Transformasi Digital Telkom: Antara Prestasi Bisnis dan Tantangan Operasional di Lapangan

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Transformasi Digital Telkom: Antara Prestasi Bisnis dan Tantangan Operasional di Lapangan

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 16 September 2026 | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tengah berada dalam fase krusial transformasi bisnis sepanjang tahun 2026. Perusahaan telekomunikasi pelat merah ini terus memperkuat posisinya sebagai penggerak utama ekonomi digital nasional, sembari melakukan restrukturisasi organisasi demi mencapai efisiensi yang lebih optimal.

Pencapaian Telkom Solution sebagai Enabler Digital

Di tengah dinamika transformasi, unit bisnis B2B ICT Telkom, yakni Telkom Solution, baru saja menorehkan prestasi membanggakan. Perusahaan berhasil meraih penghargaan kategori Business Impact & Industry Growth dari Kabar Group Indonesia (KGI). Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi nyata Telkom Solution dalam mendorong efisiensi industri nasional melalui penyediaan solusi digital yang komprehensif.

Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, mengungkapkan bahwa apresiasi ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Telkom Solution saat ini mengelola portofolio yang mencakup:

  • Konektivitas dan infrastruktur digital
  • Keamanan siber (cyber security)
  • Layanan cloud dan data center
  • Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)
  • Berbagai solusi digital terintegrasi lainnya

VP Enterprise Marketing & Growth Telkom, Reni Yustiani, menambahkan bahwa kepercayaan pelanggan menjadi energi utama bagi perusahaan untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi memperkuat ekosistem ekonomi digital di Indonesia.

Strategi Transformasi dan Optimalisasi Aset

Langkah strategis Telkom tidak berhenti pada inovasi layanan. Perusahaan saat ini tengah melakukan delayering organisasi menjadi lima segmen utama, yakni B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, International, serta segmen lain dan anak usaha. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa restrukturisasi ini bertujuan untuk memastikan setiap lini bisnis memiliki akuntabilitas yang jelas dan fokus pada inti bisnisnya masing-masing.

Kinerja keuangan perusahaan pun menunjukkan tren positif. Pada semester pertama 2026, Telkom mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9 persen secara tahunan. Laba bersih perusahaan tercatat mencapai Rp10,6 triliun, yang mencerminkan ketahanan bisnis di tengah proses transformasi yang masif.

Selain restrukturisasi, Telkom juga tengah melakukan optimalisasi aset properti. Salah satu langkah konkret adalah rencana penyewaan ruang kantor di Graha Merah Putih oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah ini menjadi bagian dari strategi penataan ulang lokasi kerja unit-unit internal Telkom di area Jabodetabek agar lebih efektif dan efisien.

Duka di Balik Operasional Lapangan

Di balik pencapaian korporasi yang gemilang, Telkom juga menghadapi tantangan berat terkait aspek keselamatan kerja di lapangan. Sebuah insiden tragis terjadi di Jalan Tun Abdul Razak, Kabupaten Gowa, pada Senin (14/9/2026), di mana tiga pekerja Telkom Akses tertimpa tembok panel saat tengah melakukan penyambungan kabel di bawah galian.

Peristiwa ini mengakibatkan satu orang pekerja berinisial NC (24) meninggal dunia, sementara dua rekannya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pihak kepolisian setempat telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan saksi untuk mendalami penyebab pasti robohnya tembok tersebut. Kejadian ini menjadi catatan penting bagi perusahaan untuk terus meningkatkan standar keselamatan kerja bagi seluruh personel di lapangan.

Secara keseluruhan, Telkom kini berada pada persimpangan jalan antara ambisi pertumbuhan melalui transformasi digital dan kewajiban menjaga standar operasional yang aman. Keberhasilan dalam mengintegrasikan teknologi canggih harus tetap dibarengi dengan perlindungan maksimal terhadap sumber daya manusia sebagai aset paling berharga dalam ekosistem perusahaan.