Spanyol Hancurkan Wembley: Yamal Gemilang, Inggris Terpuruk di Kandang Sendiri

Avatar Rizky

by

Published

Last update

5 menit

Read Time

Spanyol Hancurkan Wembley: Yamal Gemilang, Inggris Terpuruk di Kandang Sendiri

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 29 September 2026 | Stadion Wembley menjadi saksi bisu bagaimana Spanyol kembali menaklukkan Inggris di hadapan pendukungnya sendiri. Dalam laga pembuka UEFA Nations League 2026/2027, La Roja berhasil mencuri kemenangan dramatis dengan skor 3-2 atas Tiga Singa, Sabtu (26/9/2026). Kemenangan ini sekaligus menegaskan dominasi Spanyol atas Inggris dalam pertemuan-pertemuan terakhir di tanah Inggris.

Yamal Buka Pesta Gol di Menit Kedua

Lamine Yamal menjadi aktor utama di balik kemenangan Spanyol. Pemain muda Barcelona itu mencetak gol pembuka saat laga baru berjalan dua menit. Gol tersebut tercipta berkat kesalahan fatal bek Inggris, Marc Guehi, yang tidak menyadari kehadiran Yamal di kotak penalti. Blunder tersebut dimanfaatkan dengan sempurna oleh pemain jebolan akademi La Masia itu.

Media internasional pun sepakat memuji kedewasaan bermain Yamal yang jauh melampaui usianya. Mundo Deportivo melaporkan bahwa publik menilai Yamal bukan hanya dari gol cepatnya, melainkan dari ancaman konstan yang ia tebar di seluruh area lapangan. Setiap sentuhan bola dari kaki Yamal, mulai dari umpan presisi, operan tumit, hingga tusukan dribelnya, sukses menghibur sekaligus memukau penonton di Wembley.

Harian AS memajang berita utama yang menyebut sang wonderkid terus mengasah kemampuannya di level tertinggi bersama skuad juara dunia. Sementara Marca merayakan kemenangan ini dengan tajuk utama yang menyebut Spanyol berhasil mengendalikan jalannya babak pertama berkat sentuhan magis Yamal. La Vanguardia bahkan mengeklaim bahwa Yamal telah memenangkan persaingan perebutan penghargaan individu bergengsi melawan penyerang andalan Inggris, Harry Kane.

Inggris Sempat Bangkit Sebelum Takluk

Meski tertinggal lebih dulu, Inggris sempat menunjukkan perlawanan sengit. Anthony Gordon, rekrutan baru Barcelona, menuntaskan serangan balik pada menit 36. Empat menit berselang, Harry Kane membawa Tiga Singa berbalik unggul melalui tandukannya. Wembley pun bergemuruh menyambut kebangkitan tim tuan rumah.

Namun, petaka menghampiri Inggris pada menit 54. Spanyol memberikan hadiah penalti, tetapi eksekusi Kane mengenai tiang gawang. Kegagalan tersebut menjadi titik balik pertandingan. Enam menit kemudian, Alex Baena menyamakan kedudukan lewat sepakannya. Nico O’Reilly mengikuti jejak Guehi dalam melakukan kesalahan individu yang berbuah fatal.

Spanyol kemudian mendapatkan gol kemenangannya dari tendangan cip Mikel Oyarzabal pada menit 74 yang berasal dari umpan Baena. Menariknya, Baena dan Oyarzabal sama-sama bermain sebagai pengganti. Rotasi yang dilakukan pelatih Luis de la Fuente terbukti jitu.

Tuchel Bungkam Kritik

Pelatih kepala tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, berhasil membungkam kritik tajam publik sepak bola Inggris setelah timnya memperlihatkan karakter permainan agresif. Sebelum pertandingan, narasi yang berkembang di media sangat menyudutkan sang juru taktik. Kekalahan dari Spanyol diprediksi akan membuat posisi mantan pelatih Bayern Munchen tersebut langsung berada di ujung tanduk.

Meskipun skor akhir menunjukkan kekalahan tipis, atmosfer di dalam Stadion Wembley justru tetap kondusif tanpa adanya cemoohan dari penonton. Para suporter menghargai perjuangan skuad Tiga Singa yang berani tampil menyerang dan setia pada identitas sepak bola mereka yang mengandalkan kecepatan serta determinasi tinggi.

Secara statistik, Inggris sebenarnya mampu mengimbangi permainan tiki-taka Spanyol dengan mencatatkan possession sebesar 48 persen. Skuad asuhan Tuchel bahkan melepaskan umpan sukses lebih banyak di sepertiga akhir lapangan dan mencatatkan sentuhan di kotak penalti lawan dua kali lipat lebih banyak daripada Spanyol.

