Jadi Wamenkeu Baru, Luky Alfirman Fokus 3 Hal Ini Usai Dicopot Purbaya

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Jadi Wamenkeu Baru, Luky Alfirman Fokus 3 Hal Ini Usai Dicopot Purbaya

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 01 Oktober 2026 | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Penunjukan ini menjadi babak baru bagi birokrat senior yang sebelumnya dicopot dari posisi Direktur Jenderal Anggaran oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di tengah polemik anggaran pengadaan motor listrik program MBG.

Luky kini mendampingi Menteri Keuangan Suahasil Nazara bersama dua Wamenkeu lainnya, yakni Juda Agung dan Nurkholisoh Ibnu Aman yang dilantik pada hari yang sama. Kembalinya pria kelahiran Bandung, 27 Maret 1970 itu ke lingkungan Kementerian Keuangan disambut hangat oleh koleganya.

Fokus Tiga Hal Utama

Dalam pertemuan pertamanya, Luky mengaku memiliki perasaan campur aduk dengan jabatan baru yang diembannya. Ia merasa kaget sekaligus senang bisa kembali berada di lingkungan Kemenkeu. Kendati demikian, dia juga merasa berat menerima penugasan tersebut karena akan melewati berbagai tantangan.

Dalam kesempatan itu, Luky berseloroh bahwa selama beberapa bulan terakhir dirinya melakukan hibernasi. Karena itu, ia mengaku membutuhkan waktu untuk kembali beradaptasi di lingkungan kementerian.

“Kemarin saya ada masa hibernasi, saya juga butuh waktu, dukungan, bantuan, untuk bisa catch up dan update untuk mengejar perkembangan terkini,” tutur Luky.

Meski demikian, ia menegaskan akan fokus pada tiga hal utama dalam menjalankan amanah barunya, yakni menjaga stabilitas fiskal, memperkuat sinergi kebijakan anggaran, serta memastikan program prioritas pemerintah berjalan tepat sasaran.

Rekam Jejak Panjang di Kemenkeu

Luky bukanlah sosok baru di ruang lingkup Kementerian Keuangan. Ia telah berkarier di Kemenkeu sejak 1 Maret 1995 atau lebih dari tiga dekade. Berikut perjalanan kariernya:

  • 1994: Lulus Sarjana Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB)
  • 2000: Meraih Master of Arts in Economics dari University of Colorado Boulder, Amerika Serikat
  • 2004: Meraih gelar Ph.D bidang ekonomi
  • Karier awal di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebagai Kepala Subbagian Kelembagaan dan Pelaporan
  • Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan dan Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana
  • Kepala Subdirektorat Manajemen Transformasi dalam program reformasi administrasi perpajakan
  • Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Kebayoran Lama
  • 2011: Plt Kepala Pusat Kebijakan APBN, lalu Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro
  • 2015: Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan Sekretariat Jenderal Kemenkeu atau chief of staff Menteri Keuangan

Respons Kolega

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyambut kembalinya Luky ke lingkungan Kemenkeu. Menurutnya, Luky bukan sosok asing karena telah memiliki rekam jejak kepemimpinan yang panjang di jajaran kementerian tersebut.

“Kita udah tahu beliau yaa udah lama di kemenkeu sudah kerja di sana,” kata Juda Agung saat ditemui awak media di Rancamaya Bogor.

Juda menekankan rekam jejak Luky yang pernah menduduki sejumlah posisi penting, mulai dari Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), hingga Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR/DJSEF).

“Saya kira beliau menguasai banyak aspek ya, termasuk di anggaran, oh saya belum tahu pernah di anggaran, pernah di perimbangan keuangan, pernah di mana lagi itu anggaran sudah, di DJSEF,” ujar Juda.

Polemik yang Mengiringi

Penunjukan Luky sebagai Wamenkeu tak lepas dari polemik yang sempat menerpa kariernya. Ia pernah dicopot dari posisi Dirjen Anggaran oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Salah satu sorotan publik adalah perannya yang pernah meloloskan anggaran pengadaan motor listrik untuk program MBG.

Meski begitu, pengalaman panjangnya di berbagai direktorat jenderal diyakini menjadi modal berharga untuk membantu Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam mengelola keuangan negara di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis.

Dengan latar belakang akademik yang kuat serta pengalaman birokrasi lebih dari tiga dekade, Luky Alfirman diharapkan mampu memperkuat jajaran pimpinan Kemenkeu dalam menjaga stabilitas fiskal dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Redaksi Ekonomi

Sumber Berita: JawaPos.com, Okezone.com, Berita Mediatama Indonesia