Gayatri Putri News – 12 Oktober 2026 | Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, terus menorehkan sejarah baru dalam kariernya. Pemain berusia 19 tahun itu kini disebut-sebut tengah memburu rekor yang sebelumnya diukir Kylian Mbappe, striker Real Madrid, di ajang Liga Champions. Laporan media Spanyol, Mundo Deportivo, menyebutkan bahwa gelar Liga Champions menjadi salah satu tantangan terbesar yang kini dihadapi pemain bernomor punggung 10 tersebut.
Di kompetisi paling prestisius di Eropa itu, tempat di mana kesalahan berbuah mahal dan para bintang besar cenderung bersinar, Yamal mencatatkan sejumlah rekor yang beberapa tahun lalu terasa mustahil. Salah satu pencapaian tersebut sudah menyandang namanya: ia mencetak 11 gol di Liga Champions sebelum menginjak usia 19 tahun, melampaui rekor yang dibuat Mbappe dengan sepuluh gol pada usia yang sama.
Striker Real Madrid itu sebelumnya telah menaikkan standar dengan mencetak 13 gol di Liga Champions sebelum berusia 20 tahun, sebuah angka yang selama ini dijadikan tolok ukur pengaruh salah satu striker paling menentukan di generasinya. Kini, nama Lamine Yamal muncul dalam perlombaan tersebut.
Setelah mencetak gol ke gawang Feyenoord pada laga pertama musim ini, koleksi pemain bernomor 10 Barcelona itu mencapai 12 gol dan 11 assist dalam 34 pertandingan yang ia jalani di kompetisi Eropa paling prestisius tersebut. Dengan demikian, ia hanya tertinggal satu gol dari menyamai rekor Mbappe yang berjumlah 13 gol. Melihat level permainan sang pemain yang luar biasa, angka tersebut sangat dekat untuk disamai atau bahkan dilewati.
Pesaing Baru di Papan Atas LaLiga
Di pentas domestik, performa Yamal juga mendapat sorotan tersendiri. Penyerang muda Racing Santander, Yassir Zabiri, kini menjadi buah bibir setelah mencetak tujuh gol musim ini, jumlah yang sama dengan torehan bintang-bintang dunia seperti Lamine Yamal, Kylian Mbappe, dan Sergio Camello. Pemain berusia 21 tahun asal Maroko itu menjadi proyek personal Chema Aragon dan bergabung dengan klub Cantabria dengan status pinjaman dari Rennes.
Meski demikian, hanya Raphinha yang berada di atas mereka dalam perburuan Pichichi dengan 12 gol. Performa Zabiri telah melampaui ekspektasi, terlebih ia merupakan top skor di Piala Dunia U-20 yang dimenangkan Maroko.
Peran Sentral Bersama Timnas Spanyol
Kontribusi Yamal juga terlihat jelas bersama Timnas Spanyol. Usai menjuarai Piala Dunia 2026, La Furia Roja mencatatkan empat kemenangan beruntun di UEFA Nations League pada jeda internasional September-Oktober 2026. Yamal menjadi pencetak gol pembuka dalam kemenangan 3-2 atas Inggris di Wembley, 4-1 atas Kroasia, dan 3-1 atas Ceko, serta menambah satu gol lagi kontra Kroasia pada pertemuan kedua yang berakhir 2-1.
- Spanyol 3-2 Inggris (26 September 2026) – Yamal membuka skor pada menit ke-2
- Spanyol 4-1 Kroasia (29 September 2026) – Yamal mencetak dua gol
- Spanyol 3-1 Ceko (3 Oktober 2026) – Yamal membuka keunggulan pada menit ke-6
- Kroasia 1-2 Spanyol (6 Oktober 2026) – Mikel Merino menjadi pahlawan kemenangan
Empat kemenangan beruntun tersebut menunjukkan konsistensi Spanyol dalam menjaga performa setelah menjuarai Piala Dunia 2026. Yamal dan kolega juga memperlihatkan mentalitas kuat dengan mampu bangkit ketika menghadapi situasi tertinggal, sebuah modal berharga untuk menjaga peluang meraih gelar UEFA Nations League 2026/2027.
