Jepang Kalahkan Ekuador Lewat Drama Adu Penalti, Estupinan Jadi Sorotan

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Jepang Kalahkan Ekuador Lewat Drama Adu Penalti, Estupinan Jadi Sorotan

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 03 Oktober 2026 | Laga semifinal Kirin Cup 2026 antara Jepang dan Ekuador di International Yokohama Stadium, Kamis (1/10/2026), berakhir dramatis. Kedua tim bermain imbang 0-0 selama 90 menit, sebelum Jepang memastikan tiket final melalui adu penalti dengan skor 5-4. Kemenangan ini membawa Samurai Biru melaju ke partai puncak untuk menghadapi Selandia Baru, yang sebelumnya juga menyingkirkan Panama lewat jalur penalti.

Jalannya Pertandingan

Jepang yang dilatih Moriyasu Hajime menurunkan formasi 3-4-2-1 dengan Tanimura Gaina sebagai ujung tombak, didukung Kubo Takefusa dan Suzuki Yuito. Sementara Ekuador asuhan Marcelo Gallardo tampil dengan skema 4-1-4-1, mengandalkan John Yeboah di lini depan serta Pervis Estupinan di sektor bek sayap.

Ekuador sebenarnya memulai laga dengan agresif. Serangan balik cepat mereka beberapa kali merepotkan pertahanan Jepang. Namun, Jepang perlahan menemukan ritme permainan. Peluang terbaik di babak pertama hadir pada menit ke-31 melalui umpan silang tajam Doan Ritsu yang gagal diselesaikan Tanimura dengan sempurna.

Memasuki babak kedua, Moriyasu memasukkan Ueda Ayase, lalu menyusul Suzuki Junnosuke, Ito Junya, dan Kamada Daichi. Meski mendominasi penguasaan bola, Jepang tetap kesulitan menembus rapatnya pertahanan Ekuador yang dikawal Willian Pacho dan Jackson Porozo. Peluang Ito Junya pada menit ke-72 masih melebar dari gawang Hernan Galindez.

Adu Penalti dan Peran Maeda

Karena tidak ada gol tercipta, laga langsung dilanjutkan ke adu penalti sesuai regulasi turnamen. Drama terjadi pada penendang ketiga Ekuador, Denny Castillo, yang tembakannya berhasil diselamatkan kiper Jepang, Suzuki Zaion. Jepang pun unggul dan memastikan kemenangan ketika eksekutor terakhir, Maeda Daizen, sukses menjalankan tugasnya.

Maeda, yang masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-70, mencatatkan caps ke-32 untuk tim nasional Jepang. Pemain sayap yang kini memperkuat Ipswich Town itu memang tengah berjuang mendapatkan menit bermain reguler di klubnya, namun kontribusinya dari bangku cadangan terbukti krusial bagi Jepang.

Ekuador dan Bayang-Bayang Kritik

Bagi Ekuador, hasil ini memperpanjang catatan buruk mereka di era kepelatihan Marcelo Gallardo. Sejak ditunjuk sebagai pelatih, Gallardo belum pernah merasakan timnya mencetak gol. Sebelumnya, Ekuador dihancurkan Korea Selatan 0-3 dalam laga debut, lalu kembali gagal mencetak gol melawan Jepang.

Pervis Estupinan menjadi salah satu pemain yang paling banyak disorot. Bek sayap milik AC Milan itu tetap dipercaya tampil sebagai starter dan mengenakan nomor punggung 7, namun performanya dinilai belum memenuhi ekspektasi. Media Ekuador, termasuk Bolavip, bahkan menggelar survei untuk menanyakan apakah Estupinan masih layak menjadi starter di tim nasional. Hasilnya menunjukkan ketidakpercayaan publik yang cukup kuat terhadap pemain tersebut.

Kritik juga diarahkan pada lini pertahanan Ekuador secara keseluruhan. Media setempat menilai sektor bek sayap menjadi salah satu area yang paling perlu pembenahan jika Ekuador ingin bangkit di laga berikutnya.

Jadwal Selanjutnya

Ekuador akan menghadapi Panama dalam perebutan tempat ketiga Kirin Cup pada 5 Oktober 2026. Panama sebelumnya kalah dari Selandia Baru di semifinal lainnya. Sementara itu, Jepang akan menantang Selandia Baru di partai final.

Bagi Jepang, kemenangan ini memperpanjang tren positif mereka melawan tim Amerika Selatan pada jeda internasional September-Oktober. Sebelumnya, Jepang mengalahkan Uruguay 3-1 dan Venezuela 2-1. Meski secara resmi laga melawan Ekuador tercatat sebagai hasil imbang, kelolosan ke final tetap menjadi modal berharga bagi skuad Samurai Biru.

Secara keseluruhan, duel Jepang vs Ekuador menjadi cerminan dua arah yang bertolak belakang. Jepang terus membangun momentum menjelang turnamen besar, sementara Ekuador masih mencari identitas dan ketajaman di bawah komando Gallardo. Estupinan dan rekan-rekan harus segera berbenah jika tidak ingin tekanan publik semakin membesar.