Gayatri Putri News – 30 September 2026 | Brisbane, Suncorp Stadium — Timnas Brasil berhasil mengamankan kemenangan dramatis 4-2 atas Australia dalam laga persahabatan internasional yang berlangsung Selasa (29/9/2026) sore waktu setempat. Pertandingan yang penuh gejolak ini menjadi panggung bagi bek kanan Vanderson, yang mencetak gol perdananya bersama Selecao sekaligus mengakhiri puasa kemenangan Brasil sejak tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Jalannya Pertandingan
Brasil memulai laga dengan agresif dan langsung membuka keunggulan pada menit ketiga. Berawal dari rangkaian umpan pendek di lini pertahanan Australia, bola bergulir ke kaki Vanderson yang berdiri bebas di dalam kotak penalti. Tanpa ragu, pemain Monaco itu melepaskan tembakan voli keras yang tak mampu dijangkau kiper Australia. Gol cepat tersebut menjadi sinyal bagi tim asuhan Carlo Ancelotti untuk terus menekan.
Namun, Australia tidak tinggal diam. Pada menit ke-28, Alessandro Circati menyambar bola liar dari situasi sepak pojok dengan tumit dalam posisi kaki ditekuk, mengecoh kiper Brasil yang melakukan debutnya. Lima menit berselang, Connor Metcalfe membawa tuan rumah berbalik unggul melalui tembakan keras dari luar kotak penalti yang menggetarkan gawang Brasil. Keunggulan 2-1 Australia bertahan hingga akhir babak pertama, meski Brasil sempat mengajukan protes terkait posisi kiper yang dinilai terganggu pada gol pertama.
Brasil akhirnya menyamakan kedudukan tepat sebelum turun minum. Raphinha, yang tampil impresif sepanjang laga, mengeksekusi penalti dengan tenang pada menit ke-45+2, memastikan skor imbang 2-2 hingga jeda.
Kebangkitan di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Brasil kembali mengendalikan permainan. Perubahan taktik dan masuknya pemain dari bangku cadangan membuat serangan mereka lebih tajam. Pada menit ke-69, Bruno Guimaraes memanfaatkan tekanan berkelanjutan dan mencetak gol ketiga Brasil, membawa timnya kembali unggul 3-2. Kemenangan Brasil dipastikan pada menit ke-80 melalui penalti kedua yang dieksekusi oleh Vinicius Junior. Gol tersebut menjadi penalti kedua Brasil dalam laga ini dan menutup pesta gol menjadi 4-2.
Vanderson: Dari Keterpurukan Menuju Panggung Dunia
Gol Vanderson bukan sekadar angka di papan skor. Bagi pemain kelahiran Rondonópolis, Mato Grosso, 25 tahun silam, ini adalah momen pembuktian setelah melewati masa sulit. Ia absen dari Piala Dunia 2026 akibat cedera otot paha kiri yang dialaminya pada Maret lalu saat memperkuat Monaco melawan Paris Saint-Germain. Cedera itu memaksanya menjalani operasi dan sekitar lima bulan pemulihan.
Kesempatan kembali ke timnas datang setelah Wesley dari AS Roma mengalami cedera. Ancelotti mempercayakan posisi bek kanan kepada Vanderson, dan ia membayarnya dengan gol spektakuler pada menit kedua. Ini adalah gol pertamanya dalam delapan penampilan bersama tim senior Brasil.
Perjalanan karier Vanderson dimulai dari klub-klub kecil di Mato Grosso sebelum bergabung dengan Rio Branco (Americana) dan kemudian direkrut Grêmio. Bersama Grêmio, ia menembus tim utama pada 2020 dan menarik perhatian klub-klub Eropa. Monaco merekrutnya dengan nilai awal €11 juta (sekitar Rp69,7 miliar saat itu). Sejak itu, ia menjadi langganan timnas dan kini menambah koleksi golnya di level internasional.
Statistik Pertandingan
- Gol: Brasil – Vanderson (3′), Raphinha (45+2′ pen), Bruno Guimaraes (69′), Vinicius Junior (80′ pen). Australia – Circati (28′), Metcalfe (33′).
- Kartu kuning: Gabriel Magalhaes (40′) – Brasil.
- Stadion: Suncorp Stadium, Brisbane.
- Pelatih Brasil: Carlo Ancelotti.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Brasil sejak eliminasi melawan Norwegia di Piala Dunia. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 pada pertemuan pertama (25/9/2026). Brasil akan melanjutkan agenda FIFA Date dengan menghadapi India pada Sabtu mendatang di Kolkata, pukul 11.00 waktu setempat.
Meski meraih kemenangan, lini belakang Brasil masih menyisakan pekerjaan rumah. Kelengahan dalam mengantisipasi bola mati dan jebakan offside menjadi sorotan. Ancelotti diharapkan segera membenahi pertahanan sebelum laga-laga kompetitif berikutnya. Di sisi lain, penampilan Raphinha dan Vinicius Junior yang terus bersinar menjadi sinyal positif bagi lini serang Selecao.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