Kapten tim nasional Inggris, Harry Kane, mengungkapkan bahwa fokus utama tim saat ini adalah menjaga konsistensi permainan sepanjang sembilan puluh menit penuh. Tantangan berikutnya bagi Tuchel sudah menanti dengan jadwal padat tiga pertandingan dalam delapan hari ke depan. Inggris wajib menyapu bersih kemenangan saat menghadapi Republik Ceko dan Kroasia demi mengamankan tiket menuju babak perempat final.

De la Fuente Peringatkan Pemainnya

Pelatih timnas Spanyol, Luis de la Fuente, meminta para pemainnya meningkatkan level permainan saat menghadapi Kroasia pada matchday kedua. Ia menegaskan bahwa para pemain La Roja perlu berusaha lebih keras menghadapi timnas Kroasia yang akan menjalani laga bersama pelatih baru serta pemain-pemain berbakat.

De la Fuente juga menyinggung adanya perubahan pada susunan pemain inti, dan membenarkan hal itu dengan alasan menumpuknya jadwal pertandingan serta perlunya membagi beban tenaga di antara para pemain. Ia menjelaskan bahwa menjalani empat pertandingan dengan level seperti ini dalam sepuluh hari adalah hal yang sangat melelahkan.

Ia menenangkan para suporter Spanyol bahwa seluruh pemain dalam kondisi baik, meski sebagian dari mereka membutuhkan istirahat. De la Fuente juga membela kekuatan susunan pemainnya dengan mengatakan bahwa rotasi akan menjadi hal yang diperlukan karena setiap pemain berhak untuk bermain dan memiliki bakat yang besar.

Salah satu pemain yang mungkin menonjol saat menghadapi Kroasia adalah Fermin Lopez, yang secara khusus dipuji oleh De la Fuente. Ia berkata tentang pemain Barcelona itu bahwa Fermin dalam kondisi yang luar biasa dan merupakan pemain yang sangat lengkap serta salah satu pemain terbaik di Eropa.

Rekor Bersejarah Spanyol di Tanah Inggris

Kemenangan 26 September 2026 ini menjadi kemenangan tandang keempat Spanyol atas Inggris. Sebelumnya, kemenangan tandang terakhir Spanyol atas Inggris terjadi pada 8 September 2018. Saat itu, mereka juga berhasil unggul secara comeback di Wembley, tetapi dengan skor 2-1 di ajang UEFA Nations League.

Spanyol bertandang ke Inggris pada 7 Februari 2007 untuk menjalani pertandingan uji coba di Old Trafford. Spanyol berhasil membekuk tuan rumah dengan skor tipis 1-0 melalui gol tunggal Andres Iniesta pada menit 62. Kemenangan tandang pertama Spanyol atas Inggris terjadi pada 25 Maret 1981 di stadion lama Wembley dengan skor 2-1.

Meski demikian, jika menghitung rekor secara keseluruhan, Spanyol masih jauh tertinggal. Ada sembilan pertandingan lain yang telah terlaksana dan mereka kalah 8 kali serta 1 laga sisanya berakhir seri.

Dampak bagi Barcelona

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, bahkan hadir langsung di Wembley untuk memantau sejumlah pemainnya. Kehadiran tersebut membuat jeda internasional menjadi kesempatan bagi Flick untuk melihat performa para pemain dalam pertandingan berintensitas tinggi. Ia memantau aksi Lamine Yamal, Pau Cubarsi, Dani Olmo, Pedri, hingga Gordon yang tampil untuk dua tim berbeda.

Namun, ada sedikit kekhawatiran terkait kondisi Eric Garcia. Bek serba bisa Barcelona itu harus meninggalkan skuad Spanyol setelah kembali merasakan ketidaknyamanan fisik. Bagi Flick, penampilan para pemainnya di Wembley menjadi gambaran penting mengenai kesiapan mereka menghadapi jadwal klub yang padat.

Kemenangan Spanyol atas Inggris di Wembley menjadi bukti bahwa La Roja masih menjadi kekuatan dominan dalam sepak bola dunia. Performa gemilang Lamine Yamal semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di panggung sepak bola modern. Sementara bagi Inggris, kekalahan ini menjadi pukulan telak yang harus segera dibenahi sebelum menghadapi laga-laga krusial berikutnya. Tuchel dituntut untuk mampu membangkitkan mental para pemainnya dan menjaga konsistensi permainan sepanjang sembilan puluh menit penuh. Laga melawan Republik Ceko dan Kroasia akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ketangguhan Tiga Singa di bawah arahan sang pelatih asal Jerman tersebut.