Gayatri Putri News – 16 September 2026 | PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kini tengah menjadi sorotan tajam, baik dari sisi operasional maupun dinamika pasar modal. Perusahaan teknologi raksasa ini sedang berupaya menjaga integritas layanannya di tengah tantangan pergerakan harga saham yang dinamis di Bursa Efek Indonesia.
Langkah Tegas Terhadap Pelanggaran Layanan
Manajemen GoTo baru saja mengambil tindakan disipliner yang sangat tegas dengan memutus hubungan kemitraan secara permanen terhadap seorang pengemudi GoCar. Keputusan ini diambil setelah adanya insiden viral yang melibatkan pengemudi tersebut, yang kedapatan memaki serta menurunkan penumpang wanita di tengah jalan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat, 11 September 2026.
Head of Media Relations GoTo Group, Amanda Valani, mengonfirmasi bahwa tindakan tersebut merupakan hasil dari investigasi internal perusahaan. Pihak manajemen menyatakan bahwa perilaku pengemudi tersebut terbukti melanggar standar pelayanan yang telah ditetapkan. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjamin keselamatan, kenyamanan, serta pengalaman pengguna yang profesional di seluruh ekosistem Gojek.
Dinamika Pergerakan Saham GOTO
Di sisi lain, perhatian investor pasar modal tertuju pada fluktuasi saham GOTO. Pada perdagangan Senin, 14 September 2026, saham GOTO tercatat stagnan di level Rp50 per saham. Meski IHSG sempat mengalami tekanan dan ditutup melemah tipis, GOTO tetap bertahan dengan frekuensi transaksi mencapai 931 kali dan nilai transaksi harian sebesar Rp44,5 miliar.
Kondisi ini terjadi di tengah aksi korporasi yang cukup aktif dari investor institusi besar, yakni Morgan Stanley and Co International Plc. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, terdapat aktivitas jual-beli yang cukup intensif sepanjang awal September 2026:
- Pada 2 September 2026, Morgan Stanley sempat melakukan akumulasi besar-besaran dengan membeli 21,91 miliar saham GOTO senilai Rp547,98 miliar.
- Pada 4 September 2026, investor tersebut melakukan aksi jual sebanyak 7,40 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp187,96 miliar.
- Pada 10 September 2026, Morgan Stanley kembali melepas sekitar 829 juta saham, yang menurunkan porsi kepemilikan mereka menjadi 5,51%.
Aksi jual-beli yang dilakukan oleh investor asing ini mencerminkan dinamika pasar yang sangat aktif, di mana para pelaku pasar terus menyesuaikan posisi mereka di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif. Meskipun sektor perbankan sempat mencatatkan penguatan pasca-reshuffle Menteri Keuangan, sektor teknologi seperti GOTO tetap harus menghadapi tantangan sentimen pasar yang beragam.
Secara keseluruhan, situasi yang dihadapi GoTo saat ini merupakan kombinasi dari tantangan menjaga standar layanan di lapangan serta menavigasi volatilitas di pasar modal. Langkah tegas perusahaan dalam menindak mitra pengemudi yang melanggar aturan menunjukkan upaya untuk mempertahankan reputasi di tengah ketatnya persaingan industri. Sementara bagi investor, pergerakan saham GOTO yang tetap berada di level Rp50 menjadi indikator penting mengenai bagaimana pasar merespons aksi korporasi dan kondisi makroekonomi saat ini.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






