Spanyol vs Kroasia: Yamal Tantang Modric, La Roja Kejar Rekor 40 Laga Tak Terkalahkan

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Spanyol vs Kroasia: Yamal Tantang Modric, La Roja Kejar Rekor 40 Laga Tak Terkalahkan

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 29 September 2026 | Sevilla menjadi saksi pertemuan dua generasi berbeda ketika Spanyol menjamu Kroasia pada matchday kedua UEFA Nations League 2026-27 di Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan. Lamine Yamal, bintang muda berusia 19 tahun, akan berhadapan langsung dengan maestro lini tengah Kroasia, Luka Modric, yang kini berusia 41 tahun. Laga ini menjadi ujian sesungguhnya bagi kedua tim yang sama-sama mengawali kampanye dengan kemenangan.

Modal Kemenangan Dramatis di Wembley

Spanyol memulai perjalanan mereka di Grup A3 dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Inggris di Stadion Wembley, Sabtu lalu. Yamal membuka keunggulan hanya dalam 90 detik, namun Inggris berbalik memimpin melalui Anthony Gordon dan Harry Kane sebelum jeda. Titik balik terjadi ketika Kane gagal mengeksekusi penalti di awal babak kedua, dan La Roja langsung memanfaatkannya lewat gol dua pemain pengganti, Alex Baena dan Mikel Oyarzabal.

Kemenangan tersebut memperpanjang rekor luar biasa Spanyol. Juara dunia dan Eropa itu tidak terkalahkan dalam pertandingan waktu normal sejak kekalahan persahabatan dari Kolombia pada Maret 2024, sementara kekalahan kompetitif terakhir mereka terjadi lebih dari tiga tahun lalu melawan Skotlandia. Kini, skuad asuhan Luis de la Fuente memburu rekor 40 laga beruntun tanpa kekalahan, sebuah capaian yang belum pernah diraih tim Eropa mana pun.

Sementara itu, Kroasia juga mengawali turnamen dengan tiga poin setelah mengalahkan Republik Ceko 2-1 di Praha. Modric menjadi arsitek kemenangan tersebut, membuktikan bahwa usianya tidak menghalangi kontribusinya di level tertinggi.

Peringatan De la Fuente dan Rotasi Pemain

Meski berstatus favorit, De la Fuente menolak anggapan bahwa laga melawan Kroasia akan berjalan mudah. Pelatih berusia 65 tahun itu meminta para pemainnya meningkatkan level permainan menghadapi tim yang kini dilatih pelatih baru, Slaven Bilic.

“Ini adalah pertandingan baru dan sulit. Mereka memiliki pemain-pemain yang sangat berbakat dan penuh semangat. Selain itu, mereka memiliki pelatih baru yang memberikan mereka dorongan moral. Para pemain kami tahu bahwa kami harus berusaha lebih keras dibandingkan saat menghadapi Inggris,” ujar De la Fuente dalam konferensi pers.

De la Fuente juga menyinggung perubahan pada susunan pemain inti dengan alasan menumpuknya jadwal serta perlunya membagi beban tenaga. “Menjalani empat pertandingan dengan level seperti ini dalam sepuluh hari adalah hal yang sangat melelahkan. Kami sekali lagi membuktikan bahwa kami menjadikan keselamatan para pemain sebagai prioritas utama,” jelasnya, merujuk pada kepergian Eric Garcia dari kamp latihan karena masalah lutut.

Selain Eric Garcia, Spanyol juga kehilangan Joan Garcia dan Pedro Porro akibat cedera, sementara Robin Le Normand dipanggil sebagai tambahan. Meski demikian, De la Fuente menegaskan rotasi tidak akan melemahkan tim.

“Rotasi akan menjadi hal yang diperlukan karena setiap pemain berhak bermain dan memiliki bakat yang besar. Kami memiliki pemain-pemain terbaik di dunia,” tegasnya.

Sorotan pada Fermin Lopez

Salah satu nama yang mendapat pujian khusus dari De la Fuente adalah Fermin Lopez. Gelandang Barcelona itu disebutnya sebagai pemain yang sangat lengkap dan salah satu yang terbaik di Eropa saat ini.

“Dia dalam kondisi yang luar biasa. Dia memberikan kami energi, bakat, dan keterampilan. Dia adalah pemain yang sangat lengkap,” kata De la Fuente.

Rekor Pertemuan dan Kondisi Kroasia

Sejarah berpihak kepada tuan rumah. Spanyol menang tujuh dari sepuluh pertemuan resmi melawan Kroasia dan memenangi tiga laga terakhir, termasuk kemenangan 3-0 di Euro 2024 melalui gol Alvaro Morata, Fabian Ruiz, dan Dani Carvajal. Spanyol juga mengalahkan Kroasia di final Nations League 2023.

Kroasia menghadapi tantangan berat dengan absennya Mateo Kovacic dan Ivan Perisic, dua kontributor paling berpengaruh mereka. Tanpa keduanya, lini serang Kroasia dinilai kehilangan daya gedor, sementara Spanyol mencatat tujuh clean sheet dari sepuluh laga terakhir.

Berikut perbandingan singkat kedua tim jelang laga:

  • Spanyol: Juara Dunia dan Eropa, peringkat satu dunia, lima kemenangan beruntun, hanya kebobolan satu gol.
  • Kroasia: Pelatih baru Slaven Bilic, tanpa Kovacic dan Perisic, hanya satu kemenangan dalam lima laga terakhir dengan sebelas gol kebobolan.
  • Head-to-head: Spanyol unggul enam kemenangan berbanding tiga, dengan selisih gol 23-12.

Duel Generasi Yamal vs Modric

Laga di Sevilla juga menjadi simbol pergantian generasi. Yamal, yang baru berusia 19 tahun, telah menjelma menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di dunia, sementara Modric tetap menjadi motor permainan Kroasia di usia 41 tahun. Pertemuan keduanya menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Bagi Spanyol, kemenangan atas Kroasia akan memperkokoh posisi mereka di puncak Grup A3 sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan yang telah menjadi standar baru sepak bola internasional. Bagi Kroasia, hasil positif di Sevilla akan menjadi pernyataan bahwa proyek pembangunan kembali di bawah Bilic berjalan di jalur yang tepat.

Pertandingan ini dijadwalkan kick-off pukul 18.45 GMT pada Selasa, 29 September 2026. Spanyol datang sebagai tim yang belum tersentuh kekalahan kompetitif dalam tiga tahun terakhir, sementara Kroasia berusaha membuktikan bahwa mereka masih mampu bersaing dengan tim-tim elit Eropa meski kehilangan sejumlah pemain kunci. Apa pun hasilnya, duel di Ramon Sanchez-Pizjuan akan menjadi salah satu laga paling dinantikan pada matchday kedua Nations League musim ini.