Kualitas Udara Jambi Hari Ini Memburuk: Kabut Asap Karhutla Selimuti Kota, Warga Diminta Waspada

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Kualitas Udara Jambi Hari Ini Memburuk: Kabut Asap Karhutla Selimuti Kota, Warga Diminta Waspada

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | Kualitas udara Jambi hari ini kembali mencatatkan kondisi yang mengkhawatirkan. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sebagian besar wilayah Provinsi Jambi, seiring dengan kemarau ekstrem yang berkepanjangan. Situasi ini memaksa pemerintah daerah mengambil sejumlah langkah darurat untuk melindungi masyarakat dari paparan partikel pencemar yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Berdasarkan pemantauan titik panas di Pulau Sumatra, Jambi tercatat memiliki 224 titik hotspot. Angka tersebut menempatkan Jambi sebagai salah satu wilayah dengan kontribusi titik panas cukup signifikan, setelah Sumatra Selatan yang mencapai 3.328 titik, Lampung 330 titik, dan Bangka Belitung 225 titik. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa asap yang menyelimuti Kota Jambi berasal dari pembakaran lahan yang masih berlangsung di berbagai daerah.

Gubernur Jambi Serukan Penghentian Pembakaran Lahan

Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa penanganan karhutla saat ini harus difokuskan pada upaya pemadaman titik api secara masif. Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk menghentikan segala bentuk aktivitas pembakaran, baik hutan, lahan, maupun sampah, guna mencegah kondisi pencemaran udara semakin memburuk.

“Penanganan di lapangan menjadi hal penting untuk menekan penyebaran asap yang berdampak luas terhadap masyarakat,” tegas Al Haris. Ia juga mengingatkan bahwa kebiasaan membakar sampah perlu dihentikan karena dapat menambah sumber asap di tengah kondisi udara yang tidak sehat.

Dampak kabut asap kini dirasakan di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga perekonomian. Terbatasnya jarak pandang akibat kabut asap dikhawatirkan dapat mengganggu jadwal penerbangan, sementara aktivitas harian masyarakat ikut terdampak oleh kondisi udara yang tidak sehat.

Pemkot Jambi Perkuat Bantuan Air Bersih dan Masker

Pemerintah Kota Jambi bergerak cepat mengatasi dampak kekeringan dan kabut asap. Pemkot telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 1.935.404 liter kepada masyarakat. Berdasarkan data pada laman pemantauan resmi Pemkot Jambi, per 9 Oktober 2026 tercatat 435 permintaan atau kegiatan penyaluran air bersih selama Agustus hingga Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 336 kegiatan telah selesai dilaksanakan, sedangkan 99 lainnya masih dalam proses penyaluran.

Distribusi air bersih dilakukan bersama sejumlah pihak, terutama Perumda Air Minum Tirta Mayang, untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang mengalami kesulitan memperoleh air selama musim kemarau. Salah satu penyaluran dilakukan pada 6 Oktober 2026, ketika Pemkot Jambi mendistribusikan sekitar 12.000 liter air bersih kepada warga Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kecamatan Kota Baru. Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha turut turun langsung ke lapangan untuk menyerahkan bantuan tersebut.

Selain air bersih, Pemkot Jambi telah menyalurkan 3.765 kotak masker dari total persediaan bantuan sebanyak 5.070 kotak hingga periode pelaporan Oktober 2026. Penyaluran tersebut tercatat dilakukan sebanyak 72 kali dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah di lingkungan Pemkot Jambi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga organisasi kemasyarakatan. Masker yang disalurkan berasal dari sejumlah sumber bantuan, di antaranya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan forum tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Kesiapsiagaan Sektor Kesehatan dan Pendidikan

Pemkot Jambi meningkatkan kesiapsiagaan sektor kesehatan untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap masyarakat. Fasilitas pelayanan kesehatan disiagakan untuk menangani berbagai gangguan kesehatan yang berpotensi meningkat akibat paparan asap, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Masyarakat diimbau menjaga kondisi tubuh, membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, serta menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu dan partikel pencemar. Pemerintah kota juga mengambil langkah antisipatif melalui penyesuaian kegiatan pembelajaran dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko paparan asap terhadap peserta didik, sejalan dengan surat edaran Kementerian Lingkungan Hidup yang meminta pemerintah daerah melindungi warga.

KLH Minta Pemda Lindungi Kelompok Rentan

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengeluarkan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2026 tentang Upaya Strategis Perlindungan Masyarakat Terdampak Asap Kebakaran Lahan Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH Noer Adi Wardojo mengatakan bahwa pemerintah daerah diminta bertindak dengan menghentikan kegiatan luar ruangan yang tidak esensial, menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh, serta menerapkan work from home bagi ASN atau pekerja yang memungkinkan bekerja dari rumah.

Selain itu, pemda diminta memberikan perlindungan khusus kepada kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit jantung dan paru. Pemerintah daerah setidaknya harus meningkatkan informasi dan peringatan kesehatan kepada masyarakat.

Sebagai gambaran, nilai ISPU tergolong baik berada dalam rentang 0-50, sedang 51-100, dan tidak sehat 101-200. Pada level tidak sehat, semua orang diminta waspada dan mengurangi aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan. Kondisi udara di sejumlah kota di Sumatra memang tengah memburuk, seperti Pekanbaru yang mencatat konsentrasi PM2.5 mencapai 117,4 mikrogram per meter kubik, sementara Palangka Raya bahkan menembus ISPU 3.970 atau level berbahaya.

Meski demikian, BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang berpotensi turun di sebagian wilayah Sumatra, termasuk Jambi dan Riau, yang diharapkan dapat membantu mengurangi kabut asap dan memperbaiki kualitas udara dalam beberapa hari ke depan.

Kondisi kualitas udara Jambi hari ini menuntut kewaspadaan seluruh pihak. Kolaborasi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menekan dampak karhutla. Masyarakat diimbau menggunakan air bersih secara bijak, mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan yang membutuhkan penanganan medis. Dengan langkah bersama, risiko kesehatan akibat buruknya kualitas udara diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin.

Penulis: Rizky Zulianda
Editor: Rizky Zulianda

Sumber Berita: Jambi-Independent.co.id, Katadata.co.id, Riauin.com, JekTVNews.com