Polda Kalsel Siapkan 6 RS Rujukan dan Posko DVI untuk Korban KM Virgo Transport 8

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Polda Kalsel Siapkan 6 RS Rujukan dan Posko DVI untuk Korban KM Virgo Transport 8

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 15 September 2026 | Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) kini memfokuskan penanganan intensif terhadap para korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang terjadi di perairan Laut Jawa. Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan enam rumah sakit di Banjarmasin sebagai lokasi rujukan utama bagi korban selamat yang membutuhkan perawatan medis akibat cedera atau kondisi kesehatan lainnya.

Langkah ini diambil setelah koordinasi intensif antara Polda Kalsel dengan pihak Basarnas dan Kementerian Perhubungan. Sementara bagi korban meninggal dunia, kepolisian telah menetapkan Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin sebagai pusat visum et repertum dan proses identifikasi lebih lanjut.

Untuk mempermudah koordinasi, Polda Kalsel telah mendirikan posko khusus serta menyiagakan tim Disaster Victim Identification (DVI). Berikut adalah rincian penanganan yang dilakukan oleh pihak kepolisian:

  • Penyediaan enam rumah sakit rujukan di Banjarmasin bagi korban selamat.
  • Penggunaan RS Bhayangkara sebagai pusat identifikasi korban meninggal dunia.
  • Pendirian dua posko DVI, yakni di Jawa Timur dan Banjarmasin, untuk pengumpulan data ante mortem.
  • Pengerahan personel kepolisian yang bersiaga selama 24 jam penuh di lokasi penanganan.

Berdasarkan data terkini, KM Virgo Transport 8 yang menempuh rute Surabaya menuju Banjarmasin mengalami musibah pada Minggu (13/9/2026). Dari total 243 orang di dalam manifes, sebanyak 114 korban telah berhasil dievakuasi, dengan rincian 108 orang selamat dan enam orang dinyatakan meninggal dunia. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian terhadap 129 penumpang lainnya yang belum ditemukan.

Proses identifikasi menjadi prioritas utama tim DVI guna memastikan seluruh korban meninggal dunia dapat dikenali identitasnya sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Pengumpulan data ante mortem dari keluarga korban menjadi langkah krusial dalam prosedur ini agar proses verifikasi berjalan akurat dan cepat.