Gayatri Putri News – 05 Oktober 2026 | SKOPJE — Timnas Skotlandia akhirnya memecah kebuntuan. Dalam laga matchday ketiga UEFA Nations League 2026/2027 Grup B1, The Tartan Army sukses menekuk tuan rumah Makedonia Utara dengan skor 2-0 di Toshe Proeski Arena, Skopje. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi pelatih Sebastien Pocognoli sejak mengambil alih kursi kepelatihan, sekaligus mengakhiri paceklik gol yang sempat mencekam skuad asuhannya.
Laga yang digelar Sabtu malam waktu setempat itu juga menorehkan sejarah tersendiri bagi kapten Skotlandia, Andy Robertson. Bek kiri yang kini memperkuat Liverpool itu resmi mengoleksi 100 caps bersama tim nasional putra Skotlandia, menjadikannya pemain kedua yang mencapai tonggak tersebut setelah legenda hidup Kenny Dalglish yang mengoleksi 102 caps.
Robertson Ikuti Jejak Dalglish
Robertson tampil begitu agresif di sepertiga akhir lapangan untuk menandai momen bersejarahnya. Ia melepaskan empat percobaan dalam 13 menit pembuka, sebuah catatan yang tidak biasa bagi seorang bek kiri.
“Saya kira Kenny Dalglish akan khawatir dengan rekor golnya dalam beberapa menit pertama! Saya punya sekitar enam tembakan!” kelakar Robertson usai laga, seperti dikutip dari BBC Scotland.
Pemain berusia 32 tahun itu mengaku emosional dengan pencapaiannya. “Itu sangat berarti bagi saya, dan itu sangat berarti bagi keluarga saya. Saya sudah pergi sekarang 100 kali; saya jadi kasihan kepada istri saya! Ini adalah perjalanan yang luar biasa,” ujarnya.
“Saya mencintai negara ini, hanya ada satu orang sebelum saya di sepak bola putra yang melakukan itu, jadi ini adalah pencapaian yang cukup spesial,” tambah Robertson.
Namun, ia menegaskan bahwa fokus utamanya tetap pada kemenangan tim. “Mereka memberi presentasi yang bagus untuk saya; saya bilang kepada mereka saya menginginkan kemenangan. Para pemain tampil sangat baik untuk meraih kemenangan, ini akan menjadi sesuatu yang spesial bagi saya dan keluarga saya,” tuturnya.
Jalannya Pertandingan
Skotlandia membuka keunggulan pada menit ketujuh melalui gol curling spektakuler Kieron Bowie. Gol tersebut menjadi gol internasional senior pertama bagi sang penyerang, tercipta dengan cara yang istimewa.
Tim tamu mendominasi jalannya pertandingan meski sempat mengalami ketegangan di lini belakang pada akhir laga. John McGinn dengan tenang mengeksekusi penalti pada menit ke-69 setelah kemelut di depan gawang, memastikan kemenangan 2-0 bagi Skotlandia.
Namun, kemenangan ini tidak datang tanpa harga. Bek Scott McKenna diganjar kartu merah langsung, membuatnya harus absen pada laga berikutnya. Insiden ini menambah daftar panjang pemain yang menerima kartu merah pada matchday ketiga UEFA Nations League musim ini.
Tekanan yang Terjawab
Kemenangan ini menjadi pelepas tekanan besar bagi Pocognoli. Pelatih asal Belgia itu sebelumnya menghadapi sorotan tajam setelah hasil imbang tanpa gol melawan Slovenia dan kekalahan kandang 3-0 dari Swiss. Masa kepemimpinannya dimulai dengan paceklik gol yang mengkhawatirkan, membuat Skotlandia gagal mencetak gol dalam empat pertandingan beruntun untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka, mengulangi periode kelam yang terakhir terjadi pada Mei 1971.
