Gayatri Putri News – 21 September 2026 | PT Pegadaian (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketangguhan dan keberlangsungan bisnis. Perusahaan berhasil meraih sertifikasi ISO 22301:2019 untuk Sistem Manajemen Keberlangsungan Usaha atau Business Continuity Management System (BCMS) yang disertifikasi oleh British Standards Institution (BSI).
Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian, Dwi Hadi Atmaka, menjelaskan bahwa sertifikasi ini dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bentuk pengakuan dari lembaga independen berstandar internasional sekaligus wujud nyata komitmen Pegadaian dalam membangun sistem operasional yang tangguh dan andal, bahkan mampu menghadapi situasi paling kritis sekalipun.
Melalui penerapan BCMS ini, Pegadaian memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan gadai dengan cepat dan aman. Dwi menambahkan bahwa saat krisis, pandemi, atau kondisi luar biasa lainnya, Pegadaian tetap setia melayani masyarakat melalui layanan gadai, serta memastikan aset yang dititipkan masyarakat tetap aman dan terjaga dengan baik.
Perjalanan Panjang Pegadaian Sejak 1901
Pegadaian telah melewati perjalanan panjang sejak 1901 bersama masyarakat Indonesia. Perusahaan mampu melewati berbagai dinamika dan terus bertransformasi dengan layanan bulion terbesar di Indonesia yang berperan dalam membangun dan memperkuat ekosistem emas nasional.
ISO 22301:2019 sendiri merupakan standar internasional untuk Sistem Manajemen Keberlangsungan Bisnis yang membantu organisasi mempersiapkan diri, merespons, dan pulih dari berbagai gangguan. Standar ini menjadi acuan penting bagi perusahaan dalam menjaga kesinambungan proses dan layanan.
Kesiapan di Tingkat Wilayah
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil IV Balikpapan, Rinaldi Lubis, menyampaikan bahwa penerapan Sistem Manajemen Keberlangsungan Usaha menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh insan Pegadaian memiliki kesiapan menghadapi berbagai kondisi yang berpotensi mengganggu operasional dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menambahkan bahwa penerapan BCMS tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar, tetapi juga menjadi bagian dari budaya kerja yang mendorong setiap insan Pegadaian memiliki kesadaran terhadap risiko dan kesiapan menghadapi situasi yang tidak terduga.
Ketangguhan sebagai Fondasi Pertumbuhan
Rinaldi menegaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Kanwil IV Balikpapan untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat kolaborasi, serta melakukan perbaikan berkelanjutan guna menjaga keandalan layanan Pegadaian bagi masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan.
Penerapan standar ini dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan bisnis, menjaga kesinambungan proses dan layanan, mitigasi berbagai risiko, serta memastikan operasional dapat segera dipulihkan ketika terjadi gangguan. Dengan demikian, masyarakat tetap dapat mengakses layanan Pegadaian dalam berbagai kondisi.
Bagi Pegadaian, ketangguhan dan keberlangsungan bisnis bukan sekadar kemampuan untuk bertahan, tetapi menjadi fondasi untuk terus tumbuh, beradaptasi, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Dengan pondasi tersebut, Pegadaian akan terus melangkah menghadirkan layanan yang relevan dan terpercaya, menjawab kebutuhan masyarakat hari ini dan di masa yang akan datang.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






