Gayatri Putri News – 07 Oktober 2026 | Timnas Italia menutup rangkaian laga UEFA Nations League 2026/2027 dengan hasil positif. Gli Azzurri mengalahkan Turki dengan skor 3-1 di Stadion Renato Dall’Ara, Bologna, Selasa (6/10/2026) dini hari WIB, sekaligus mengoleksi tujuh poin dari empat pertandingan dan menempati posisi kedua Grup A1.
Kemenangan tersebut diraih Italia dalam pertandingan yang tidak berjalan mudah. Pelatih Roberto Mancini mengakui timnya mengalami kelelahan setelah melakukan banyak perubahan dalam susunan pemain. Ia memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain yang minim pengalaman internasional untuk tampil sejak awal, dan perubahan itu membuat Italia sempat kesulitan mengembangkan permainan pada fase awal pertandingan.
“Meski kami melakukan banyak perubahan, kelelahan terasa di seluruh tim dan kami sedikit kesulitan,” kata Mancini dikutip dari AFP.
Penilaian tersebut tidak terlepas dari keputusan Mancini melakukan sembilan perubahan dalam susunan pemain utama dibandingkan saat Italia bermain imbang 1-1 melawan Prancis. Hanya Gianluigi Donnarumma dan Alessandro Bastoni yang kembali dipercaya sebagai starter dalam dua pertandingan tersebut.
Jalannya Pertandingan
Kondisi kelelahan itu terlihat dari permainan Italia yang sempat berada di bawah tekanan Turki. Gianluigi Donnarumma bahkan harus melakukan penyelamatan untuk menggagalkan peluang Ozan Kabak dan Salih Ozcan pada awal pertandingan.
Namun, Italia mampu memanfaatkan peluang ketika mendapatkan ruang. Gianluca Scamacca membuka keunggulan pada menit ke-26 melalui penyelesaian dari umpan Giovanni Di Lorenzo dari sisi kanan. Gol tersebut menjadi gol internasional kedua Scamacca untuk Italia, dan yang pertama sejak tiga tahun lalu.
Turki tidak menyerah setelah tertinggal. Tim asuhan Vincenzo Montella meningkatkan tekanan selepas turun minum dan akhirnya mendapatkan gol penyama kedudukan pada menit ke-61. Zeki Celik bergerak dari sisi kanan dan mengirimkan umpan ke area penalti, yang kemudian diselesaikan Aral Simsir untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Namun, skor imbang itu hanya bertahan empat menit. Italia kembali unggul pada menit ke-65 melalui Riccardo Calafiori, yang menyundul bola hasil tendangan bebas Nicolo Barella dan mengubah skor menjadi 2-1. Gol tersebut menjadi gol internasional pertama bek Arsenal itu untuk Italia.
Italia kemudian memantapkan kemenangan pada menit ke-87. Francesco Pio Esposito mencetak gol lewat sepakan dari jarak dekat, sekaligus memastikan tuan rumah menang 3-1 atas Turki.
Gol Emosional Calafiori
Riccardo Calafiori mengungkapkan kegembiraannya setelah mencapai tonggak penting dalam karier pribadinya. Bek Arsenal itu menggambarkan perasaannya sebagai emosi yang tak bisa dijelaskan saat membantu negaranya mengamankan tiga poin di tempat yang sudah akrab baginya.
“Ada sesuatu yang sudah tertulis untuk saya di kota ini dan di stadion ini, tempat saya juga menjalani debut dan mencetak gol pertama saya. Itu adalah emosi yang sulit dijelaskan,” kata Calafiori kepada Sky Sport Italia.
Gol itu sendiri berawal dari skema bola mati yang disusun dengan cermat, yang menurut pengakuan Calafiori dipengaruhi oleh bek legendaris Leonardo Bonucci, yang kini menjadi bagian dari staf pelatih. Sementara Barella mengirimkan umpan, perubahan taktik pada detik-detik akhir dari sosok veteran itu membuat pemain Arsenal tersebut mendapatkan ruang yang dibutuhkan di kotak penalti.
“Sebenarnya, saya harus mengaku bahwa Bonucci awalnya meminta saya untuk tetap di belakang, tetapi pada detik terakhir dia malah mengatakan Anda maju dan Kayode tetap di belakang. Itu adalah intuisi yang cerdas dan jadi Bonucci pantas mendapat sebutan khusus,” canda sang bek.
Terlepas dari hasil positif tersebut, Calafiori cepat menegaskan bahwa tim nasional Italia masih dalam proses pembentukan di bawah arahan Mancini. Skuad itu sedang berupaya menerapkan gaya bermain yang lebih proaktif, yang menurut sang bek sesuai dengan atribut pribadinya, meski transisi itu membutuhkan waktu dan kesabaran.
Posisi di Klasemen Grup A1
Tambahan tiga poin membuat Italia mengoleksi tujuh poin dari empat pertandingan di Grup A1. Gli Azzurri membuntuti Prancis di puncak klasemen, sementara Turki berada di dasar klasemen tanpa poin setelah menelan empat kekalahan.
Pada pertandingan lain di grup yang sama, Prancis bangkit untuk mengalahkan Belgia 4-1 di Stade de France. Les Bleus sempat tertinggal 0-1 melalui gol Dodi Lukebakio pada menit ke-35, tetapi mampu membalikkan keadaan lewat gol Desire Doue, Rayan Cherki, dan dua gol Michael Olise. Prancis semakin kokoh di puncak Grup A1 dengan 10 poin, sedangkan Belgia mengoleksi enam poin.
Kemenangan tersebut juga menjadi kemenangan kandang pertama Zinedine Zidane sejak menangani tim nasional Prancis. Dengan hasil ini, persaingan di Grup A1 masih terbuka, meski Prancis untuk sementara memimpin di atas Italia dan Belgia.
Susunan Pemain
Italia menurunkan Donnarumma; Di Lorenzo (Kayode 55′), Mancini, Bastoni, Ruggeri (Calafiori 56′); Barella (Tonali 70′), Romano, Doumbia; Vergara (Frattesi 84′), Scamacca (Esposito 56′), Maldini.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Italia menjelang laga-laga berikutnya. Meski tampil tidak dalam performa terbaik, Gli Azzurri tetap mampu mengamankan tiga poin dan menjaga posisi kedua Grup A1. Bagi Turki, kekalahan ini memperpanjang catatan buruk mereka di kompetisi ini, dan menjadi pekerjaan rumah besar bagi Vincenzo Montella untuk membangkitkan kembali performa timnya.
Mancini sendiri menyadari bahwa perjalanan Italia masih panjang. Dengan rotasi pemain yang cukup besar dan jadwal pertandingan yang padat, faktor kelelahan menjadi tantangan tersendiri. Namun, hasil positif atas Turki setidaknya memberikan kepercayaan diri bagi skuad muda Italia untuk terus berkembang di bawah arahan pelatih berusia 61 tahun tersebut.
Sumber Berita: Bola.com, Harianjogja.com, Goal.com, Pasjabar.com, Progres.id
Penulis: Donny Afroni
Editor: Jumali
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