Sebelum laga, Pocognoli menegaskan bahwa kemenangan sangat krusial untuk membangkitkan semangat timnya. “Kami ingin meraih kemenangan yang positif di lapangan. Kemenangan memberikan kegembiraan dan kebebasan dalam bermain, serta mempercepat proses pengambilan keputusan,” ungkapnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa timnya harus menang, meski menyadari pentingnya hasil positif secepatnya. “Tidak, karena tantangannya lebih panjang daripada pemusatan latihan ini. Kami harus melakukannya sedikit demi sedikit,” tegas Pocognoli.
Kegagalan untuk menang akan membuat Pocognoli sejajar dengan John Prentice, Berti Vogts, dan George Burley sebagai satu-satunya pelatih Skotlandia yang tanpa kemenangan dalam tiga pertandingan pertama mereka. Kini, catatan itu tidak akan terjadi.
Makedonia Utara di Ambang Krisis
Bagi Makedonia Utara, kekalahan ini memperpanjang derita mereka di Grup B1. Tim asuhan pelatih tersebut kini menelan dua kekalahan dari dua pertandingan, setelah sebelumnya tumbang 0-3 dari Swiss di kandang dan kalah 0-2 dari Slovenia saat bertandang.
Yang lebih mengkhawatirkan, Makedonia Utara kini gagal mencetak gol dalam enam pertandingan beruntun. Krisis gol ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim pelatih jika ingin bangkit di laga-laga selanjutnya.
Rekor Tandang Skotlandia
Kemenangan di Skopje ini menegaskan kembali soliditas Skotlandia saat bermain di kandang lawan. Berikut catatan tandang mereka dalam beberapa laga terakhir:
- Hanya kalah sekali dalam tujuh pertandingan tandang terakhir di semua kompetisi
- Mencatat lima clean sheet dalam periode tersebut
- Tidak terkalahkan dalam tiga pertemuan terakhir melawan Makedonia Utara sejak September 2008
Tambahan tiga poin ini mengangkat Skotlandia ke peringkat ketiga klasemen Grup B1 UEFA Nations League 2026/2027. Perhatian kini beralih ke laga kandang melawan Slovenia di Hampden Park pada 6 Oktober, yang akan menutup jeda musim gugur sebelum aksi grup berlanjut dengan dua laga terakhir pada November.
Dampak Kartu Merah di Matchday Ketiga
Matchday ketiga UEFA Nations League 2026/2027 memang diwarnai aksi pelanggaran keras yang berbuah fatal. Sebanyak tujuh pemain menerima kartu merah dan dipastikan absen membela negaranya pada laga berikutnya.
| Pemain | Tim | Dampak |
|---|---|---|
| Torbjorn Heggem | Norwegia | Kalah 1-2 dari Wales |
| Dayot Upamecano | Prancis | Ditahan Italia 1-1 |
| Radu Dragusin | Rumania | Kalah 0-6 dari Polandia |
| Kostas Pileas | Siprus | Menang 2-0 atas Armenia |
| Etrit Berisha | Albania | Kalah 1-2 dari Finlandia |
| Ladislav Krejci | Ceko | Kalah dari lawannya |
| Scott McKenna | Skotlandia | Menang 2-0 atas Makedonia Utara |
Menariknya, dua tim yang bermain dengan 10 pemain, yakni Siprus dan Skotlandia, justru mampu mempertahankan kemenangan mereka. Sementara itu, Polandia mencatat kemenangan terbesar dengan menghajar Rumania 6-0 setelah Dragusin diusir pada menit ke-22, dengan Robert Lewandowski mencetak hattrick dalam laga tersebut.
Kemenangan Skotlandia di Skopje menjadi bukti bahwa determinasi dan pemahaman taktik yang cepat dari para pemain mampu mengatasi tekanan. Bagi Pocognoli, ini adalah fondasi yang tepat untuk membangun kembali kepercayaan diri timnya menghadapi laga-laga krusial berikutnya. Bagi Robertson, 100 caps adalah warisan yang akan dikenang sepanjang sejarah sepak bola Skotlandia.
Sumber Berita: IDN Times, Goal.com, Bisnisia.id, JawaPos.com
Penulis: Markus Thobias News Channel
Editor: Adhe Makayasa
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






