Gayatri Putri News – 03 Oktober 2026 | Jakarta — Timnas Indonesia memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan dramatis nan spektakuler atas Bangladesh. Dalam laga pamungkas Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis malam (1/10/2026), skor Indonesia vs Bangladesh berakhir 9-2. Hujan gol ini menjadi salah satu pertandingan paling gila yang pernah disaksikan publik sepak bola nasional.
Striker kelahiran Australia, Mitchell Baker, menjadi bintang utama dengan lima gol. Ia mencetak gol pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+8. Empat gol lainnya disumbangkan Rizky Ridho (32′), Justin Hubner (45+1′), Luke Vickery (90′), serta kapten tim Kevin Diks (90+6′). Bangladesh hanya mampu membalas melalui Shahriar Emon (36′) dan Farhaan Ali Wahid (90+1′).
Drama Selisih Gol hingga Menit Akhir
Kemenangan besar ini tidak lahir tanpa tekanan. Indonesia bersaing ketat dengan Malaysia untuk merebut status juara Grup A. Pada saat yang sama, Malaysia menggulung Singapura 6-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Posisi klasemen terus berubah sepanjang laga, membuat pasukan John Herdman wajib terus mencetak gol hingga peluit akhir.
Bek Justin Hubner mengaku laga melawan Bangladesh adalah pertandingan paling gila sepanjang kariernya. “Kami berada di bawah tekanan besar. Ini pertandingan paling gila yang pernah saya jalani seumur hidup,” ujarnya.
Senada dengan Hubner, kapten Kevin Diks menyebut laga berjalan gila karena Indonesia harus terus mengejar gol bahkan saat sudah unggul 7-2. Tiga gol terakhir Garuda lahir setelah menit ke-90, memastikan kemenangan sekaligus tiket final.
Klasemen Akhir dan Keunggulan Produktivitas Gol
Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi tujuh poin dengan selisih gol +9. Namun Tim Garuda berhak melaju ke final karena unggul produktivitas gol. Indonesia mencetak total 11 gol di Grup A, dua gol lebih banyak dari Malaysia yang membukukan sembilan gol.
- Indonesia: 7 poin, selisih gol +9, produktivitas 11 gol
- Malaysia: 7 poin, selisih gol +9, produktivitas 9 gol
- Bangladesh: tersingkir di fase grup
Kekalahan Memalukan bagi Bangladesh
Bagi Bangladesh, kekalahan telak ini terasa memalukan. Untuk pertama kalinya dalam 46 tahun terakhir, mereka kebobolan sembilan gol dalam satu pertandingan. Sepanjang sejarah, Bangladesh tercatat empat kali kemasukan sembilan gol, masing-masing dari Hong Kong (9-1 pada Merdeka Tournament 1975), Korea Selatan (9-0 di Incheon 1979), Iran (9-0 pada Quaid-e-Azam International Cup 1982), dan kini Indonesia.
Selain itu, Bangladesh juga pernah menelan kekalahan besar lain, seperti 0-8 dari Jepang dan 0-7 dari Uni Emirat Arab pada Kualifikasi Piala Dunia 1994.
Jalan Menuju Partai Puncak
Dengan hasil ini, Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung Senin mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Tim Garuda akan menghadapi Thailand, yang sebelumnya juga memastikan diri lolos dari grup mereka. Laga final diprediksi berjalan sengit mengingat catatan pertemuan kedua tim yang cukup panjang.
Kemenangan atas Bangladesh menjadi modal berharga bagi Indonesia. Selain memastikan tiket final, performa lini serang yang tajam dan mentalitas pantang menyerah hingga menit akhir menjadi sinyal positif bagi skuad asuhan John Herdman untuk merebut gelar juara di hadapan pendukung sendiri.
Kesimpulan
Skor Indonesia vs Bangladesh 9-2 akan dikenang sebagai salah satu laga paling dramatis dalam sejarah Timnas Indonesia. Lima gol Mitchell Baker, tekanan konstan dari Malaysia, serta tiga gol di masa injury time menjadi bukti bahwa Garuda tidak pernah menyerah. Kini, seluruh perhatian tertuju pada partai final melawan Thailand, di mana Indonesia berpeluang besar mengangkat trofi ASEAN Cup 2026 di kandang sendiri.
Sumber Berita: detikSport, Bola.com, Media Indonesia, Flashscore News.
Penulis: Redaksi Olahraga Nusantara. Editor: Tim Editor Sepak Bola.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






