KAI Commuter Kawal KRL Bermasalah hingga Depok

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

KAI Commuter Kawal KRL Bermasalah hingga Depok

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 10 Oktober 2026 | Gangguan pada pintu rangkaian KRL nomor 1382 relasi Jakarta Kota-Bogor membuat perjalanan kereta tersebut harus mendapat pengawalan khusus hingga Stasiun Depok pada Jumat (9/10/2026). Insiden ini menjadi perhatian serius bagi operator angkutan umum tersebut karena menyangkut keselamatan penumpang di tengah jam sibuk perjalanan malam.

KAI Commuter mengambil langkah pengamanan setelah pintu kedua rangkaian CLI-225 tidak dapat ditutup saat kereta tiba di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Kondisi pintu yang gagal menutup sempurna tersebut berpotensi membahayakan penumpang, terutama saat kereta melaju dengan kecepatan normal di jalur rel.

Kronologi Kejadian di Stasiun Tanjung Barat

Berdasarkan informasi yang dihimpun, gangguan mulai terdeteksi ketika kereta berhenti di Stasiun Tanjung Barat. Petugas di lapangan segera melaporkan kondisi tersebut ke pusat kendali untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. KAI Commuter kemudian berkoordinasi dengan petugas terkait, termasuk teknisi INKA, untuk memeriksa dan menangani kerusakan tersebut.

Namun, pemeriksaan awal menunjukkan pintu yang mengalami gangguan belum dapat diperbaiki. Tim teknis memutuskan bahwa perbaikan menyeluruh membutuhkan waktu lebih lama sehingga tidak memungkinkan dilakukan di tengah perjalanan. Keputusan pun diambil untuk tetap mengoperasikan kereta dengan prosedur pengamanan ketat.

Langkah Pengamanan Selama Perjalanan

Kereta tetap melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Depok pada pukul 19.05 WIB dengan pengawasan petugas keamanan dalam kereta atau Walka. Selama perjalanan, kecepatan KRL dibatasi maksimal 30 km/jam sebagai langkah pengamanan. Pembatasan kecepatan ini bertujuan mengurangi risiko yang mungkin timbul akibat pintu yang tidak tertutup rapat.

Beberapa langkah pengamanan yang diterapkan antara lain:

  • Pengawalan petugas keamanan dalam kereta (Walka) sepanjang perjalanan
  • Pembatasan kecepatan maksimal 30 km/jam
  • Koordinasi intensif dengan teknisi INKA untuk pemeriksaan kerusakan
  • Pemantauan kondisi pintu secara berkala oleh petugas di dalam kereta

Dampak terhadap Penumpang

Meski perjalanan tetap dilanjutkan, insiden ini berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi penumpang. Pembatasan kecepatan membuat waktu tempuh menjadi lebih lama dari biasanya. Selain itu, keberadaan petugas keamanan tambahan di dalam kereta menunjukkan tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi terhadap potensi risiko.

KAI Commuter menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional. Langkah pengawalan hingga Stasiun Depok dipilih agar penumpang tetap dapat mencapai tujuan dengan tingkat risiko yang terkendali.