Bukalapak itu didirikan oleh tiga orang alumni ITB Informatika 2004 semuanya. Kami bertiga itu memang dulu semua geek begitu ya. Kerjanya coding, bikin aplikasi yang kemudian menjadi awal, sehingga lahirlah Bukalapak di garasi atau kos-kosan di tahun 2009,” ujar Fajrin.
Kunci Pengembangan Talenta Digital
- Kemampuan teknis yang mendalam. Penguasaan coding dan pemahaman teknologi menjadi modal dasar yang tidak bisa dilewatkan.
- Kolaborasi tim. Membangun usaha digital tidak bisa dilakukan sendiri; dibutuhkan kerja sama antarindividu dengan keahlian yang saling melengkapi.
- Keberanian memulai dari kecil. Fajrin mencontohkan bagaimana Bukalapak dirintis dari garasi dan kos-kosan sebelum berkembang besar.
- Konsistensi dan ketekunan. Proses merintis usaha membutuhkan ketahanan menghadapi tantangan yang datang silih berganti.
- Adaptasi terhadap perkembangan zaman. Talenta digital dituntut terus memperbarui keterampilan agar tetap relevan.
Resep Merintis Usaha Digital
Selain membahas talenta digital, Fajrin juga membeberkan resep merintis usaha perintisan atau startup di hadapan para mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa ide besar tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Yang terpenting adalah kemauan untuk mengeksekusi ide tersebut dan belajar dari setiap proses yang dilalui.
Fajrin menjelaskan bahwa latar belakang sebagai mahasiswa informatika memberikan bekal teknis yang memadai untuk membangun produk digital. Namun, ia juga menekankan pentingnya memahami kebutuhan pengguna agar produk yang dihasilkan benar-benar bermanfaat.
| Aspek | Penekanan Fajrin Rasyid |
|---|---|
| Talenta digital | Kemampuan teknis, kolaborasi, dan pembelajaran berkelanjutan |
| Merintis usaha | Keberanian memulai, konsistensi, dan pemahaman kebutuhan pengguna |
| Latar belakang | Pendidikan informatika sebagai fondasi teknis |
Diskusi ilmiah ini menjadi wadah bagi mahasiswa ITB untuk menggali wawasan langsung dari salah satu pendiri perusahaan teknologi Tanah Air. Fajrin berharap semakin banyak talenta digital muda yang lahir dan mampu berkontribusi bagi perkembangan industri teknologi di Indonesia.
Melalui sharing session tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga motivasi untuk berani memulai langkah pertama dalam membangun karier maupun usaha di bidang digital.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






