Gayatri Putri News – 03 Oktober 2026 | Republik Irlandia gagal mempertahankan keunggulan dua gol saat menjamu Austria dalam lanjutan UEFA Nations League League B Grup 3 di Aviva Stadium, Dublin. Sempat unggul 2-0 berkat brace Troy Parrott, tuan rumah akhirnya harus puas bermain imbang 2-2 setelah Austria bangkit dan mencetak dua gol pada babak kedua.
Pertandingan yang digelar Jumat dini hari WIB tersebut berlangsung dalam suasana yang tidak biasa. Laga dua kali terhenti pada babak pertama akibat aksi protes dari sejumlah pihak di dalam maupun sekitar stadion.
Aksi Protes Warnai Babak Pertama
Gangguan pertama terjadi pada menit ke-20. Sejumlah bola tenis dilemparkan ke dalam lapangan dari area belakang gawang sebagai bentuk protes terhadap keputusan tim nasional Irlandia yang tetap menjalani pertandingan menghadapi Israel. Bola-bola tersebut diketahui bergambar bendera Palestina.
Wasit kemudian menghentikan permainan sementara dan meminta para pemain menjalani jeda pendinginan. Pertandingan kembali berlangsung sekitar dua menit kemudian. Namun, gangguan kembali terjadi ketika seorang pria yang mengenakan bendera Palestina mencoba memasuki lapangan. Petugas keamanan langsung membawa pria tersebut keluar dari area permainan.
Aksi protes terhadap keterlibatan Irlandia dalam pertandingan melawan Israel telah berlangsung sejak kedua negara dipertemukan dalam undian Nations League pada Februari lalu. Kelompok yang melakukan aksi tersebut menyerukan agar Irlandia tidak menjalani pertandingan melawan Israel.
Kiper Irlandia, Gavin Bazunu, sebelumnya tidak masuk dalam skuad menjelang pertandingan melawan Israel yang dimenangkan Irlandia 3-0 di Hungaria pada Minggu. Keputusan untuk tetap memainkan pertandingan tersebut diambil setelah para pemain melakukan dua kali pemungutan suara, dengan mayoritas memilih untuk tetap bertanding. Kelompok Stop the Game kemudian menyatakan aksi di Stadion Aviva telah dihentikan dan menyebut aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap Bazunu dan masyarakat Palestina.
Parrott Jadi Bintang di Tengah Situasi Tak Biasa
Di tengah situasi tersebut, Troy Parrott menjadi bintang bagi Irlandia. Penyerang Real Betis itu mencetak dua gol yang sempat membuat tuan rumah berada dalam posisi nyaman.
Irlandia membuka keunggulan pada menit ke-12 lewat aksi individu Parrott. Berawal dari sundulan Adam Idah yang tidak sempurna, Parrott mendapatkan bola dan harus berjuang di tengah kepungan pemain Austria. Ia kemudian melewati Philipp Lienhart dengan aksi nutmeg sebelum menerobos lini pertahanan Austria. Parrott mengakhiri aksinya dengan tembakan mendatar yang gagal dijangkau kiper Florian Wiegele.
Austria berusaha merespons. Caoimhin Kelleher sempat dibuat sibuk dan harus melakukan penyelamatan untuk menggagalkan peluang Patrick Wimmer. Namun, justru Irlandia yang kembali mendapat hadiah penalti menjelang turun minum. Ryan Manning dijatuhkan Nicolas Seiwald di kotak terlarang. Setelah melalui pemeriksaan VAR, wasit menunjuk titik putih. Parrott kembali maju sebagai algojo dan dengan tenang menaklukkan Wiegele, membawa Irlandia unggul 2-0 sekaligus mencatatkan brace.
Kebangkitan Austria dalam Enam Menit
Memasuki babak kedua, pelatih Austria Ralf Rangnick melakukan perubahan dengan memasukkan Michael Gregoritsch, Maximilian Wober, dan Konrad Laimer. Perubahan tersebut kemudian diikuti kebangkitan permainan tim tamu.
Austria memperkecil kedudukan melalui Alexander Prass. Hanya enam menit setelah gol Prass, Austria benar-benar menyamakan kedudukan. Michael Gregoritsch mencetak gol pada menit ke-77 melalui tendangan bebas untuk mengubah skor menjadi 2-2. Dua gol tersebut menghapus keunggulan Irlandia hanya dalam rentang enam menit.
Setelah kedudukan kembali imbang, Austria bahkan terus memberikan tekanan dan memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol kemenangan. Hasil imbang ini membuat Irlandia kehilangan kesempatan untuk mengambil posisi puncak Grup B3.
Dampak pada Klasemen Grup B3
Setelah tiga pertandingan, Irlandia berada di peringkat ketiga, di bawah Austria dan Kosovo. Austria sendiri mempertahankan posisinya di papan atas grup setelah mampu membawa pulang satu poin dari Dublin.
Sebelum laga ini, Irlandia akhirnya mendapatkan kemenangan perdana di Grup 3 setelah mengalahkan Israel 3-0 dalam pertandingan yang digelar di tempat netral di Hungaria. Kemenangan tersebut menjadi respons penting setelah mereka mengawali kompetisi dengan kekalahan dari Kosovo dan hanya mampu mencatat satu tembakan tepat sasaran. Tiga gol pada babak pertama menunjukkan peningkatan signifikan dalam permainan tim asuhan Heimir Hallgrimsson.
Troy Parrott menjadi sorotan utama setelah mencetak gol ketujuhnya dalam lima pertandingan kompetitif, sekaligus melanjutkan performa produktifnya bersama tim nasional. Dalam delapan pertandingan kandang terakhir, Irlandia mencatat lima kemenangan dan tiga hasil imbang, termasuk kemenangan 2-0 atas Portugal dalam kualifikasi Piala Dunia. Pertahanan Irlandia juga sedang menunjukkan perkembangan positif di hadapan pendukung sendiri, meski pada laga ini mereka harus kebobolan dua gol di babak kedua.
Hasil imbang ini menjadi pukulan bagi Irlandia yang sudah berada di depan mata untuk meraih kemenangan. Sementara bagi Austria, satu poin dari Dublin menjadi modal berharga untuk mempertahankan posisi di papan atas grup. Perjalanan kedua tim di Nations League masih panjang, dan pertemuan selanjutnya diprediksi akan berlangsung sama ketatnya.
Sumber Berita: RRI.co.id, Mili.id, Harianjogja.com, JawaPos.com
Penulis: Redaksi Olahraga
Editor: Redaksi
Menyampaikan apa yang harus disampaikan





