Gayatri Putri News – 04 Oktober 2026 | Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terus menggenjot program pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Langkah terbaru diwujudkan melalui penanaman 1.000 biji benih jagung di lahan pembinaan yang berlokasi di lingkungan lapas setempat.
Kegiatan penanaman tersebut dilakukan secara bersama-sama pada Sabtu (3/10/2026). Hadir langsung Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah, Kepala Seksi Kegiatan dan Produksi (Kasi Giatja) Bagus Paras Etika, sejumlah petugas, serta warga binaan yang terlibat aktif sejak proses awal.
Dalam pelaksanaannya, Kalapas dan Kasi Giatja turut mendampingi warga binaan sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan sesuai dengan program pembinaan kemandirian yang telah disusun. Warga binaan tidak hanya menjadi penonton, tetapi dilibatkan langsung dalam setiap tahapan penanaman.
Pertanian sebagai Sarana Pembinaan Nyata
Bagi warga binaan, kegiatan ini bukan semata-mata diarahkan pada hasil panen yang akan diperoleh. Keterlibatan langsung dalam proses pertanian dinilai menjadi sarana efektif untuk membangun keterampilan, tanggung jawab, serta pengalaman kerja yang dapat menjadi bekal berharga setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.
Kalapas Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah menegaskan bahwa bidang pertanian merupakan salah satu pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan karena memberikan pengalaman nyata kepada warga binaan.
“Kami terus mendorong kegiatan pembinaan yang memberikan pengalaman nyata kepada warga binaan. Penanaman jagung ini bukan hanya tentang hasil yang akan dipanen, tetapi bagaimana warga binaan mendapatkan keterampilan, pengalaman, dan rasa tanggung jawab dari proses yang mereka jalani,” ujar Akhmad.
Senada dengan hal itu, Kasi Giatja Lapas Kelas IIA Banjarmasin Bagus Paras Etika menyampaikan bahwa warga binaan mendapatkan kesempatan untuk mempelajari proses pertanian secara langsung.
“Penanaman jagung ini memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk belajar langsung melalui praktik. Mulai dari penanaman hingga perawatan nantinya, seluruh proses menjadi pengalaman yang dapat menambah keterampilan mereka di bidang pertanian,” ujar Bagus.
Tahapan Pembinaan Pertanian yang Dijalani Warga Binaan
Melalui program ini, warga binaan menjalani serangkaian tahapan yang dirancang untuk membentuk disiplin dan kemandirian. Berikut tahapan yang dilalui:
- Persiapan lahan: warga binaan dilibatkan dalam menyiapkan lahan pembinaan agar siap tanam.
- Penanaman benih: sebanyak 1.000 biji benih jagung ditanam bersama petugas dan warga binaan.
- Perawatan tanaman: warga binaan bertanggung jawab merawat tanaman hingga masa panen tiba.
- Panen dan pemanfaatan hasil: hasil panen diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus pengalaman kerja.
Program pembinaan berbasis pertanian ini menjadi salah satu upaya Lapas Banjarmasin dalam menyiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan yang aplikatif. Keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan diharapkan dapat menjadi modal bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat, baik untuk bekerja maupun membuka usaha sendiri di sektor pertanian.
Dengan pelibatan langsung dalam setiap proses, warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis bertani, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab terhadap hasil kerja mereka. Langkah ini sejalan dengan upaya pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan kesiapan warga binaan menghadapi kehidupan setelah masa pidana berakhir.
Sumber Berita: Barito Post (https://www.baritopost.co.id/lapas-banjarmasin-tanam-1-000-benih-jagung-bekali-warga-binaan-keterampilan-bertani/)
Penulis: Arsuma
Editor: Mercurius
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






