Drama 6 Gol di Brisbane: Brasil Tekuk Australia 4-2, tapi Cedera Raphinha Bikin Ancelotti Cemas

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Drama 6 Gol di Brisbane: Brasil Tekuk Australia 4-2, tapi Cedera Raphinha Bikin Ancelotti Cemas

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 30 September 2026 | BRISBANE — Timnas Brasil akhirnya meraih kemenangan di tur persahabatan mereka di Australia. Setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 pada pertemuan pertama di Townsville, Selecao menaklukkan tuan rumah Australia dengan skor 4-2 dalam laga kedua Queensland Football Series yang berlangsung di Stadion Suncorp, Brisbane, Selasa malam waktu setempat.

Kemenangan dramatis ini diraih dengan cara yang tidak mudah. Brasil sempat unggul cepat, kemudian tertinggal, sebelum akhirnya bangkit di babak kedua. Namun, kegembiraan kemenangan tersebut ternodai oleh cedera yang menimpa kapten mereka, Raphinha.

Gol Kilat Vanderson dan Comeback Cepat Socceroos

Brasil membuka laga dengan intensitas tinggi. Pelatih Carlo Ancelotti melakukan tujuh perubahan pada starting eleven, termasuk merombak seluruh lini pertahanan. Keputusan itu langsung membuahkan hasil ketika bek kanan Vanderson mencetak gol internasional pertamanya pada menit ketiga, memanfaatkan umpan Gabriel Bontempo yang menerima bola dari Raphinha.

Namun, keunggulan cepat itu tidak membuat Australia gentar. The Socceroos, julukan timnas Australia, perlahan bangkit dan menguasai lini tengah. Pada menit ke-29, bek Alessandro Circati menyamakan kedudukan setelah clearance pemain belakang Brasil atas sepak pojok Connor Metcalfe gagal menjauh dari kotak penalti. Lima menit berselang, Metcalfe sendiri yang mencetak gol dan membawa Australia berbalik unggul 2-1. Stadion Suncorp yang penuh penonton pun bergemuruh.

Penalti Raphinha Selamatkan Brasil di Babak Pertama

Tekanan kembali menghantui Brasil. Namun, tepat sebelum turun minum, wasit menunjuk titik putih setelah Danilo dijatuhkan Harry Souttar di kotak terlarang. Raphinha yang dipercaya sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan. Tendangannya ke sisi kanan gawang terlalu deras bagi kiper Australia, Patrick Beach, meski sempat membaca arah bola. Skor 2-2 menutup babak pertama.

Petaka datang bagi Brasil di awal babak kedua. Raphinha merasakan gangguan otot di kaki kanannya, area yang sama tempat ia beberapa kali mengalami cedera hamstring dan paha. Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) mengonfirmasi bahwa penyerang Barcelona itu harus ditarik keluar dan digantikan Endrick.

Endrick dan Guimaraes Jadi Pembeda

Kehilangan Raphinha justru tidak melemahkan Brasil. Endrick yang masuk sebagai pengganti langsung memberikan dampak besar. Pada menit ke-65, ia terlibat insiden panas dengan Souttar yang nyaris memicu keributan setelah mendorong bek Australia itu dan terjatuh sambil memegang lehernya.

Empat menit berselang, Endrick membalas dengan cara terbaik. Ia berlari cepat di sisi kiri, melepaskan umpan silang cut-back kepada Bruno Guimaraes, yang dengan satu sentuhan mengembalikan keunggulan Brasil menjadi 3-2. Gol itu menjadi titik balik laga.

Pada menit ke-80, Brasil memastikan kemenangan melalui penalti kedua. Vinicius Junior yang dilanggar Nestory Irankunda di kotak penalti mengeksekusi sendiri hadiah tersebut dengan tenang, menutup laga dengan skor 4-2.

Catatan Penting dari Laga

  • Raphinha menjadi bintang sekaligus kekhawatiran. Ia mencetak gol penalti penyeimbang, tetapi harus keluar karena masalah otot.
  • Vanderson membuka skor pada menit ketiga, gol internasional pertamanya untuk Brasil.
  • Alessandro Circati dan Connor Metcalfe mencetak dua gol Australia dalam rentang lima menit.
  • Bruno Guimaraes menjadi penentu keunggulan Brasil pada menit ke-69.
  • Vinicius Junior menutup pesta gol Brasil lewat penalti pada menit ke-80.

Kekhawatiran Ancelotti dan Sorotan Pertahanan

Meski meraih kemenangan, Ancelotti masih menyimpan pekerjaan rumah besar. Lini pertahanan Brasil yang dirombak total tampak rapuh, terutama saat Australia mencetak dua gol beruntun. Kesalahan dalam menerapkan jebakan offside menjadi sorotan. Kiper debutan Otavio Costa juga kesulitan menguasai area pertahanannya pada periode terbaik Australia.

Selain itu, cedera Raphinha menjadi alarm bagi Brasil yang tengah bersiap menghadapi laga-laga kompetitif. Gangguan pada kaki kanan yang sama dengan riwayat cedera sebelumnya bisa menjadi masalah serius bagi tim maupun klubnya, Barcelona.

Dari kubu Australia, kekalahan ini tetap memberikan gambaran positif. The Socceroos mampu menahan imbang Brasil pada laga pertama dan sempat unggul pada laga kedua. Penampilan Circati dan Metcalfe menunjukkan kedalaman skuad yang menjanjikan bagi pelatih mereka.

Kesimpulan

Laga Australia vs Brasil di Stadion Suncorp menyajikan enam gol dan drama yang lengkap. Brasil menang 4-2 berkat ketajaman individu dan kedalaman bangku cadangan, terutama peran Endrick yang mengubah jalannya pertandingan. Namun, kemenangan itu tidak sepenuhnya membahagiakan karena cedera Raphinha menjadi bayang-bayang yang mengkhawatirkan Ancelotti. Sementara Australia membuktikan bahwa mereka bukan lawan yang bisa diremehkan, meski harus mengakui kualitas Brasil pada akhirnya terlalu kuat. Hasil ini menjadi modal penting bagi kedua tim dalam menyongsong agenda sepak bola berikutnya.