Gayatri Putri News – 10 Oktober 2026 | Chicago Bulls menelan kekalahan tipis 104-100 dari Memphis Grizzlies pada laga pramusim kedua mereka di United Center, Chicago, Jumat malam waktu setempat. Kekalahan ini membuat tim asuhan Tiago Splitter tersebut mencatatkan rekor 1-1 di pramusim, namun bagi sebagian besar pendukung, hasil akhir bukanlah hal yang utama.
Wilson Bersinar, Buzelis Tinggalkan Lapangan Lebih Awal
Caleb Wilson menjadi sorotan dengan torehan 21 poin, termasuk lima tembakan tiga angka, setelah tampil kurang menonjol di paruh pertama. Namun, laga tersebut juga diwarnai kabar kurang sedap bagi Bulls. Matas Buzelis harus meninggalkan lapangan lebih awal akibat masalah pergelangan kaki, sementara Jalen Smith menyusul Zach Collins dan Nic Claxton ke dalam daftar cedera. Kondisi ini tentu menjadi perhatian tersendiri bagi tim medis dan staf pelatih menjelang musim reguler.
Di kubu Grizzlies, Cameron Boozer, pilihan ketiga dalam NBA Draft 2026, mencatatkan 10 poin dengan akurasi 3-5 dari lapangan, empat rebound, dan tiga assist. Seluruh produksi Boozer tercipta di paruh pertama, dan ia hanya menyaksikan dua kuarter terakhir dari bangku cadangan. Dengan kepergian Ja Morant ke Portland, Boozer diproyeksikan menjadi bagian inti permainan Memphis, membentuk frontcourt bersama Zach Edey dan Jaylen Wells, dengan Jerami Grant juga berpeluang mendapatkan menit bermain besar.
Powell dan Tiga Pemain yang Menunjukkan Kualitas
Meski kalah, ada sejumlah pemain Bulls yang memberikan harapan bagi para penggemar. Norman Powell tampil sebagai sosok veteran yang bisa diandalkan di sisi ofensif. Pada kemenangan atas Phoenix, ia mencetak 14 poin dalam 14 menit, menembak 3-4 dari tiga angka, dan mendapatkan enam kesempatan free throw. Kehadiran Powell diyakini dapat mengisi peran yang dulu dipegang DeMar DeRozan sebagai andalan di momen-momen krusial.
Selain Powell, sejumlah pemain muda juga menunjukkan sinyal positif. Beberapa penggemar menilai bahwa meskipun ada rangkaian permainan yang kurang rapi, bakat-bakat muda Bulls mulai terlihat. “Kekalahan ini tidak masalah. Banyak pemain muda yang tampak menjanjikan. Ada beberapa rangkaian buruk, tapi juga ada yang sangat bagus,” tulis seorang pendukung di media sosial.
Turnover dan Beban Menit Jadi Catatan
Turnover menjadi salah satu poin pembicaraan utama setelah pertandingan yang berjalan tidak konsisten. Seorang penggemar berpendapat bahwa laga pramusim harus dimanfaatkan untuk mencatat dan memperbaiki kesalahan semacam itu. Beban menit Caleb Wilson juga menuai perdebatan. Salah satu penggemar menilai 32 menit terlalu banyak untuk laga pramusim, mengingat masih ada 82 pertandingan musim reguler bagi Wilson untuk berkembang.
Kritik juga sempat diarahkan kepada Memphis Grizzlies. Seorang penggemar mempertanyakan energi yang ditampilkan tim tamu, menilai mereka tampak tidak fokus meski ini hanya laga pramusim.
Kontroversi Logo di Jaket Pramusim
Di luar urusan lapangan, Bulls juga menghadapi sorotan terkait merchandise resmi. Jaket pramusim baru yang dirilis pada 8 Oktober 2026 menuai kritik karena logo sponsor Plus500 dianggap lebih mendominasi dibandingkan logo tim. Seorang penggemar membandingkan desain tersebut dengan apparel Bulls era Michael Jordan, dengan menyatakan bahwa Bulls dahulu adalah logonya, kini hanya menjadi tulisan kecil. Perdebatan ini menyentuh isu yang lebih luas mengenai dominasi sponsor dalam NBA, terutama karena Bulls memiliki sejarah enam gelar juara pada dekade 1990-an yang erat kaitannya dengan identitas logo tersebut.
Jalannya Pertandingan
Laga berlangsung di United Center, Chicago, Illinois, dan disiarkan melalui NBA TV serta Chicago Sports Network. Radio penggemar dapat mengikuti melalui 92.9 FM ESPN Radio dan 104.3 FM serta AM 670 di Chicago. Secara historis, Grizzlies memiliki rekor 27-34 melawan Bulls di musim reguler, termasuk 17-13 di kandang dan 10-21 di tandang. Kedua tim juga berbagi kemenangan dalam seri pertemuan musim lalu.
Bagi Bulls, hasil ini menjadi bahan evaluasi penting. Kekalahan tipis di pramusim memang tidak menentukan apa pun, tetapi sorotan terhadap perkembangan pemain muda, manajemen menit bermain, dan pengelolaan cedera akan menjadi kunci sepanjang persiapan menuju musim reguler. Sementara itu, Memphis mendapatkan gambaran awal tentang peran Boozer di lini depan mereka.
Dengan rekor 1-1 di pramusim, Chicago Bulls masih memiliki waktu untuk membenahi berbagai kekurangan. Fokus utama bukan pada kemenangan atau kekalahan, melainkan pada bagaimana tim belajar dari setiap pertandingan dan memastikan para pemain inti siap secara fisik maupun taktis. Bagi para penggemar, penampilan menjanjikan dari sejumlah nama muda dan veteran seperti Powell menjadi alasan untuk tetap optimistis menyambut musim baru, meski bayang-bayang cedera dan isu branding sponsor masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan manajemen klub.
Sumber Berita: Last Word on Sports, CBS Sports, FanSided, Yahoo, dan Sports Illustrated.
Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






