Gayatri Putri News – 04 Oktober 2026 | Sebanyak 35 warga binaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin menerima premi atas keterlibatan mereka dalam program pembinaan kemandirian selama periode September 2026. Penyerahan premi berlangsung sederhana di lingkungan lapas setempat pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Pemberian premi ini menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi warga binaan dalam berbagai kegiatan kerja produktif yang dijalankan melalui program pembinaan kemandirian. Apresiasi tersebut sekaligus menjadi dorongan agar mereka terus mengembangkan keterampilan dan meningkatkan kualitas hasil karya.
Diikuti Sejumlah Pejabat Lapas
Kegiatan pembagian premi dihadiri Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, didampingi Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Bagus Paras Etika serta Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Obi Noverianda.
Dalam kesempatan itu, Kalapas Akhmad Herriansyah menegaskan komitmen Lapas Banjarmasin untuk terus meningkatkan kualitas program pembinaan kemandirian agar memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
Kualitas Produk Jadi Kunci
“Pembinaan kemandirian harus terus kita tingkatkan, terutama dari kualitas keterampilan dan produk yang dihasilkan. Kalau kita tingkatkan kualitas kita dalam produk dan keterampilan, maka pasaran kita akan naik dan premi kita akan naik,” ujar Kalapas.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas keterampilan dan produk menjadi bagian penting dalam pengembangan pembinaan kemandirian. Warga binaan tidak hanya diarahkan untuk memiliki keterampilan, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang berkualitas dan bernilai ekonomi.
Penjelasan Teknis Pelaksanaan
Sementara itu, Kasi Giatja Bagus Paras Etika menjelaskan sisi teknis pelaksanaan pembinaan kemandirian, termasuk pemberian premi kepada warga binaan yang terlibat dalam kegiatan kerja produktif.
“Warga binaan diberikan kesempatan untuk bekerja dan mengembangkan keterampilan sesuai bidang pembinaan yang diikuti. Premi diberikan sebagai bentuk penghargaan atas keterlibatan mereka dalam kegiatan kerja sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan,” jelas Bagus.
Berikut sejumlah poin penting dari program pembinaan kemandirian di Lapas Banjarmasin:
- Warga binaan mengikuti kegiatan kerja produktif sesuai bidang pembinaan.
- Premi diberikan sebagai bentuk penghargaan atas keterlibatan dalam kegiatan kerja.
- Peningkatan kualitas produk menjadi kunci agar nilai ekonomi karya meningkat.
- Program diarahkan agar keterampilan menjadi bekal saat kembali ke masyarakat.
Motivasi bagi Warga Binaan
Bagi warga binaan, penerimaan premi menjadi bentuk penghargaan yang turut memberikan motivasi untuk terus mengikuti kegiatan pembinaan. Salah satunya dirasakan warga binaan berinisial A.
“Senang dan bersyukur bisa menerima premi dari hasil kerja. Ini menjadi motivasi bagi saya untuk lebih rajin bekerja dan meningkatkan keterampilan,” ungkapnya.
Pembagian premi menjadi bagian dari pelaksanaan pembinaan kemandirian di Lapas Banjarmasin. Melalui kegiatan kerja produktif, warga binaan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sekaligus mendapatkan apresiasi atas keterlibatan mereka dalam menghasilkan produk dan karya.
Lapas Banjarmasin terus mendorong pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






