Buriram United Frustrasi, Borneo FC Curi Poin di Kandang Juara Bertahan

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Buriram United Frustrasi, Borneo FC Curi Poin di Kandang Juara Bertahan

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | Buriram United harus puas berbagi angka dengan Borneo FC Samarinda setelah pertandingan Grup A ASEAN Club Championship 2026/2027 berakhir 0-0 di Chang Arena, Buriram, Thailand, Rabu (7/10) malam WIB. Hasil ini menjadi kejutan tersendiri mengingat Buriram berstatus juara bertahan dan tampil dominan sepanjang laga.

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Buriram United langsung mengambil inisiatif serangan. Tim tuan rumah melepaskan total 22 tembakan, namun hanya tiga yang mengarah ke gawang. Solidnya barisan pertahanan Borneo FC yang dikomandoi Kadu Monteiro membuat Buriram frustrasi dan gagal mencetak gol hingga peluit panjang berbunyi.

Kadu Monteiro Jadi Tembok Kokoh Pesut Etam

Penjaga gawang asal Angola, Kadu Monteiro, tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan penting. Ia mampu mengantisipasi ancaman dari Caju, Eduardo Mancha, dan peluang-peluang berbahaya lainnya. Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo, secara khusus memuji performa Kadu.

“Ya, dia tampil sangat bagus, begitu juga dengan pemain lini belakang. Dia sangat tenang dan mampu mengontrol area tiang kedua dengan baik,” ujar Mauro dalam konferensi pers seusai laga.

Mauro mengungkapkan bahwa tim pelatih telah mempelajari pola serangan Buriram yang kerap memanfaatkan bola-bola mati seperti tendangan bebas, sepak pojok, dan umpan silang untuk mengincar tiang jauh. Hal ini membuat peran Kadu semakin krusial karena mayoritas bek Borneo FC memiliki postur di bawah 175 sentimeter.

“Kami tahu Buriram biasanya merupakan tim yang banyak menyerang di tiang kedua melalui umpan silang, tendangan bebas, maupun sepak pojok. Dia melakukan pekerjaan yang sangat baik,” tambah Mauro.

Peluang dan Drama Kartu Merah

Borneo FC bukan tanpa peluang. Tim asal Samarinda itu melepaskan sembilan tembakan dengan tiga di antaranya mengarah ke gawang. Peluang emas datang pada menit ke-17 melalui tendangan keras Asgal Habib Al Tarik yang masih bisa digagalkan kiper Buriram, Chatchai Bootprom. Di menit ke-83, Juan Villa hampir membawa timnya unggul, namun sepakannya kembali diamankan Bootprom.

Drama terjadi di menit-menit akhir. Buriram United harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Narubodin Weerawatnodom menerima kartu kuning kedua pada menit ke-89. Borneo FC mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, namun waktu yang tersisa terlalu singkat untuk mencetak gol kemenangan.

Posisi di Klasemen dan Modal Berharga

Hasil imbang ini menempatkan Borneo FC di peringkat kelima klasemen sementara Grup A dengan satu poin, sementara Buriram United berada satu strip di bawahnya dengan poin yang sama. Persaingan grup masih sangat terbuka karena laga-laga lain di grup yang sama juga berakhir imbang.

Bagi Borneo FC, ini adalah pertemuan kedua melawan Buriram di ajang ini. Sebelumnya mereka pernah kalah, sehingga hasil imbang kali ini terasa seperti kemenangan moral. Satu poin dari markas juara bertahan menjadi modal berharga untuk menjaga asa lolos ke fase berikutnya.

Kiper Kadu Monteiro pun mengaku senang dengan hasil ini. “Itu sudah jadi pekerjaan saya. Ini adalah pertandingan yang bagus dan mendapatkan poin penting di tempat yang sulit,” kata Kadu dikutip dari Instagram resmi @aseanutdfc.

Selanjutnya, Borneo FC akan berusaha melanjutkan tren positif ini di laga-laga berikutnya. Sementara Buriram United harus bangkit jika ingin mempertahankan gelar juara mereka.

Kesimpulan

Hasil imbang 0-0 antara Buriram United dan Borneo FC menunjukkan bahwa kejutan masih mungkin terjadi di ASEAN Club Championship. Kadu Monteiro menjadi pahlawan berkat penyelamatan-penyelamatan krusialnya, sementara Buriram United harus mengakui ketangguhan pertahanan Pesut Etam. Satu poin di kandang juara bertahan menjadi bekal berharga bagi Borneo FC untuk menghadapi laga selanjutnya.

Sumber Berita: tvOnenews.com, JawaPos.com, ANTARA, VIVA.co.id, JPNN.com

Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda