Adidas Gugat White Fox atas Desain Empat Garis di Australia

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Adidas Gugat White Fox atas Desain Empat Garis di Australia

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | Perselisihan mengenai desain garis pada pakaian membawa Adidas ke Pengadilan Federal Australia untuk menggugat peritel fesyen White Fox. Adidas menilai penggunaan empat garis paralel pada produk White Fox melanggar hak merek dagangnya dan berpotensi menimbulkan kebingungan konsumen. Langkah hukum ini menandai babak baru dalam upaya perusahaan tersebut melindungi identitas visualnya di pasar global.

Perusahaan tersebut telah meminta White Fox menghentikan penjualan dan promosi produk terkait sejak Maret 2026. Permintaan itu disampaikan sebelum gugatan resmi dilayangkan ke pengadilan, namun pihak White Fox disebut belum memenuhi permintaan tersebut sehingga sengketa berlanjut ke jalur hukum.

Dalam dokumen gugatan, Adidas menyatakan desain tiga garis khasnya telah digunakan dan memperoleh perlindungan di Australia sejak 1957. Perusahaan itu juga menekankan reputasi serta nilai komersial yang melekat pada desain tersebut sebagai bagian dari identitas mereknya. Perlindungan selama hampir tujuh dekade itu menjadi dasar utama klaim yang diajukan.

Adidas turut mempersoalkan materi promosi White Fox yang menampilkan produk bergaris empat bersama barang Adidas asli. Salah satu iklan daring yang disorot dipublikasikan pada Juni 2025 dan memperlihatkan seseorang mengenakan kaus kaki White Fox serta sepatu Adidas berwarna merah muda. Kombinasi visual dalam iklan itu dinilai memperkuat potensi kebingungan di kalangan konsumen.

Berikut sejumlah poin penting dalam sengketa merek dagang tersebut:

  • Adidas menggugat White Fox ke Pengadilan Federal Australia.
  • Objek sengketa adalah penggunaan empat garis paralel pada produk White Fox.
  • Adidas meminta penghentian penjualan dan promosi sejak Maret 2026.
  • Desain tiga garis Adidas dilindungi di Australia sejak 1957.
  • Iklan daring Juni 2025 yang menampilkan kaus kaki White Fox dan sepatu Adidas menjadi salah satu materi yang disorot.

Kasus ini menyoroti betapa seriusnya perlindungan merek dagang bagi perusahaan fesyen global. Adidas secara konsisten menempuh jalur hukum terhadap pihak yang dianggap meniru elemen desain ikoniknya, dan langkah terhadap White Fox menjadi kelanjutan dari strategi tersebut.