Lamine Yamal Gemilang, Spanyol Hancurkan Kroasia 4-1 dan Pecahkan Rekor Dunia

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 01 Oktober 2026 | Stadion Ramon Sanchez Pizjuan di Sevilla menjadi saksi bisu lahirnya sebuah catatan bersejarah dalam dunia sepak bola internasional. Timnas Spanyol sukses membungkam Timnas Kroasia dengan skor telak 4-1 pada lanjutan Grup C Liga 1 UEFA Nations League, Selasa (29/9) waktu setempat. Kemenangan ini tidak hanya memperkokoh posisi La Roja di puncak klasemen, tetapi juga menorehkan rekor dunia baru sebagai tim dengan rentetan pertandingan tanpa kekalahan terpanjang, yakni 40 laga.

Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, menjadi aktor utama di balik pesta gol Spanyol. Pemain berusia belia itu tampil luar biasa dengan mencetak dua gol dan satu assist, membuktikan kualitasnya sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di generasi saat ini.

Jalannya Pertandingan

Spanyol langsung tancap gas sejak peluit kick-off dibunyikan. Baru memasuki menit kedua, Lamine Yamal sudah membuka keunggulan melalui tendangan jarak jauh yang tidak mampu dijangkau kiper Kroasia, Dominik Livakovic. Gol cepat itu sontak membakar semangat para pendukung tuan rumah yang memadati stadion.

Kroasia tidak tinggal diam. Pada menit ke-28, Dion Drena Beljo berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan memanfaatkan celah di dalam kotak penalti. Namun, keunggulan Spanyol kembali tercipta hanya dalam waktu tiga menit. Marc Pubill memenangkan duel udara dan mengarahkan sundulannya ke gawang Kroasia, mengubah skor menjadi 2-1 pada menit ke-31.

Spanyol sebenarnya sempat menambah gol melalui aksi Mikel Oyarzabal sebelum turun minum, namun wasit menganulirnya karena posisi offside. Memasuki babak kedua, Yamal kembali menunjukkan ketajamannya. Pada menit ke-63, ia mencetak gol keduanya sekaligus membawa Spanyol menjauh 3-1. Gol tersebut lahir dari kecerdikannya mengecoh Livakovic, rekan setimnya di Barcelona, setelah mempelajari kebiasaan kiper tersebut selama sesi latihan.

Kroasia berusaha mengejar ketertinggalan, tetapi pertahanan Spanyol tampil solid. Beberapa peluang tambahan, termasuk tendangan Pedri, berhasil diredam Livakovic. Spanyol akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 4-1 setelah Nico Williams mencetak gol pada menit ke-89.

Pujian untuk Lamine Yamal

Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, memberikan pujian tinggi kepada Lamine Yamal. Menurutnya, kontribusi pemain muda tersebut bukan sekadar pencapaian individu, melainkan bagian dari strategi kolektif tim yang berjalan sempurna.

“Lamine menunjukkan kematangan luar biasa. Ia tidak hanya mencetak gol, tetapi juga berkontribusi dalam membangun serangan dan membantu pertahanan. Sikap rendah hati di luar lapangan menjadi nilai tambah bagi dirinya,” ujar De la Fuente dalam konferensi pers usai pertandingan.

Statistik Yamal dalam delapan pertandingan terakhir di level klub dan nasional sangat mencengangkan. Ia telah berkontribusi langsung dalam 18 gol, terdiri dari 11 gol dan tujuh assist. Performa gemilang ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai kandidat kuat peraih Ballon d’Or di masa mendatang.

Rekor Bersejarah La Roja

Kemenangan atas Kroasia membawa Spanyol melewati rekor sebelumnya yang dipegang Italia dengan 37 laga tanpa kekalahan. Rentetan positif ini dimulai sejak Maret 2024, ketika Spanyol terakhir kali takluk 0-1 dari Kolombia dalam laga uji coba. Sejak saat itu, La Roja menjelma menjadi kekuatan yang nyaris tak tersentuh.

Di bawah asuhan Luis de la Fuente, Spanyol meraih gelar Euro 2024 dan Piala Dunia 2026. Meski sempat menelan kekalahan melalui adu penalti dari Portugal pada final Nations League 2024/25, catatan 40 laga tanpa kalah dalam waktu normal tetap menjadi pencapaian luar biasa.

Statistik Spanyol Kroasia
Gol 4 1
Pencetak Gol Yamal (2), Pubill, Williams Beljo
Poin Grup C 6 3
Posisi Klasemen 1 3

Dampak pada Klasemen

Tambahan tiga poin membuat Spanyol sempurna dengan enam poin dari dua pertandingan, kokoh di puncak klasemen Grup C Liga 1 UEFA Nations League. Sementara Kroasia harus puas turun ke peringkat ketiga dengan raihan tiga poin dari dua laga.

Fokus Timnas Spanyol kini beralih ke pertandingan berikutnya. Mereka akan menghadapi Ceko pada 3 Oktober, sebelum kembali bertemu Kroasia tiga hari kemudian. Dengan momentum positif ini, La Roja optimistis dapat melanjutkan tren kemenangan dan memperpanjang rekor tak terkalahkannya.

Kemenangan atas Kroasia menjadi bukti nyata bahwa Spanyol bukan hanya tim yang bertumpu pada satu pemain. Kombinasi pemain muda berbakat seperti Lamine Yamal, Pedri, dan Nico Williams dengan pemain senior berpengalaman menciptakan keseimbangan sempurna. Luis de la Fuente berhasil membangun skuad yang solid, disiplin, dan haus akan prestasi.

Bagi Kroasia, kekalahan ini menjadi pukulan telak. Meskipun sempat menyamakan kedudukan, mereka tidak mampu mengimbangi kecepatan dan kreativitas permainan Spanyol. Pelatih Kroasia harus segera melakukan evaluasi sebelum menghadapi laga-laga berikutnya yang tidak kalah berat.

Secara keseluruhan, pertandingan ini menjadi panggung bagi Lamine Yamal untuk menunjukkan bahwa dirinya layak diperhitungkan di level tertinggi. Dengan usia yang masih sangat muda, potensinya masih akan terus berkembang. Jika konsisten, bukan tidak mungkin ia akan menjadi legenda sepak bola Spanyol di masa depan.

Sumber Berita: Media Kampung, Tribratanews.polri.go.id, JPNN.com, ANTARA, BALIPOST.com.

Penulis: Yan Antono | Editor: Redaksi Media Kampung