Persaingan Ballon d’Or 2026 Memanas
Peta persaingan menuju Ballon d’Or 2026 semakin menarik setelah Piala Dunia 2026 memberikan gambaran lebih jelas mengenai para kandidat terkuat. Penghargaan individu paling prestisius di dunia sepak bola itu dijadwalkan berlangsung di London Palladium pada 26 Oktober 2026, menandai pertama kalinya acara tersebut digelar di luar Paris. Pemungutan suara sendiri telah ditutup pada 28 September 2026.
Yamal masuk ke tahap akhir persaingan sebagai salah satu kandidat terkuat setelah membantu Barcelona menjuarai LaLiga dan berperan besar dalam kesuksesan Spanyol di Piala Dunia. Di usia yang baru 19 tahun, ia berpeluang menjadi pemenang Ballon d’Or termuda dalam sejarah. Ia finis di posisi kedelapan pada 2024 sebelum menjadi runner-up pada 2025 di belakang Ousmane Dembele, sekaligus meraih Kopa Trophy secara beruntun sebagai pemain muda terbaik dunia.
Sepanjang musim 2025-26, Yamal mencatatkan 24 gol dan 18 assist dalam 45 penampilan bersama klub dan negara. Namun, ambisinya menghadapi tantangan berat dari Harry Kane, yang kini memimpin prediksi bandar taruhan. Kapten Timnas Inggris itu dilaporkan mencetak 73 gol dalam 65 penampilan kompetitif sepanjang musim 2025-26, termasuk 61 gol untuk Bayern Munich dan 12 gol untuk negaranya. Kane juga meraih Bundesliga, DFB-Pokal, dan Sepatu Emas Eropa setelah mencetak 36 gol liga.
Dukungan pun mengalir untuk Kane, termasuk dari presiden kehormatan Bayern, Uli Hoeness, yang menyebut sang striker sangat layak meraihnya. Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, juga memuji perkembangan Kane yang dinilai semakin membaik. Rekor gol Kane membuatnya melesat di atas Yamal dalam pasar taruhan, meski pemain Spanyol itu menikmati kesuksesan tim yang cukup besar.
Rekor demi Rekor
Terlepas dari persaingan individu tersebut, fokus Yamal tetap pada pencapaian di lapangan. Rekor Liga Champions menjadi target berikutnya. Dengan hanya selisih satu gol dari catatan Mbappe, peluang untuk menyamai atau melampaui rekor tersebut terbuka lebar mengingat usia dan konsistensinya saat ini. Barcelona sendiri dijadwalkan menghadapi Galatasaray di Liga Champions, sementara Real Madrid akan bersua Roma, memberi panggung bagi kedua bintang untuk saling unjuk kemampuan.
Perjalanan Yamal dari pemain muda berbakat menjadi salah satu nama terdepan di sepak bola dunia berlangsung cepat. Ia telah membuktikan bahwa dirinya mampu bersaing dengan nama-nama besar, baik di level klub maupun timnas. Jika mampu menjaga performa dan menghindari cedera, bukan tidak mungkin ia akan menutup musim ini dengan sejumlah rekor baru atas namanya sendiri, sekaligus memperkuat posisinya dalam perebutan Ballon d’Or 2026.
Dengan Liga Champions yang masih menyisakan banyak laga dan persaingan domestik yang ketat, publik sepak bola dunia akan terus menyaksikan bagaimana Lamine Yamal menapaki jalannya menuju status legenda. Semua mata kini tertuju pada setiap gol dan assist yang ia ciptakan, karena setiap catatan bisa menjadi sejarah baru bagi generasi muda sepak bola Spanyol.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






