Usai Tumbang di Final US Open, Ben Shelton Langsung Tancap Gas ke Davis Cup

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 15 September 2026 | Perjalanan luar biasa Ben Shelton di US Open 2026 harus berakhir dengan kekalahan di partai puncak. Meski gagal membawa pulang gelar juara Grand Slam pertamanya di depan publik sendiri, petenis muda Amerika Serikat ini menunjukkan dedikasi tinggi dengan memutuskan untuk tidak mengambil waktu istirahat dan langsung kembali berkompetisi.

Dalam laga final yang berlangsung sengit pada Minggu (13/9), Shelton harus mengakui keunggulan Alexander Zverev. Petenis Jerman tersebut tampil disiplin dan mengunci kemenangan dalam empat set, 6-3, 7-6(2), 5-7, 6-2. Bagi Shelton, kekalahan ini tentu menyakitkan, namun ia memilih untuk segera mengalihkan fokus ke agenda berikutnya. Tanpa jeda, Shelton dijadwalkan bergabung dengan tim Davis Cup Amerika Serikat untuk menghadapi Republik Ceko di Praha.

Jadwal Padat Pasca-Grand Slam

Keputusan Shelton untuk langsung terjun kembali ke lapangan menunjukkan ambisi besar sang petenis berusia 22 tahun tersebut. Setelah laga Davis Cup, ia telah dikonfirmasi akan memperkuat Team World dalam ajang Laver Cup di London pada akhir pekan mendatang. Kehadirannya di berbagai kompetisi internasional ini menegaskan posisinya sebagai salah satu talenta paling bersinar di kancah tenis dunia saat ini.

Pencapaian Shelton di US Open 2026 sendiri tetap patut diacungi jempol. Ia mencatatkan sejarah sebagai pria Amerika berkulit hitam pertama yang mencapai final US Open sejak Arthur Ashe pada tahun 1972. Meski kalah, peringkat ATP-nya melonjak ke posisi tertinggi dalam kariernya, yakni peringkat ke-4 dunia. Berbagai kalangan menilai gaya permainannya yang agresif dan berani mencerminkan semangat juang yang tinggi, menjadikannya sosok idola baru bagi publik Amerika.

Sorotan Pasca-Pertandingan

Final US Open tahun ini tidak hanya diwarnai oleh aksi di lapangan, tetapi juga drama di luar lapangan. Alexander Zverev sempat melontarkan permintaan maaf kepada penonton karena merasa kehadirannya sebagai pemenang telah mengecewakan pendukung tuan rumah yang sangat berharap Shelton meraih gelar. Selain itu, komentator legendaris John McEnroe memicu kontroversi di media sosial setelah komentarnya yang dianggap tidak profesional saat menutup siaran, di mana ia justru menyinggung kesehatan petenis lain seperti Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner alih-alih merayakan kemenangan Zverev.

Terlepas dari segala hiruk-pikuk tersebut, masa depan tenis Amerika Serikat tampak cerah dengan kedalaman skuad yang dimiliki. Absennya nama-nama besar seperti Taylor Fritz dan Tommy Paul dalam skuad Davis Cup kali ini memberikan peluang bagi generasi baru seperti Learner Tien dan Martin Damm untuk unjuk gigi. Namun, bagi Ben Shelton, fokus utamanya tetap pada konsistensi performa di sisa musim ini.

Kegagalan di Flushing Meadows bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan batu loncatan bagi Shelton. Dengan semangat yang tidak pernah padam, ia terus membuktikan diri sebagai petenis yang mampu bersaing di level tertinggi. Penggemar tenis kini menantikan bagaimana Shelton akan merespons tantangan di ajang Davis Cup dan Laver Cup, membuktikan bahwa ia adalah kekuatan baru yang harus diperhitungkan dalam perebutan gelar-gelar bergengsi di masa depan.